cuci-tangan
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Suatu hari Nana pergi ke mal seorang diri. Ia berencana membeli pakaian yang sudah diincar sejak lama.
Sudah lama Nana tidak ke mal sejak pandemi Covid-19. Dan ia pun tidak terlalu terbiasa dengan protokol kesehatan (prokes).
Saat hendak cuci tangan misalnya. Ia sangat bingung dengan bentuk keran yang berbeda dari yang pernah ia lihat.
Tak hilang akal, ia memperhatikan pengunjung lain saat mencuci tangan. Ternyata, cukup meletakkan tangan di bawah mulut keran, maka keran secara otomatis akan mengucurkan air.
Ia melakukan hal serupa. Nana meletakkan tangannya di bawah keran, namun air tak kunjung mengucur. Ia pun panik karena beberapa orang mulai memperhatikannya.
Nana mencari-cari tombol putar atau tombol pijak namun tidak menemukan.
Karena tidak tahu harus bagaimana, ia pun bertanya ke salah satu orang yang kebetulan juga hendak masuk ke mal. Orang tersebut menjelaskan jika sensor tangan sedikit berada di bawah, sehingga tangan tidak perlu terlalu dekat dengan mulut keran.
"Tangannya jangan dekat-dekat, Mbak," katanya mempraktekkan.
"Alamaak….! Malunya. Dia anggap aku norak pasti," ujar Nana dalam hati.(anf)
Pemko Pekanbaru memastikan program berobat gratis UHC terus berlanjut dengan anggaran Rp111 miliar setelah tunggakan…
Menkeu Purbaya menyebut APBN bisa tanpa defisit, namun berisiko besar bagi ekonomi. Defisit 2025 dijaga…
DPRD Pekanbaru mendukung Satgas Penertiban Kabel FO tetap bekerja meski perda belum disahkan demi keselamatan…
Sekda Inhu menegaskan tidak ada toleransi bagi ASN yang terlibat narkoba dan mendukung penuh proses…
Jonatan Christie menjadi satu-satunya wakil Indonesia di perempat final Malaysia Open 2026 dan siap menghadapi…
Pemkab Kepulauan Meranti mulai mencairkan gaji ASN dan PPPK Januari 2026 serta tunda bayar 2024…