Categories: Olahraga

Berharap Wasit Netral

DOHA (RIAUPOS.CO) – Indonesia bertanding melawan Irak dalam laga perebutan tempat ketiga Piala Asia U-23 2024 Qatar, Kamis (2/5) malam ini (siaran langsung RCTI pukul 22.30 WIB). Namun, jelang pertandingan penting itu, pikiranShin Tae-yong (STY) masih ’’terganggu’’ bayang-bayang babak semifinal saat Indonesia berhadapan dengan Uzbekistan.

STY bukan kecewa Indonesia kalah 0-2 oleh Uzbekistan. Tapi, dia masih sangat kecewa karena wasit yang memimpin pertandingan bersikap kurang fair. Saat itu, pertandingan dipimpin oleh wasit asal Cina Shen Yinhao.

’’Setelah laga semifinal, masih banyak yang saya pikirkan. Para pemain sudah bermain bagus. Tapi, ada beberapa situasi, terutama peluit wasit, yang membuat laga berubah. Itu sulit bagi saya dan tim saya,’’ ujar STY, Rabu (1/5).

’’Ke depan, jika AFC (Konfederasi Sepakbola Asia) ingin mengembangkan sepakbolanya, harus ada rasa hormat kepada semua tim. AFC harus netral. Sehingga tim yang bertanding tetap respek,’’ tambahnya.

Pelatih 53 tahun itu berharap wasit dapat bersikap netral saat Indonesia bertanding melawan Irak di Abdullah bin Khalifa Stadium, Doha, hari ini. Pertandingan Irak melawan Indonesia akan dipimpin oleh wasit asal Arab Saudi Majed Al Shamrani.

Menurut STY, wasit harus bersikap netral. ’’Pertandingan melawan Irak adalah laga perebutan tempat ketiga. Semua tim tentu akan melakukan yang terbaik. Saya harap semoga AFC menolong kami supaya pertandingan ini bisa berjalan bagus,’’ tegas mantan pemain Queensland Roar tersebut.

’’Saya tidak memiliki niat untuk psywar ke AFC. Saya hanya ingin semua saling menghormati. Wasit, pemain, dan pelatih harus saling menghormati. Jika itu terjadi, tidak ada hal buruk dalam sebuah pertandingan,’’ sambung STY.

Pelatih yang menangani tim nasional Korea Selatan di Piala Dunia 2018 Rusia tersebut menjelaskan, ketidakadilan wasit dalam pertandingan semifinal berdampak terhadap mental para pemain. STY mengaku agak sulit untuk memulihkannya.

’’Jadi, fokus kami jelang laga melawan Irak adalah bagaimana memulihkan mental dan fisik. Kami juga harus memulihkan semangat kami untuk memenangi pertandingan. Itu akan sangat berpengaruh,’’ papar mantan pelatih tim Korea Selatan U-23 itu.

Situasi ini bukan menjadi pertanda STY pesimistis untuk menghadapi Irak. Dia akan melakukan segala cara untuk mengalahkan lawan. Apalagi, saat ini, pilihannya di lini depan lebih bervariasi dengan kembali bergabungnya Rafael Struick. Pemain asal klub ADO Den Haag itu sebelumnya absen dalam pertandingan kontra Uzbekistan karena terkena akumulasi kartu kuning.

STY menyambut gembira kembalinya Struick. Menurut dia, pemain 21 tahun tersebut adalah andalannya di lini depan. ’’Dia pemain yang bagus sejak awal Piala Asia U-23 2024 bergulir. Dia adalah salah satu pemain kunci kami. Saya yakin dia akan berkontribusi besar dalam laga kontra Irak,’’ tegas STY.

Sayang, STY tidak bisa memainkan kapten tim Rizky Ridho. Bek asal Persija Jakarta itu terkena direct red card sehingga harus absen dalam dua pertandingan. ’’Tapi, bisa saya pastikan persiapan kami sudah matang. Kami akan menyambut pertandingan melawan Irak dengan semangat positif,’’ ujarnya.

Di sisi lain, pelatih tim Irak Radhi Shenaishil memastikan timnya bakal tampil all-out dalam pertandingan melawan Indonesia. Irak akan mengalahkan Indonesia demi mengunci tiket Olimpiade Paris 2024 sebagai status tim peringkat ketiga Piala Asia U-23 2024 Qatar.

’’Ini (bersaing menuju Olimpiade) adalah kesempatan yang mungkin tidak terulang lagi. Atau, jika mendapatkan kesempatan lagi, mungkin sulit diraih. Saat ini, pemain sedang dalam puncak performa. Jadi, saya tidak ingin menyia-nyiakannya,’’ ucapnya.

Karena misi itu, Radhi juga meminta para pemainnya untuk mewaspadai Indonesia. Terutama dalam counter attack. Menurut dia, Indonesia adalah tim yang sangat bagus dan kuat. Kedalaman skuadnya merata dengan bergabungnya para pemain naturalisasi.

’’Pemain Indonesia banyak yang bermain di Eropa. Secara umum, sepakbola Asia sangat cepat soal transisi bermain. Kami harus berhati-hati dan menghentikan Indonesia. Terutama ketika menyerang,’’ tegasnya.(fiq/c17/ali/jpg)

Redaksi

Share
Published by
Redaksi

Recent Posts

Sunat Massal dan Cek Kesehatan Gratis Disambut Antusias, Warga Rohul Ucapkan Terima Kasih

Program sunat massal dan pemeriksaan kesehatan gratis di Rohul mendapat apresiasi warga karena membantu meringankan…

2 hari ago

Lolos Fase Gugur untuk Pertama Kali, Afrika Selatan Siap Hadapi Kanada

Afrika Selatan mencetak sejarah dengan lolos ke fase gugur Piala Dunia untuk pertama kalinya dan…

2 hari ago

Dukung Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan, BRK Syariah Siap Sukseskan SE2026

BRK Syariah mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dan mengajak masyarakat berpartisipasi demi terwujudnya data ekonomi…

2 hari ago

Mahasiswa Umri Jadi Korban Pemukulan Saat Demo di DPRD Riau, IMM Desak Investigasi Transparan

Mahasiswa Umri menjadi korban pemukulan saat aksi di DPRD Riau. IMM Pekanbaru mendesak aparat mengusut…

2 hari ago

Longsor Terjang Lembah Anai, Jalan Utama Padang–Bukittinggi Tak Bisa Dilalui

Longsor menutup jalur Padang–Bukittinggi di Lembah Anai. Akses dua arah ditutup total sementara demi keselamatan…

3 hari ago

Pendaftaran SMP Negeri Pekanbaru Segera Ditutup, Ribuan Calon Siswa Berebut Kursi

Pendaftaran SPMB SMP negeri Pekanbaru hampir berakhir. Jalur domisili mencapai 98 persen, sementara kuota sekolah…

3 hari ago