Categories: Nasional

Separuh dari Rp24 M yang Dicetak Beredar, Semiliar Dijual Rp5 Juta

INDRAMAYU (RIAUPOS.CO) – Peredaran uang palsu (upal) senilai Rp11,5 miliar digagalkan aparat kepolisian Polres Indramayu, Jawa Barat. Upal diedarkan ke masyarakat dengan harga jual Rp5 juta untuk upal Rp1 miliar.

Kapolres Indramayu AKBP Hafidh S Herlambang mengatakan pengungkapan dilakukan jajarannya berkat informasi yang beredar di masyarakat. Upal Rp11,5 berhasil disita dan empat orang pelakunya diamankan.

“Empat orang kita tangkap, karena terbukti membuat dan mengedarkan uang palsu,” katanya seperti dikutip Radar Tegal (Jawa Pos Group), Rabu (26/5/2021).

Empat tersangka tersebut yaitu CAR, 52, SAM, 42, GUF, 45, merupakan warga Indramayu. Seorang lagi, IM, 46, adalah warga Jember, Jawa Timur. Dalam beraksi, CAR dan SAM sebagai pengedar dan memasarkan upal. Sedangkan GUF dan IM sebagai pembuat upal. “Yang membuat dua orang yaitu GUF dan IM, sedangkan pengedarnya itu CAR dan SAM,” tuturnya.

Dilanjutkan Hafidh, menurut pengakuan para tersangka dalam memasakan upal Rp1 miliar dijual dengan harga Rp5 juta.

“Uang palsu dijual tersangka satu miliarnya seharga Rp5 juta,” katanya.

Upal Rp1 miliar, dijual kepada warga kampung dengan harga Rp5 juta dan saat ini identitasnya masih diselidiki. “Uang palsu ini di antaranya dijual kepada warga Lampung dan kami masih belum mengetahui identitasnya,” ujarnya.

Para tersangka juga mengaku telah membuat uang palsu sebanyak Rp24 miliar. Dan mereka membuat sejak Januari 2020. Dari total upal Rp24 miliar, sebanyak Rp12,5 miliar kemungkinan besar sudah beredar luas di masyarakat.

“Dari pengakuan tersangka sudah membuat uang palsu Rp24 miliar, namun saat kita geledah hanya menemukan Rp11,5 miliar,” tuturnya.

Hafidh menjelaskan terbongkarnya kasus peredaran upal, berawal dari kecurigaan anggota Polres Indramayu yang sedang berpatroli, di mana didapati dua orang sedang melakukan kegiatan transaksi. Setelah didekati, salah seorang melarikan diri dan seorang lainnya berhasil diamankan.

“Tersangka yang berhasil diamankan itu pertama CAR, yang akan melakukan transaksi dan dari keterangan yang bersangkutan, kami tangkap tiga tersangka lainnya,” ungkapnya.

Saat ditangkap, dari tangan para tersangka, pihaknya menyita beberapa barang bukti, di antaranya uang rupiah palsu pecahan Rp100 ribu dengan total senilai Rp11,5 miliar, kemudian uang tunai Rp1,1 juta hasil penjualan uang palsu, 55 lembar hasil cetakan uang palsu yang belum dipotong.

Selain itu disita juga dua buah karung putih yang berisi 49 lembar uang Canada belum dipotong, 29 bundel uang dolar Amerika, satu bundel uang dolar Singapura. “Kami juga menyita satu kendaraan roda empat, satu unit sepeda motor, satu unit mesin penghitung uang dan tiga unit telepon genggam,” katanya.

Para tersangka akan dijerat Pasal 244 KUHP jo Pasal 36 dan 37 UU RI No. 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang dengan ancaman kurungan penjara paling lama seumur hidup dan denda Rp100 miliar.

Sumber: Jawapos.com

Editor: Eka G Putra

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

HPT Rohil Berhasil Kumpulkan 150 Kantong Darah di Aksi Donor Darah

HPT Rohil bersama PMI Pekanbaru berhasil mengumpulkan 150 kantong darah dalam kegiatan donor darah di…

17 jam ago

Umri Wisuda 418 Lulusan, Perkuat Langkah Menuju Kampus Unggul

Umri mewisuda 418 lulusan dan terus memperkuat langkah menuju kampus unggul dengan pengembangan fasilitas dan…

17 jam ago

Baru Dua Kecamatan, Program 1 ASN 1 RW Pekanbaru Segera Diperluas

Pemko Pekanbaru mulai menerapkan program 1 ASN 1 RW di dua kecamatan dan akan memperluas…

17 jam ago

Operasional KMP Tirus Normal Lagi, Rute Insit-Mengkapan Kembali Dibuka

KMP Tirus kembali beroperasi melayani rute Insit-Mengkapan usai baling-baling kapal yang tersangkut jaring selesai diperbaiki.

18 jam ago

Penerimaan Murid Baru di Inhil Kini Lebih Transparan dengan Sistem Digital

Dinas Pendidikan Inhil mulai menerapkan Sistem Penerimaan Murid Baru berbasis digital untuk tahun ajaran 2026/2027.

18 jam ago

Bakal Calon Rektor Unri, Prof Jimmi Copriady Usung Kolaborasi dan Inovasi Kampus

Prof Jimmi Copriady dinilai memiliki rekam jejak kuat dan layak maju sebagai bakal calon Rektor…

19 jam ago