Categories: Nasional

Hujan Buatan Atasi Karhutla, Kini Hot Spot Tinggal 1.744 Titik

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Jumlah titik panas (hot spot) di berbagai daerah di Indonesia terus berkurang. Berdasar data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Senin lalu (23/9) hot spot berjumlah 3.150 titik. Sehari kemudian turun pada angka 1.982 titik dan kemarin menjadi 1.744 titik.

Plh Kapusdatin dan Humas BNPB Agus Wibowo menuturkan, salah satu penyebab berkurangnya hot spot adalah hujan yang turun di beberapa daerah kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Langit yang semula tertutup asap pekat kini mulai terang. ’’Mudah-mudahan beberapa hari ke depan langit bisa cerah dan biru kembali,” harap Agus.

Di Jambi, titik panas perlahan menurun. Kemarin citra satelit Lapan menunjukkan masih ada 25 titik api dengan tingkat kepercayaan di atas 80 persen. Jumlah tersebut jauh menurun sejak viralnya video langit Jambi memerah pada Minggu (22/9). Saat itu tercatat 669 hot spot dengan tingkat kepercayaan di atas 80 persen.

Hujan mengguyur Jambi sejak Selasa (24/9) pukul 16.50. Koordinator Lapangan BBTMC-BPPT Posko TMC Riau Samba Wirahma menuturkan, semula ada empat kota/kabupaten di Jambi yang turun hujan. Yakni, Jambi, Muaro Jambi, Batanghari, dan Sarolangun. ”Hujan turun dengan intensitas sedang. Alhamdulillah,” ujar Samba.

Hasil tersebut tidak terlepas dari kerja keras tim Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Dua hari mereka melakukan operasi teknologi modifikasi cuaca (TMC). ”Operasi TMC di Jambi menugaskan tim posko Riau dan Sumatera Selatan. Kami terus bekerja keras menabur kapur tohor dan NaCl untuk menyemai awan,” beber Kepala BPPT Hammam Riza.

Kepala Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca (BBTMC) BPPT Tri Handoko Seto menyatakan, operasi menggunakan empat pesawat terbang dengan jenis Hercules C-130 dan Cassa 212-200. Masing-masing tersebar di Kalimantan dan Sumatera. ”Nanti ditambah satu pesawat lagi. Sebab, potensi awan hujan semakin banyak,” kata Seto.

Selain di Kalimantan, hujan terjadi di Sumatera. Di Riau misalnya, kerapatan hujannya mencapai 30 juta meter kubik. ”Sampai akhir bulan ini saya optimistis ada pengurangan titik panas dan asap yang cukup signifikan,” ujar Seto.

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

PTPN IV Juara! Turnamen Tenis Regional III 2026 Ditutup Meriah

Turnamen Tenis Piala PTPN IV 2026 di Pekanbaru berakhir meriah, diikuti ratusan peserta dan jadi…

20 jam ago

Kendalikan Harga, Pemprov Riau Gelar Operasi Pasar di Pekanbaru

Pemprov Riau gelar pasar murah di Pekanbaru dan Kampar untuk jaga harga dan stok bahan…

20 jam ago

Hati-Hati! Lubang di Flyover Sudirman Ancam Pengendara

Lubang di flyover Sudirman Pekanbaru membahayakan pengendara dan berisiko picu kecelakaan, warga minta segera diperbaiki.

21 jam ago

TKA SD Dimulai! 19.709 Murid Pekanbaru Ujian Berbasis Komputer

Sebanyak 19.709 siswa SD di Pekanbaru mengikuti TKA yang digelar bertahap di 311 sekolah dengan…

21 jam ago

Investasi Rp300 Miliar Masuk Siak, Ratusan Warga Siap Direkrut

Galangan kapal PT MNS di Siak mulai dibangun dengan investasi Rp300 miliar dan diperkirakan menyerap…

21 jam ago

438 CJH Pekanbaru Siap Berangkat, Wako Agung Bakal Lepas Kloter Perdana Jemaah Haji

Sebanyak 438 CJH Pekanbaru diberangkatkan 23 April 2026. Wako Agung Nugroho lepas langsung, jemaah lebih…

23 jam ago