Categories: Nasional

Realokasi Dana Pemindahan Ibu Kota untuk Tangani Wabah Corona

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas menyarankan Presiden Joko Widodo untuk merealokasikan anggaran pemindahan Ibu Kota Baru untuk menghadapi dampak ekonomi dari virus corona.

Karena menurut dia, yang terpenting saat ini adalah kesadaran kolektif bersama, yang utama pemerintah, dalam melawan penyebaran virus corona bersama dengan dampak turunannya.

"Di tengah-tengah masalah yang dihadapi bangsa sekarang ini berupa wabah corona dan dampak buruknya terhadap kesehatan dan keselamatan jiwa serta kehidupan sosial ekonomi rakyat, maka kita sebagai bangsa harus kompak dan bersatu. Untuk itu kita sangat mengharapkan agar para politisi, pimpinan partai dan pemerintah di negeri ini bisa menemukan kata sepakat agar kita sebagai bangsa dapat menghentikan dan memutus mata rantai penularan virus ini secepatnya dan dengan sebaik-baiknya," kata dia dalam keterangan yang diterima JPNN.com, Ahad (29/3).

Anwar menyarankan enam rekomendasi kepada pemerintah, pimpinan partai dan pihak terkait untuk menanggulangi masalah virus corona ini.

Pertama, Presiden harus melakukan karantina total atau karantina wilayah untuk jangka waktu yang sudah dibicarakan dengan para ahli.

Kedua, kata dia, melakukan realokasi terhadap seluruh dan atau sebagian anggaran infrastruktur yang ada sekarang ini. Dana itu untuk dipergunakan bagi kepentingan memutus mata rantai penyebaran virus corona.

"Ketiga, menunda penggunaan rencana anggaran pemindahan ibu kota untuk yang 2020 ini seluruhnya dan atau sebagiannya bagi dipergunakan untuk menolong ekonomi rakyat dan memulihkan perekonomian nasional," kata Anwar.

Keempat, lanjut dia, mengalihkan seluruh dan atau sebagian anggaran yang diperuntukkan bagi desa dan kelurahan bagi menolong rakyat setempat selama masa lockdown.

Kelima, tambahnya, memanggil para pengusaha besar dan mewajibkan mereka untuk memberikan bantuan bagi penanganan kasus corona serta mengatasi persoalan ekonomi yang dialami oleh masyarakat lapis bawah.

"Keenam, menindak dengan tegas siapa saja yang tidak mematuhi anjuran dan ketentuan dari pemerintah tentang lockdown ini," kata dia.

Sumber: JPNN.Com
Editor: Rinaldi

 

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

Aslog Kapolri Pimpin Langsung Pemadaman Karhutla di Pelalawan

Mabes Polri mengirim 6.000 liter Formula X-Fire untuk memperkuat pemadaman karhutla di Pelalawan, terutama kawasan…

5 jam ago

Kabut Asap Pekanbaru, Sekolah Kembali Tatap Muka Terbatas dengan Wajib Masker

Kabut asap karhutla masih berdampak pada sekolah di Pekanbaru. PTM terbatas diberlakukan dengan kewajiban masker…

5 jam ago

Hujan Lebat Guyur Kuansing, Salat Istisqa Dialihkan Jadi Tausyiah dan Doa Bersama

Hujan lebat mengguyur Kuansing sejak Jumat dini hari. Salat Istisqa dialihkan menjadi tausyiah dan doa…

5 jam ago

Kasus Dugaan Pencabulan Santriwati, Pengasuh Ponpes di Lubuk Dalam Dibekuk

Pengasuh ponpes di Lubuk Dalam, Siak, RS alias KR ditangkap terkait dugaan pencabulan santriwati. Polisi…

5 jam ago

HSBL 2026 Pekanbaru Segera Bergulir, 46 Tim Siap Adu Kemampuan

HSBL 2026 Pekanbaru diikuti 46 tim dan menghadirkan kategori Junior khusus pelajar SMP atau sederajat…

1 hari ago

PSPS Pekanbaru Tantang PSIS di Laga Pembuka Championship 2026/2027

PSPS Pekanbaru menghadapi PSIS Semarang di laga pembuka Championship 2026/2027. Askar Bertuah menargetkan poin dari…

1 hari ago