Categories: Nasional

Jokowi dan Prabowo Menunjukkan Kualitas Sebagai Negarawan Sejati

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Pengamat politik dan sosial kemasyarakatan DR John N. Palinggi merasa komposisi Kabinet Indonesia Maju yang dipilih Presiden Joko Widodo melahirkan optimisme dan harapan baru untuk Indonesia yang lebih baik.

Pasalnya, nama yang terpilih umumnya memiliki kemampuan mumpuni dan loyalitas yang tinggi terhadap bangsa dan negara. Selain itu juga berkarakter kuat.
John mencontohkan Tito Karnavian yang ditunjuk sebagai Mendagri, menurutnya sangat tepat mengingat pengalaman dan kesetiaan mantan Kapolri itu selama puluhan tahun mengabdikan diri bagi bangsa dan negara.

“Penugasan Pak Tito selaku Mendagri, saya pastikan mampu dan dapat dilaksanakan sesuai dengan perintah Bapak Presiden. Apalagi didukung kemampuan berkomunikasi yang baik. Maka target yang telah ditentukan, yaitu membereskan hambatan perizinan dan gangguan investasi yang selama ini menjadi masalah besar, bakal tercapai,” ujar John di Jakarta, Sabtu (26/10).

John kemudian menyoroti penunjukan Nadiem Makarim sebagai Mendikbud. Diyakini mampu menciptakan manusia Indonesia yang unggul, memiliki daya kreasi, inisiatif yang tinggi, berprestasi dan budaya tidak mengenal menyerah.

“Saya yakin mampu diwujudkan pada saatnya oleh Menteri Nadiem Makarim. Sebaiknya penciptaan keterampilan untuk dapat bekerja dengan baik dapat diintegrasikan ke dalam kurikulum di bawah kemendikbud. Saya kira tidak perlu seluruh instansi pemerintah memiliki Sekolah dan universitas sendiri," katanya.

Sementara itu terkait penunjukan Prabowo Subianto sebagai Menhan, John menilai Jokowi menunjukkan kualitasnya sebagai negarawan sejati. Merangkul kompetitor politik untuk bersama-sama membangun bangsa.

John juga memuji sikap Prabowo yang bersedia menerima tawaran Jokowi. Menurutnya, sikap tersebut juga menunjukkan spirit kenegarawanan yang tinggi.

"Warga negara atau tokoh masyarakat yang senang memelihara perseteruan, sengketa, bahkan permusuhan secara terus menerus, sangat tidak baik. Itu dapat menjadi ancaman paling berbahaya bagi bangsa dan negara, terutama bagi umat manusia dan sekaligus gagal melaksanakan perintah agama," katanya.

John kemudian mengajak masyarakat meneladani sikap Jokowi dan Prabowo. Ia mengingatkan bahwa pertandingan lewat pilpres telah usai. Kini saatnya bersama bahu-membahu membangun Indonesia.

"Orientasinya sekarang bukan lagi soal memenangkan calon, tetapi bagaimana menyatukan kekuatan guna membangun negara. Jangan mudah menghina atau mencaci-maki pemimpin. Itu sangat tidak baik. Yakini, bahwa pemimpin itu pilihan Tuhan," pungkas John.(gir/jpnn)
Sumber: Jpnn.com
Editor: Erizal

Rinaldi

Share
Published by
Rinaldi

Recent Posts

Aktivitas Tambang Ilegal Dibongkar, Lima Rakit PETI Dibakar Polisi

Polsek Kuantan Mudik menertibkan PETI di areal PT KTBM dan memusnahkan lima rakit tambang ilegal…

4 jam ago

Bengkalis Usulkan 5 Lokasi Sekolah Nasional Terintegrasi, Kecamatan Ini Jadi Sorotan

Pemkab Bengkalis mengusulkan lima lokasi pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi dengan konsep pendidikan terpadu bertaraf internasional.

4 jam ago

Keluhan Warga Meningkat, Wabup Rohul Minta PLN Benahi Pasokan Listrik

Wabup Rohul meninjau UPTD PAB Ujungbatu dan meminta PLN segera menstabilkan pasokan listrik demi layanan…

4 jam ago

3.000 Peserta dan 12 Mobil Hias Semarakkan Pawai Waisak di Pekanbaru

Pawai Waisak di Pekanbaru berlangsung meriah dengan 3.000 peserta dan 12 mobil hias meski sempat…

7 jam ago

Kasus Sadis Sopir Truk Minyakita di Pekanbaru Terungkap, Rekan Kerja Jadi Otak Pelaku

Polisi mengungkap kasus pembunuhan sopir truk Minyakita di Pekanbaru. Rekan kerja korban diduga menjadi otak…

7 jam ago

Jalan Pasar Modern Telukkuantan Mulai Diperbaiki, Warga Sambut Gerak Cepat PUPR

PUPR Kuansing mulai memperbaiki Jalan Pasar Modern Telukkuantan yang rusak dan berlubang menjelang Iduladha.

1 hari ago