Categories: Nasional

Keluarga Brigadir Yosua Tuntut Ganti Rugi Rp7,5 Miliar

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Kasus pembunuhan berencana yang menewaskan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir Y belum berakhir. Orang tua Brigadir J, Samuel Hutabarat dan Rosti Simanjuntak mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan kepada beberapa pihak yang menyebabkan nyawa sang putra melayang. Mereka menuntut ganti rugi sebesar Rp7,5 miliar. 

Mereka yang tergugat di antaranya Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada E, Ricky Rizal Wibowo, Kuat Ma’ruf, dan Kapolri Listyo Sigit. Sidang sedianya digelar perdana kemarin di PN Jakarta Selatan. Namun, lantaran para pihak tergugat tak hadir, jadwal sidang digeser pada 19 Maret mendatang.

Kuasa Hukum Keluarga Brigadir Y Kamaruddin Simanjuntak mengatakan, ada beberapa sebab mengenai tuntutan itu. Yang utama, terkait dengan status Brigadir Y sebagai ASN Polri. Jika tidak terjadi insiden itu, Brigadir Y punya waktu bekerja hingga 30 tahun lalu hingga pensiun di usia 58 tahun. Kondisi ini menjadi kerugian materil bagi klien dan keluarga yang ditinggalkan. Mengingat, Brigadir Y juga belum menikah. “Ini yang pertama,” katanya di PN Jakarta Selatan.

Kedua, soal uang yang dimiliki oleh Brigadir Y yang tersimpan di bank senilai Rp200 juta. Uang itu, kata Kamaruddin telah dicuri oleh Ricky Rizal atas perintah istri Sambo, Putri Candrawathi. Uang diambil Ricky pada 11 Juli 2022. Sementara Brigadir Y tewas oleh timah panas di rumah Duren Tiga pada 8 Juli 2022. Uang tabungan itu hingga kini tak jelas rimbanya.

Ketiga, soal pin emas hadiah dari Kapolri kepada Brigadir Y lantaran memiliki kinerja yang baik selama bertugas di Polri. Pin dengan emas seberat 10 gram itu hingga kemarin juga tidak ada kejelasannya. Ada juga tiga buah gawai, laptop, serta pakaian dinas yang kini juga tak kembali ke keluarga Brigadir Y.

Tak hanya menuntut ganti rugi, pihak keluarga juga berharap agar tuntutan rumah Duren Tiga menjadi museum. Tuntutan itu digulirkan sebagai wujud peristiwa memilukan dan mencoreng korps Bayangkara Indonesia tak terulang lagi di masa depan.(elo/jpg)

Redaksi

Recent Posts

Menginap di Kamar Deluxe Cuma Rp455 Ribu, Hotel Mutiara Merdeka Hadirkan Paket “Koper”

Hotel Mutiara Merdeka Pekanbaru menghadirkan promo bulanan bertajuk Paket "Koper" dengan tarif Rp455 ribu per…

1 jam ago

Tingkatkan Kualitas Pembelajaran, Mahasiswa Pascasarjana UNRI Dampingi Guru MTsN 1 Kampar Kembangkan AI

Mahasiswa Magister Pendidikan Matematika FKIP UNRI mendampingi 45 guru MTsN 1 Kampar dalam memanfaatkan ChatGPT…

1 jam ago

Sekda Inhu Zulfahmi Adrian Koordinasi dengan BKN Atasi Polemik SK 247 Kepala Sekolah

Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu belum menerbitkan Surat Keputusan (SK) pengangkatan bagi 247 kepala sekolah yang…

7 jam ago

Satu Tim dengan Sang Putra, Kebahagiaan Coach Suryo Dampingi Debut Alif di Firstman

Kepala pelatih MAN 1 Pekanbaru Suryo Pranoto merasakan kebahagiaan tersendiri saat mendampingi putra kandungnya, Muhammad…

7 jam ago

WNA Asal India Ditemukan Tak Bernyawa di Kamar Hotel Jalan Hang Tuah Duri

Seorang WNA asal India berinisial SR (61) ditemukan tidak bernyawa di kamar hotel kawasan Jalan…

1 hari ago

Polda Riau Libatkan Bhabinkamtibmas dalam Program Rehabilitasi Mangrove M4CR

Direktur Pembinaan Masyarakat Polda Riau Kombes Pol Eko Budhi Purwono memperkuat komitmen menjaga ekosistem pesisir…

1 hari ago