Categories: Nasional

DPR Sorot Anggaran VPN Kemenag Seharga Rp160 Miliar

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Rapat lanjutan pembahasan RAPBN 2021 Kementerian Agama (Kemenag) dengan Komisi VIII DPR pada Jumat (26/6) sore berlangsung alot. Sejumlah poin anggaran atau program kerja disorot.

Salah satunya anggaran terkait penyediaan virtual private network (VPN). Anggaran tersebut dialokasikan Kemenag dari anggaran Sekretariat Jenderal (Setjen) Kemenag. Namun Menag Fachrul Razi tidak menyampaikan detail anggaran untuk VPN tersebut.

Dia hanya menyampaikan bahwa anggaran Setjen Kemenag tahun depan direncanakan Rp2,2 triliun. Kemudian Fachrul Razi menyampaikan adanya usulan tambahan anggaran Setjen Kemenag mencapai Rp160 miliar. Nah, anggaran untuk VPN muncul dalam penyampaian usulan tambahan anggaran Setjen Kemenag tersebut.

Sorotan terhadap anggaran VPN itu disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi VIII DPR Ihsan Yunus. "Banyak pendetailannya (anggaran, Red) cukup baik. Tapi ada juga yang aneh dan perlu dipertanyakan," tutur Ihsan Yunus. Di antaranya anggaran pemenuhan bandwidth VPN.

"Setahu saya VPN itu untuk meretas atau mengakses situs-situ yang tidak diperbolehkan pemerintah Indonesia," katanya. Menurut Ihsan, keberadaan VPN bisa menjadi pisau bermata dua. VPN di kalangan pengguna internet, banyak digunakan untuk mengakses website yang diblokir. Seperti website yang menyajukan video porno atau sejenisnya.

Ihsan dengan tegas mempertanyakan penggunaan anggaran untuk VPN. Dia berharap Kemenag bisa menjelaskan anggaran untuk VPN itu. "Kalau (VPN, Red) dipakai untuk nonton situs porno, bahaya," katanya.

Selain itu, Ihsan juga menyoroti adanya anggaran untuk kegiatan-kegiatan nasional. Pasalnya, tahun depan belum bisa dipastikan kondisi sudah normal alias bebas dari wabah Covid-19. Di tengah wabah Covid-19, kegiatan masal bersifat nasional sulit dilaksanakan.

Rapat dihentikan sementara sekitar pukul 17.30 WIB. Di awal rapat Menag Fachrul Razi menyampaikan usulan tambahan anggaran itu disampaikan karena dari pagu indikatif masih ada kekurangan anggaran untuk sejumlah program. Pagu anggaran indikatif Kemenag tahun depan sekitar Rp66,6 triliun.

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

 

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

Tak Boleh Non-Tunai, Menaker Tegaskan BHR Ojol Minimal 25%

Menaker wajibkan BHR ojol dan kurir dibayar tunai minimal 25 persen, cair paling lambat tujuh…

16 jam ago

Living World Luncurkan My Living App, Program Loyalitas Terintegrasi Nasional

Living World luncurkan My Living App, program loyalitas digital terintegrasi dengan promo, poin belanja, dan…

17 jam ago

Setahun Berdiri, Gerakan Rakyat Berubah Jadi Parpol

Gerakan Rakyat resmi jadi partai politik. Status Anies Baswedan belum diumumkan, fokus kini pada penyelesaian…

17 jam ago

Tak Boleh Dicicil! Disnaker Pekanbaru Tegaskan THR Harus Cair Penuh Sebelum 8 Maret

Disnaker Kota Pekanbaru tegaskan THR 2026 wajib dibayar penuh sebelum 8 Maret. Perusahaan dilarang mencicil,…

20 jam ago

Catat! Sekolah di Meranti Libur 16–29 Maret, Masuk Kembali 30 Maret

Sekolah di Kepulauan Meranti libur Idulfitri 16–29 Maret 2026. Kegiatan belajar kembali normal pada 30…

21 jam ago

Hutan Mangrove di Bibir Selat Melaka Dirambah, Ancaman Abrasi Mengintai

Sebanyak 3,4 hektare mangrove di Bengkalis dibabat untuk tambak udang. Warga khawatir abrasi pantai makin…

21 jam ago