Ilustrasi: kejahatan siber mengintai para pengguna e-wallet. (CPOMagazine)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Berkaca dari kejadian Maia Estianty yang ditipu oknum driver ojek online (ojol), ada beberapa hal yang perlu Anda ketahui. Terlebih jika sangat yang aktif menggunakan smartphone sebagai ‘dompet’ kedua. Dompet di sini adalah uang atau saldo di platform E-Wallet yang kini banyak ditawarkan oleh banyak aplikasi.
Menghindari kejadian yang menimpa Maia Estianty terulang ke masyarakat yang lain, pakar keamanan siber sekaligus Chairman Communication and Information System Security Research Center (CISSReC) Pratama Persadha menyebut ada beberapa langkah mudah untuk mengantisipasi hal tersebut. Cara pertama adalah jangan sekali-kali mau kalau diminta siapapun untuk memencet tombol berupa kode-kode tertentu di ponsel kita.
"Yang pasti jangan mau kalau diminta siapapun pencet-pencet kode di ponsel kita atau kasih-kasih kode OTP kita ke siapapun. Bahkan ke malaikat pun juga jangan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan," ujarnya ketika dihubungi JawaPos.com.
Hal kedua yang juga penting adalah selalu mengaktifkan fitur keamanan autentikasi dua faktor. “Selalu aktifkan fitur pengamanan maksimal di akun-akun semisal medsos, email, dan akun-akun lainnya yang kita miliki. Antara lain mengaktifkan two factors authentication,” lanjutnya.
Autentikasi dua faktor ini secara sederhana memberikan perlindungan dua lapis kepada objek yang dilindungi. Jadi, ketika lapisan pertama dengan perlindungan nomor telepon misalnya sudah berhasil ditembus, masih ada lapisan kedua untuk verifikasi dengan sandi yang lain.
Selanjutnya, buat password dengan kombinasi huruf dan angka yang kuat. Senantiasa lakukan pembaruan password juga penting untuk mencegah password dibobol oleh orang yang tak bertanggung jawab.
"Terus gunakan password yang berbeda untuk akun-akun yang kita miliki. Bikin password yang kuat juga. Biasakan juga secara rutin mengganti Password yang kita miliki," lanjut Pratama.
Hal tersebut merupakan cara sederhana untuk membentengi akun kita dari tindakan kejahatan. Sebagai informasi, Maia Estianty ditipu oleh oknum ojol menggunakan modus Call Forwarding. Dengan memasukan kode USSD, pelaku berhasil masuk ke sambungan telepon Maia dan mendapatkan akses ke akun-akunnya dalam hal ini Gojek, WhatsApp, dan Tokopedia.
Pelaku dapat dengan mudah masuk lantaran Maia disebut tidak mengaktifkan keamanan autentikasi dua faktor. WhatsApp misalnya, ketika pertama diinstal atau kembali lagi masuk akun, platfom tersebut diverifikasi bisa menggunakan sambungan telepon.
Untuk sistem keamanan perbankan di mobile banking, Pratama menilai sistem keamanannya sudah cukup kuat ketimbang aplikasi-aplikasi lainnya. Namun, di perbankan juga dianjurkan untuk senantiasa memperbarui password.
"Kalau mobile banking sih relatif lebih aman karena autentikasinya beberapa bank membutuhkan akses fisik ke SIM Card. Dan jika memindahkan ke ponsel lain perlu nomor kartu debit dari bank yang kita miliki," tandas Pratama.
Sumber: Jawapos.com
Editor: Erizal
HSBL 2026 Pekanbaru diikuti 46 tim dan menghadirkan kategori Junior khusus pelajar SMP atau sederajat…
PSPS Pekanbaru menghadapi PSIS Semarang di laga pembuka Championship 2026/2027. Askar Bertuah menargetkan poin dari…
Pemprov Riau akan memelihara Jembatan Siak I dan Siak III pada pekan ketiga September dengan…
Pertamina Patra Niaga menaikkan pasokan BBM JBT di Riau hingga 27 persen seiring meningkatnya kebutuhan…
Komjak RI mengunjungi Kejari Pekanbaru untuk mengecek pengaduan masyarakat dan sarana prasarana serta mengingatkan pentingnya…
Video pembagian MBG di SDN 015 Tambusai Utara viral dan memunculkan anggapan penolakan. Sekolah menegaskan…