PEKANBARU (RiIAUPOS.CO) – Dua orang tersangka pembunuhan pengusaha rental mobil berhasil ditangkap jajaran Polda Riau. Kedua tersangka ditangkap di Sumatera Utara, beserta barang bukti berupa mobil dan alat bukti lainnya.
Perawakan tersangka dengan badan sedikit gempal dan berambut ikal dengan kulit sedikit gelap. Dua dari empat tersangka ini digelandang oleh pihak kepolisian dengan menggunakan kursi roda.
Kapolda Riau, Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi menyampaikan, kedua pelaku pembunuhan terhadap pengusaha rental mobil berisinial AN dan DV. Mereka ditangkap di tempat persembunyiannya di Provinisi Sumatera Utara (Sumut).
"Tersangka AN dan DV ditangkap di panti pijat di Jalan Binjai Simpang Diski, Kota Binjai, Jum'at (25/9)," ujar Agung, Ahad (27/9).
Dalam upaya penangkapan, lanjut Kapolda, kedua pelaku berusaha memberikan melarikan diri dan memberikan perlawanan dengan menggunakan senjata tajam (sajam). Sehingga, kata jendral bintang dua, pihaknya memberikan tindakan tegas dan terukur yang mengenai kaki kedua pelaku.
"Hasil pendalaman, keduanya mengakui ada pelaku lain berinisial IR dan DD. Mereka saat ini dalam pengejaran," sebut mantan Dirtipideksus Bareskrim Polri.
Kapolda Riau menambahkan, terhadap AN dan DV dijerat dengan Pasal Pasal 340 KUHP dan atau pasal 338 KUHP jo Pasal 365 ayat (3) KUHP. Ancamannya, berupa pidana hukuman mati atau hukuman penjara selama 20 tahun.
Laporan: Riri Radam (Pekanbaru)
Editor: E Sulaiman
Pemkab Rohul usulkan percepatan jadwal penerbangan JCH ke Batam demi efisiensi waktu dan kenyamanan jamaah…
Sebanyak 819 peserta siap ikut MTQ Riau 2026 di Kuansing. Persiapan venue, penginapan, dan kawasan…
PUPR Riau cepat perbaiki jalan amblas di Sudirman Pekanbaru. Enam ruas jalan sudah dibenahi, tiga…
Bangunan liar menjamur di jalan protokol Pekanbaru. Satpol PP segera lakukan penertiban karena ganggu drainase…
Wako Pekanbaru tinjau titik banjir dan temukan masalah drainase serta sampah. Pemko siap lakukan revitalisasi…
SPBU Inhu dorong penggunaan aplikasi XStar untuk BBM subsidi. Warga mengeluh, harga Pertalite di pelosok…