melebihi-izin-tinggal-imigrasi-pekanbaru-deportasi-wn-malaysia
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Kantor Imigrasi Kelas I TPI Pekanbaru Kanwil Kemenkumham Riau memberikan tindakan administratif keimigrasian yaitu berupa pendeportasian dan penangkalan terhadap seorang WNA berinisial NA(52) asal Malaysia.
NA dideportasi ke negaranya, Malaysia, melalui pelabuhan Batam Center di Batam pada Jumat (25/3/2022) sekitar pukul 08.00 WIB, dengan pengawalan oleh petugas Imigrasi Pekanbaru, Zulfikri dan Andri N.
Kejadian ini berawal dari adanya laporan dari keluarganya yang diketahui bahwa NA telah berada di Air Molek, Kabupaten Indragiri Hulu, semenjak bulan Maret 2020 dengan menggunakan izin tinggal bebas visa kunjungan (BVK).
Mendapat laporan tersebut, Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Pekanbaru, Syahrioma Delavino, langsung mengambil tindakan cepat untuk melakukan pemeriksaan terhadap NA. Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan, diperoleh keterangan bahwa izin tinggal NA telah melewati batas waktu yang diizinkan.
Dari hasil pemeriksaan terhadap dokumen dan bukti-bukti yang ada, diketahui bahwa NA terbukti telah melakukan pelanggaran sebagaimana yang tertuang dalam pasal 78 ayat 3 Undang Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian.
"Yaitu, orang asing pemegang izin tinggal yang telah berakhir masa berlakunya dan masih berada dalam wilayah Indonesia lebih dari 60 hari dari batas waktu izin tinggal dikenai tindakan administratif keimigrasian berupa deportasi dan penangkalan,’’ ujar Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI, Syahrioma Delavino kepada Riaupos.co, Jumat (25/3/2022).
Atas kejadian tersebut, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Pekanbaru Kanwil Kemenkumham Riau memberikan sanksi tindakan administratif keimigrasian terhadap NA, yaitu berupa pendeportasian ke negaranya.
“Kami berharap dengan adanya tindakan tegas ini seluruh WNA yang berada di wilayah Indonesia, khususnya di wilayah kerja Kantor Imigrasi Kelas I TPI Pekanbaru, untuk selalu mentaati peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia,’’ tegas Syahrioma.
Dengan adanya tindakan administratif keimigrasian ini diharapkan dapat memberikan efek jera terhadap WNA yang melakukan pelanggaran keimigrasian.
‘’Selain itu, lanjutnya, pemberian tindakan administratif keimigrasian ini juga merupakan bentuk nyata penegakan hukum keimigrasian di wilayah kerja Kantor Imigrasi Kelas I TPI Pekanbaru,’’ tutup Syahrioma Delavino.
Laporan: Henny Elyati (Pekanbaru)
Editor: Hary B Koriun
Tim roadshow Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Riau hadir menyapa para pelajar SMA…
Dinas PUPRPKP Kabupaten Indragiri Hulu mencari solusi anggaran senilai Rp500 juta usai Jembatan Sarang Elang…
Konsulat Malaysia di Pekanbaru menggelar Pameran Kebudayaan Internasional 2026 di UIN Suska Riau dengan menyuguhkan…
Pemprov Riau melalui Dinas PUPR-PKPP mulai melebarkan Jalan HR Soebrantas dan Jalan Tuanku Tambusai Pekanbaru…
Rencana pembangunan Sekolah Rakyat di Bengkalis terkendala setelah lahan usulan di Desa Wonosari ditolak Kemensos…
Satreskrim Polresta Pekanbaru menetapkan pria berinisial S sebagai tersangka penipuan investasi proyek pengangkutan batu bara…