Categories: Nasional

Soal Protes Investor, KKI Sebut Mispersepsi

BANGKINANG (RIAUPOS.CO) — Manajemen Kawasan Kurma Indonesia (KKI) menyatakan komitmennya untuk melaksanakan kesepakatan yang telah disetujui bersama para nasabah atau investor. Humas PT KKI Hidayatullah mengakui memang ada sejumlah nasabah yang mendatangi perusahaan. Namun hal itu untuk mempertanyakaan perkembangan kebun kurma yang mereka investasikan. 

Ada waktu itu, jelas Hidayat, manajemen sudah menemui para nasabah. Manajemen KKI menurutnya juga sudah menjelaskan secara terbuka seperti apa perkembangan kebun kurma milik mereka dan sudah ada kesepakatan untuk mencari titik temu atas permintaan para nasabah itu. Hal ini khususnya terkait  kebun kurma yang berada di Desa Ranah Sungkai  XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar.

"Jadi tidak ada yang ditutup-tutupi, semuanya jelas dan transparan. Semuanya bisa dicek secara langsung ke lapangan, baik dari sisi legalitasnya dan bagaimana progres di lapangan saat ini," jelas Hidayat, Rabu (30/10). 

Saat ini, lanjut Hidayat, PT KKI lebih memfokuskan diri bagaimana pengelolaan kebun bisa berjalan maksimal. Hal itu lebih utama karena menyangkut tanggung jawab perusahaan kepada konsumen. Namun dirinya tidak menampik bahwa adanya keterlambatan pengerjaan dari target yang disepakati bersama nasabah. 

"Adanya keterlambatan pengerjaan dari target yang ditetapkan memang betul. Terlebih dengan jumlah nasabah yang mencapai ribuan orang. Namun kondisi ini juga tidak terlepas dari hambatan lapangan yang terjadi. Seperti faktor cuaca dan juga proses karantina bibit yang membutuhkan waktu minimal tiga bulan untuk siap tanam," terangnya. 

Selama ini menurut dia, perusahaan selalu menekankan kepada para nasabah untuk menerapkan prinsip kehati-hatian dalam bekerja sama. Calon nasabah selalu diberikan kesempatan untuk meninjau langsung kondisi kebun kurma yang sedang dikerjakan dan diberitahu kendala-kendala apa yang sedang dihadapi.

Nasabah selalu diingatkan akan bisnis bersama dan dana kemitraan konsumen. Perusahaan menurutnya menawarkan jasa dan memfasilitasi dan merealisasikan pengadaan kebun kurma yang dibeli nasabah. 

Untuk mencegah terjadinya miskomunikasi atau mispersepsi di masa yang akan datang, perusahaan menurut Hidayat akan semakin memperbaiki sistem informasi kepada nasabah. Sehingga dapat selalu mengakses yang bisa informasi melalui humas perusahaan dan juga layanan customer care. 

"Dan untuk diketahui, dalam waktu dekat ini perusahaan akan sesegera mungkin melakukan serah terima kaplingan kurma milik nasabah secara bertahap," ujar Hidayat. 

Pada kesempatan itu, Hidayat juga mengklarifikasi pemberitaan yang menyebutkan pimpinan PT KKI menghindari media saat dikonfirmasi. Menurutnya, posisi Safrizal, memang kini tidak lagi menduduki posisi Direktur Utama, melainkan sudah menjadi Komisaris. Sehingga terkait kegiatan operasional perusahaan sudah didelegasikan kepada direktur yang baru.(end) 

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Dugaan Korupsi Anggaran Kendaraan Dinas Meranti, Ketua DPRD Minta Hormati Proses Hukum

Ketua DPRD Kepulauan Meranti meminta semua pihak menghormati proses hukum Kejari terkait dugaan korupsi anggaran…

21 jam ago

HSBL 2026 Pekanbaru Series Hari Kedua Sajikan Delapan Pertandingan

HSBL 2026 Pekanbaru Series memasuki hari kedua dengan delapan pertandingan di GOR Tribuana, termasuk laga…

21 jam ago

Karhutla di Tapung Masuk Hari Keempat, 3 Hektare Lahan Gambut Terbakar

Karhutla di Desa Karya Indah, Tapung, Kampar, memasuki hari keempat. Api padam, tetapi sejumlah titik…

21 jam ago

Job Fair Rohul 2026 Jadi Kesempatan Pencari Kerja Temukan Lowongan Baru

Job Fair Rohul 2026 digelar 12 Oktober untuk mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan yang membutuhkan…

22 jam ago

Antisipasi Keracunan MBG, BGN Kuansing Ingatkan SPPG Perketat Cek Kualitas Makanan

BGN Kuansing meminta SPPG memperketat pemeriksaan menu MBG untuk mencegah makanan basi atau kedaluwarsa yang…

22 jam ago

6.000 Liter Formula X-Fire Dikirim Polri untuk Atasi Karhutla Pelalawan

Polri menguji Formula X-Fire untuk menangani Karhutla di lahan gambut Pelalawan dengan dukungan 6.000 liter…

2 hari ago