ahli-ungkap-pakai-masker-saat-olahraga-tidak-berbahaya
JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Berolahraga sambil memakai masker di era pandemi diyakini aman untuk dilakukan. Menurut sebuah studi terbaru, tim peneliti Italia telah menyelidiki kemampuan bernapas di antara 12 peserta untuk mengeksplorasi apakah penutup wajah memengaruhi aktivitas fisik yang intens.
Mereka membandingkan aktivitas jantung mereka saat berolahraga dengan sepeda statis dengan dan tanpa masker. Meskipun pemakaian masker memang menunjukkan adanya perubahan dalam pengukuran, akan tetapi dipastikan tidak ada tanda-tanda bahwa hal itu membahayakan kesehatan.
Meski para ahli menemukan perbedaan dalam beberapa pengukuran antara memakai masker dan tidak memakai masker, tidak ada tanda-tanda bahwa memakai masker saat berolahraga menimbulkan risiko bagi kesehatan.
Penulis studi, Dr. Elisabetta Salvioni dari Centro Cardiologico Monzino, IRCCS, Milans, mengakui masker adalah senjata utama dalam mencegah penularan. Menurutnya penelitian menunjukkan bahwa memakai masker dapat membantu mencegah penyebaran penyakit.
“Tetapi tidak ada bukti jelas apakah masker aman dipakai selama olahraga berat,” tegasnya seperti dilansir dari diabetes.co.uk, Ahad (28/3).
Terlepas dari temuan tersebut, saran resmi yang diberikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) adalah bahwa tidak boleh ada yang memakai masker saat melakukan aktivitas fisik. Studi tersebut menunjukkan peserta yang memakai masker mengalami penurunan 10 persen dalam kualitas olahraga tetapi para peneliti berpikir mungkin itu disebabkan sedikitnya udara masuk dan keluar melalui kain.
“Penurunan ini tak masalah, yang terpenting tidak menunjukkan risiko bagi orang sehat yang melakukan olahraga dengan masker,” tuturnya.
Sementara masih menunggu cakupan vaksin pada semua orang, temuan ini bisa membuat seseorang lebih aman untuk membuka gym dalam ruangan. Namun ditegaskan, temuan ini khusus orang yang sehat dan tak punya riwayat penyakit. Penemuan ini telah dipublikasikan di European Respiratory Journal.
“Namun, kami tidak boleh berasumsi bahwa hal yang sama berlaku untuk orang dengan penyakit jantung atau paru-paru,” tegasnya.
Sumber: Jawapos.com
Editor: E Sulaiman
Terduga dalang pembakaran jaring nelayan di Panipahan, Rohil, ditangkap polisi setelah buron ke Sumatera Utara.
Pemprov Riau mengajukan tambahan kuota 99.700 KL biosolar dan 99.556 KL pertalite karena kebutuhan BBM…
Sebanyak 46 tim siap bertanding di Riau Pos-Honda Student Basketball League 2026 Pekanbaru Series pada…
PLN UP3 Rengat meresmikan SPKLU di Bank Mandiri Rengat untuk memudahkan pengisian daya sekaligus mendorong…
sebanyak 20.800 murid SD dan SMP Negeri di Pekanbaru akan menerima seragam gratis. Penyaluran ditargetkan…
Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau mengganggu penerbangan Pekanbaru-Jakarta. Sebanyak 34 penerbangan dari Bandara SSK II…