Men-PANRB Tjahjo Kumolo (kanan) saat serah terima jabatan lamanya sebagai Mendagri dengan Tito Karnavian (kiri). (Miftahul Hayat/Jawa Pos)
JAKARTA(RIAUPOS.CO)– Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Men-PANRB) Tjahjo Kumolo menyatakan, pihaknya membuka alokasi khusus untuk penyandang disabilitas dalam seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2019. Dengan ini pemerintah bermaksud mengakomodasi hak disabilitas untuk mendapatkan pekerjaan yang layak.
“Disabilitas ini bisa ikut (seleksi) umum, bisa ikut khusus. Kalau ikut umum pasti akan kalah, makanya kita masukkan di khusus. Minimal harus ada,†kata Tjahjo di kantor Kemen-PANRB, Jakarta, Rabu (30/10).
Selain itu, untuk para putra-putri Papua, kata Tjahjo, tidak akan ditempatkan di daerah Papua dan Papua Barat. Ia mengatakan para putri-putra Papua akan disebar ke kementerian maupun lembaga.
“Putra-putri Papua dan Papua Barat itu tidak harus kembali ke daerah. Disebar ke semua (Kementerian),†ucap Tjahjo.
Senada, Deputi Aparatur SDM Kemen-PANRB Setiawan Wangsaatmadja mengatakan, pada proses rekrutmen 2019 pemerintah ingin agar ASN mempunyai keahlian atau berkeahlian spesifik. Pemerintah tidak akan menambah pejabat administratif, tetapi jabatan spesifik. Ini sesuai arahan Presiden Jokowi.
“Kurang lebih jabatan prioritas adalah pendidikan, kesehatan, dan jabatan teknis berkeahlian yang spesifik sesuai core business instansinya,†ucap Setiawan.
Setiawan mengatakan, pemerintah membuka formasi umum dan formasi khusus. Pada formasi khusus, pemerintah menerapkan lima kategori, yakni kategori cumlaude, diaspora, disabilitas, putra-putri Papua dan Papua Barat, dan jabatan lain bersifat strategis.
Semua jabatan bisa disebar di daerah maupun pusat. Kecuali, putra-putri Papua yang hanya ada di jabatan pusat.
Sementara itu, untuk pejabat khusus, Kemen-PANRB menyediakan formasi untuk memenuhi kebutuhan perkembangan zaman seperti penanganan masalah siber.
“Jadi, saat ini kita menghadapi banyak hantaman terkait siber. Oleh karena itu, kami pandang bahwa ini salah satu kebijakan cukup strategis yaitu bagaimana kita mengadakan untuk jabatan-jabatan cyber security,†tukas Setiawan.
Untuk diketahui, pemerintah melalui Kemen-PANRB resmi membuka seleksi CPNS pada 11 November 2019. Sebanyak 152.286 formasi dibuka yang tersebar di pemerintah pusat hingga daerah.
Editor : Deslina
Sumber: Jawapos.com
Sebanyak 983 mahasiswa baru mengikuti PKKMB UHTP 2026. Kegiatan membekali mahasiswa dengan karakter, integritas, dan…
Ahmad Diar, warga Tembilahan, ditemukan meninggal di Sungai Indragiri setelah dilaporkan hilang saat memancing di…
Pemko Pekanbaru menggelar Salat Istiska untuk memohon hujan di tengah kabut asap kiriman akibat karhutla…
Kabut asap Pekanbaru makin pekat Rabu pagi dengan jarak pandang 2,5-3 km dan kualitas udara…
Pengguna Ro-Ro Bengkalis mengeluhkan antrean hingga 3 jam akibat pengurangan armada yang masuk docking pada…
Bupati Meranti Asmar menghormati penyidikan dugaan korupsi anggaran kendaraan dinas, BBM, dan pelumas yang ditangani…