Categories: Nasional

Rapor Merah KPK Awful

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Buku rapor bersampul merah berukuran besar dibentangkan Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi di depan gedung KPK, kemarin (30/12). Di dalamnya tertulis keterangan sertifikat dan daftar nilai kinerja Ketua KPK Firli Bahuri. Dari lima poin penilaian, Firli mendapat nilai D, E dan F dengan total penilaian awful alias buruk sekali.

Aksi teatrikal rapor merah KPK itu merupakan bentuk sindiran untuk Firli Bahuri dkk. Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) Kurnia Ramadhana mengatakan teatrikal itu merupakan respons hari ulang tahun (HUT) KPK ke-18 sekaligus dua tahun masa kepemimpinan Firli dkk di KPK.

"KPK saat ini mengalami kemunduran luar biasa," kata Kurnia.

Dalam rapor merah KPK tersebut, ICW menggarisbawahi persoalan besar yang terjadi di era Firli dkk. Salah satunya penyingkiran pegawai KPK yang tak lolos tes wawasan kebangsaan (TWK). Dalam pelaksanaannya, proses TWK ditemukan banyak persoalan. Mulai dari maladministrasi hingga pelanggaran hak asasi manusia (HAM).

Persoalan selanjutnya, kata Kurnia, adalah pelanggaran kode etik yang dilakukan pimpinan KPK. Yakni Firli dan Lili Pintauli Siregar. Keduanya dinyatakan melanggar etik oleh Dewan Pengawas (Dewas) KPK. Namun hanya mendapat sanksi ringan.

"Keberadaan dewas tidak berfungsi efektif untuk mengawasi, mengevaluasi dan memberikan efek jera," ungkapnya.

Selain itu, ICW juga memberikan rapor merah untuk kinerja penindakan. Kurnia mengatakan penindakan KPK memasuki fase terburuk sepanjang sejarah. Itu dilihat dari jumlah operasi tangkap tangan (OTT) yang turun drastis sejak dua tahun terakhir. "Sepanjang 2021 ini, ICW mencatat KPK hanya enam kali OTT," paparnya.

Jumlah OTT itu terpaut jauh dengan tahun-tahun sebelum Firli dkk memimpin KPK. Pada 2019 atau ketika KPK dipimpin Agus Rahardjo, komisi antirasuah itu melakukan 21 kali OTT. Kemudian di tahun 2018 sebanyak 30 OTT. "KPK di bawah kepemimpinan Firli Bahuri tidak menaruh perhatian lebih terhadap upaya penindakan," tuturnya.

Plt Juru Bicara KPK Bidang Penindakan Ali Fikri mengatakan kritik terhadap lembaganya itu menjadi penyemangat untuk bekerja lebih baik. Namun, Ali menegaskan bahwa pihaknya sampai saat ini terus bekerja. Bukan sekadar di bidang penindakan, tapi juga di bidang pencegahan, pengawasan dan pendidikan antikorupsi.(tyo/jpg)

Rindra

Share
Published by
Rindra

Recent Posts

Tabebuya Bermekaran, Wajah Kota Pekanbaru Berubah Jadi Lebih Indah

Bunga Tabebuya bermekaran di sejumlah ruas jalan Pekanbaru. Warga terpesona melihat pemandangan kota yang lebih…

14 jam ago

Kalam Kudus Menang di Dua Laga, Putra-Putri Melaju ke Final HSBL Selatpanjang

Kalam Kudus meraih dua kemenangan pada HSBL Selatpanjang 2026 dan memastikan tim putra-putri melaju ke…

14 jam ago

Mengarak Tabak hingga Makan Beradat, Tradisi Melayu Batang Peranap Kembali Digelar

Festival Adat Batang Peranap menampilkan Beghagak Tabak, Caca Inai dan Makan Beradat sebagai upaya melestarikan…

2 hari ago

Harga Dexlite Melonjak, Antrean Biosolar di Pelalawan Mengular

Harga Dexlite naik Rp5.050 per liter, pengendara beralih ke biosolar hingga antrean di SPBU Pangkalan…

2 hari ago

Akses Pelabuhan Tanjung Harapan Dibangun Ulang, Ini Panjang dan Ketebalan Jalannya

Pelindo mulai meningkatkan jalan akses Terminal Tanjung Harapan Selatpanjang senilai Rp1,48 miliar untuk kenyamanan dan…

2 hari ago

Lahan 221 Hektare Jadi Sorotan, Mitra Agrinas dan Ninik Mamak Koto Garo Saling Lapor

Konflik pengelolaan lahan eks PT RAL di Koto Garo, Kampar, memanas setelah Mitra Agrinas dan…

2 hari ago