Novel Baswedan.
JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko menyatakan pemerintahan Joko Widodo masih berusaha mengusut kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan. Pendalaman itu hingga kini sedang dilakukan oleh Polri.
Demikian disampaikan Moeldoko saat dimintai tanggapan pemerintah atas langkah Amnesty Internasional Indonesia membawa kasus yang menimpa penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu ke Kongres Amerika Serikat (AS).
’’Saya tidak dalam konteks mengecilkan kasus itu sendiri. Namun ini kan, pemerintah masih berusaha. Unsur-unsur yang memiliki tugas untuk itu bekerja keras. Saya pikir perlu menunggu. Lebih baik menunggu (hasilnya),’’ ucap Moeldoko di kantornya, Jakarta, Jumat (26/7/2019).
Mantan Panglima TNI itu menerangkan bahwa Presiden Jokowi telah memberikan tugas baru kepada Kapolri Jenderal Tito Karnavian, untuk menindaklanjuti secara teknis hasil temuan TGPF.
Pihaknya meyakini indikator-indikator untuk mengungkap siapa pelakunya akan kelihatan. Apalagi Jokowi juga menunggu hasil pendalaman kasus itu oleh tim teknis yang dikomandoi oleh kapolri.
Bunga Tabebuya bermekaran di sejumlah ruas jalan Pekanbaru. Warga terpesona melihat pemandangan kota yang lebih…
Kalam Kudus meraih dua kemenangan pada HSBL Selatpanjang 2026 dan memastikan tim putra-putri melaju ke…
Festival Adat Batang Peranap menampilkan Beghagak Tabak, Caca Inai dan Makan Beradat sebagai upaya melestarikan…
Harga Dexlite naik Rp5.050 per liter, pengendara beralih ke biosolar hingga antrean di SPBU Pangkalan…
Pelindo mulai meningkatkan jalan akses Terminal Tanjung Harapan Selatpanjang senilai Rp1,48 miliar untuk kenyamanan dan…
Konflik pengelolaan lahan eks PT RAL di Koto Garo, Kampar, memanas setelah Mitra Agrinas dan…