Categories: Nasional

Kapolda Metro Jaya Bantah Penyetruman kepada Lutfi

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana memastikan tidak ada praktik penyetruman kepada seorang tersangka saat dilakukan pemeriksaan. Hal itu dia sampaikan untuk menjawab pernyataan terdakwa kasus kerusuhan demonstrasi Lutfi Alfiandi yang menyatakan mendapat kekerasaan saat diinterogasi penyidik Polres Metro Jakarta Barat.

"Sebenarnya juga tidak ada (penyetruman), tidak ada yah," kata Nana di Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Selasa (28/1).

Sementara itu, saat disinggung 5 penyidik yang diperiksa Propam terkait kasus ini, Nana belum bisa memberikan keterangan secara rinci. Dia masih menunggu laporan dari Propam. "Iyah makanya nanti tunggu hasilnya, dari Propam belum melaporkan," imbuhnya.

Lebih lanjut, mantan Kapolda Nusa Tenggara Barat (NTB) memastikan akan memberikan sanksi kepada penyidik jika terbukti melakukan kekerasaan saat proses pemeriksaan. "Kalau kita temukan akan kita lakukan tindakan," pungkas Nana.

Sebelumnya, pada persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (20/1), Lutfi mengaku dianiaya oleh aparat Polres Jakarta Barat selama ditahan. Dia dipaksa mengaku telah melempari polisi dengan batu pada saat demo penolakan RKUHP dan RUU KPK pada 30 September 2019.

"Saya disuruh duduk dan disetrum sekitar setengah jam. Saya disuruh melempar batu ke petugas padahal saya tidak melempar," kata Lufti.

Kabagpenum Divisi Humas Mabes Polri Kombes Pol Asep Adi Saputra mengatakan saat ini sudah ada 5 penyidik yang diminta keterangan terkait kasus tersebut. "Secara keseluruhan sudah 5 penyidik dari Polres Jakarta Barat yang diperiksa terkait perkara ini," kata Asep di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (28/1).

Asep memastikan Propam bekerja untuk menemukan fakta hukum terhadap tudingan tersebut. Mereka melaksanakan pemeriksaan baik itu secara internal maupun eksternal. Rencananya hari ini Lutfi pun akan dimintai keterangan terkait pernyataannya tersebut. Menurut Adi, Kapolri Jenderal Pol Idham Azis serius mengungkap kasus ini. Oleh karena itu, sanksi telah disiapkan apabila memang peristiwa itu terjadi.
Sumber: Jawapos.com
Editor: Erizal

Rinaldi

Share
Published by
Rinaldi

Recent Posts

Tabebuya Bermekaran, Wajah Kota Pekanbaru Berubah Jadi Lebih Indah

Bunga Tabebuya bermekaran di sejumlah ruas jalan Pekanbaru. Warga terpesona melihat pemandangan kota yang lebih…

3 hari ago

Kalam Kudus Menang di Dua Laga, Putra-Putri Melaju ke Final HSBL Selatpanjang

Kalam Kudus meraih dua kemenangan pada HSBL Selatpanjang 2026 dan memastikan tim putra-putri melaju ke…

3 hari ago

Mengarak Tabak hingga Makan Beradat, Tradisi Melayu Batang Peranap Kembali Digelar

Festival Adat Batang Peranap menampilkan Beghagak Tabak, Caca Inai dan Makan Beradat sebagai upaya melestarikan…

4 hari ago

Harga Dexlite Melonjak, Antrean Biosolar di Pelalawan Mengular

Harga Dexlite naik Rp5.050 per liter, pengendara beralih ke biosolar hingga antrean di SPBU Pangkalan…

4 hari ago

Akses Pelabuhan Tanjung Harapan Dibangun Ulang, Ini Panjang dan Ketebalan Jalannya

Pelindo mulai meningkatkan jalan akses Terminal Tanjung Harapan Selatpanjang senilai Rp1,48 miliar untuk kenyamanan dan…

4 hari ago

Lahan 221 Hektare Jadi Sorotan, Mitra Agrinas dan Ninik Mamak Koto Garo Saling Lapor

Konflik pengelolaan lahan eks PT RAL di Koto Garo, Kampar, memanas setelah Mitra Agrinas dan…

4 hari ago