Categories: Nasional

Terjangan Covid-19 Tak Surutkan Geliat Wisata

Rantau Bais terus bersolek, kepenghuluan (desa-red) yang kaya dengan sumber minyak ini terus berhias semakin elok. Dibandingkan beberapa tahun lalu terlihat perubahan yang mencolok, akses jalan, lingkungan dan fasilitas publik semakin baik. Keberadaan Ekowisata Pulau Tilan menjadi salah satu daya tarik yang membuat kepenghuluan ini menjadi terkenal, dan berbagai program CSR dari SKK Migas-PHE Pertamina turut memberikan kontribusi berarti pada perubahan wajah pariwisata Pulau Tilan khususnya maupun di Rantau Bais secara umum, kini.

Laporan: Zulfadhli, Rokan Hilir

Kedua tangan Jefri (27) terentang kedepan, bersiap menyambut tubuh-tubuh mungil, yang tak sabaran hendak menjejakkan kaki di Pulau Tilan. Beberapa anak tampak semangat, Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pulau Tilan ini membantu penikmat wisata berusia belia tersebut untuk turun dari pompong ke pulau. 

Sementara ibu-ibu yang turut serta tak kalah antusias seolah hendak berlomba mencapai tepian pulau. 

Puluhan wisatawan dari Duri, Bengkalis itu diangkut mengunakan satu perahu wisata yang dikenal dengan sebutan pompong yang merupakan bantuan dari program CSR PHE Pertamina, dan armada tersebut menjadi satu-satunya media penyeberangan untuk mencapai pulau yang terkenal dengan eko wisata alaminya tersebut. 

Pihak Pokdarwis bertindak sebagai pengelola, dengan melibatkan peran serta dan kerjasama dari semua pihak yang terkait di kepenghuluan setempat. Memang banyak perahu masyarakat di aliran sungai Rokan itu namun tak ada yang boleh menyeberangkan wisatawan, berkaitan dengan wisata diserahkan sepenuhnya kepada Pokdarwis. 

Ahad (30/8) siang, teriknya sinar matahari tak begitu terasa menyengat tubuh, hembusan angin yang cukup kencang mengusir hawa panas yang berusaha menyergap, sementara lingkungan yang hijau, asri nan teduh sangat memanjakan mata. 

Pulau Tilan memang mempesona, ia berada di tengah aliran sungai Rokan dengan luasan sekitar 454 hektare (Ha), seluruh lingkungan dan habitat yang ada masih terjaga. Perilaku masyarakat sekitar yang memiliki kesadaran tinggi untuk menjaga alam membuat lingkungan sekitarnya terjaga. 

Sudah sejak lama masyarakat memanfaatkan areal pulau Tilan untuk pengembangan ternak, hewan seperti sapi diletakkan selanjutnya dibiarkan bebas tinggal di Pulau Tilan. 

Uniknya sampai sejauh ini tidak pernah ada kejadian ternak maupun orang yang berkunjung mengalami serangan oleh hewan liar. 

Selain itu di pulau terdapat berbagai tanaman, tinggi dan besarnya pohon yang ada mengindikasikan usia yang sangat lama.

"Ternak itu biasanya ditengok pemiliknya sekitar dua-tiga kali sepekan," kata Jefri. Selain tidak adanya hewan ganas, aksi pencurian terhadap ternak di pulau pun tak pernah terjadi. 

Terjaganya keastrian pulau Tilan itu lambat laun membuat terwujudnya ekowisata, belakangan terdapat sejumlah kalender wisata yang ramai dikunjungi masyarakat. 

Terutama adalah iven tahunan yang biasanya digelar pada pertengahan Oktober setiap tahunnya. Kegiatan itu dikemas dalam bentuk Festival Pulau Tilan, tahun lalu dilaksanakan pada tanggal 11 sampai 13 Oktober 2019. 

Biasanya dipadati ribuan pengunjung dari berbagai daerah. Pemprov Riau turut mendukung eksistensi Festival Pulau Tilan pada saat dilaksanakan. 

Jebolan Manajemen Keuangan UIR ini menyebutkan untuk mendukung potensi wisata Pulau Tilan digagas pembentukan Pokdarwis. 

Dari awalnya hanya perkumpulan para pemuda, akhirnya dibentuk Pokdarwis yang dikuatkan dengan SK Bupati pada tahun 2013. Untuk periode pertama dipimpin Pirdos SSos dan Jefri meneruskan estafet berikutnya pada periode 2018.

"Kalau ada iven, maka Pokdarwis yang menjadi pengeraknya melibatkan kerjasama organisasi yang ada di desa, pemuda, perangkat kepenghuluan," kata Jefri. Pokdarwis sendiri terangnya dibentuk untuk mendorong potensi wisata yang ada, ia menerangkan di Rohil terdapat sejumlah obyek wisata yang menarik namun yang berbentuk pulau hanya ada dua yakni Pulau Jemur yang berada di perbatasan perairan Rohil, Riau dengan perairan Selat Melaka dan pulau Tilan di Rantau Bais, Kecamatan Tanah Putih. 

Bedanya terang Jefri untuk keperluan mengakses Pulau Jemur relatif jauh dan menelan biaya yang tak sedikit hal itu berbeda dengan di Pulau Tilan, bagi pengunjung yang ingin menyeberang hanya dikenai ongkos sekitar Rp8ribu per-orang.

Ada pula paket untuk mengitar pulau Tilan dengan naik pompong, budgetnya juga terjangkau sekitar Rp200 sampai Rp250 ribu dengan muatan sekitar 20 orang. Biasanya untuk mengitari pulau ini memakan waktu lebih kurang 1,5 jam.

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

Remisi Lebaran Dibagikan, 760 Warga Binaan Lapas Tembilahan Tersenyum Bahagia

Sebanyak 760 warga binaan Lapas Tembilahan menerima remisi Idulfitri 1447 H, dua di antaranya langsung…

4 jam ago

Diguyur Hujan, Warga Tetap Antusias Salat Id Bersama Wako Pekanbaru

Hujan deras tak surutkan antusias warga Pekanbaru Salat Idulfitri bersama wali kota. Lokasi dipindah ke…

4 jam ago

Hilal Syawal Belum Terlihat Rabu Malam, Pemerintah Arab Saudi Tetapkan Idulfitri Jumat 20 Maret

Hilal belum terlihat, Arab Saudi tetapkan Syawal Jumat 20 April 2026

3 hari ago

Viral! Penjambret di Pekanbaru Rampas Uang Santunan Anak Yatim

Aksi penjambretan uang santunan anak yatim di Pekanbaru viral. Pelaku berpura-pura bertanya sebelum merampas amplop…

4 hari ago

Jelang Lebaran, Jalan Teluk Leok Mulai Diperbaiki, Warga Bisa Segera Melintas

Pemko Pekanbaru mempercepat perbaikan jalan rusak jelang Idulfitri. Jalan Teluk Leok ditargetkan bisa dilalui aman…

4 hari ago

Jelang Idulfitri, 2.401 Guru di Pekanbaru Dapat Insentif Ramadan

Pemko Pekanbaru salurkan insentif Ramadan kepada 2.401 guru. Guru honor komite dapat tambahan hingga Rp600…

4 hari ago