Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu.
TEL AVIV (RIAUPOS.CO) – Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu gagal membentuk pemerintahan koalisi. Mau tak mau, pemilu ulang digelar pada 17 September. Itu adalah kali pertama pemerintahan tidak bisa terbentuk pascapemilu usai.
Dalam pemilu April lalu, Likud Party yang dipimpin Netanyahu memang memperoleh suara terbanyak, tapi belum menguasai Knesset, sebutan parlemen Israel. Dari 120 kursi, Likud Party menguasai 30 di antaranya. Mau tak mau, mereka berkoalisi dengan partai lain. Termasuk Yisrael Beiteinu Party yang dipimpin Avigdor Lieberman.
Hotel Mutiara Merdeka Pekanbaru menghadirkan promo bulanan bertajuk Paket "Koper" dengan tarif Rp455 ribu per…
Mahasiswa Magister Pendidikan Matematika FKIP UNRI mendampingi 45 guru MTsN 1 Kampar dalam memanfaatkan ChatGPT…
Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu belum menerbitkan Surat Keputusan (SK) pengangkatan bagi 247 kepala sekolah yang…
Kepala pelatih MAN 1 Pekanbaru Suryo Pranoto merasakan kebahagiaan tersendiri saat mendampingi putra kandungnya, Muhammad…
Seorang WNA asal India berinisial SR (61) ditemukan tidak bernyawa di kamar hotel kawasan Jalan…
Direktur Pembinaan Masyarakat Polda Riau Kombes Pol Eko Budhi Purwono memperkuat komitmen menjaga ekosistem pesisir…