PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Surat Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor: 191/B.II/2/PDJ/2020 yang ditandatangani oleh Meteri Agama Fachrul Razi, diteken Senin (23/11/2020) terkait pemberhentian Rektor UIN Suska Riau Profesor Akhmad Mujahidin, beredar luas, Selasa (24/11/2020).
Dalam surat itu disebutkan menjatuhkan hukum disiplin berupa pembebasan jabatan dari tugas tambahan sebagai Rektor UIN Suska Riau kepada Prof DR Akhmad Mujahidi SAg MAg kerena telah melanggar ketentuan tentang disiplin PNS.
Pertimbangan pemberhentian Akhmad Mujahidin disebutkan dalam surat tersebut antara lain karena ia dinilai lemah dalam mengontrol pengelolaan anggaran UIN Suska Riau. Dan terbukti telah menyalahgunakan wewenang memutasikan pejabat administrasi di lingkungan UIN Suska Riau.
Perihal kebenaran surat ini, pihak kampus masih bungkam ketika coba dikonfirmasi Riaupos.co hingga Selasa sore. Sang Rektor, Prof DR Akhmad Mujahidi SAg MAg yang coba dikonfirmasi lewat seluler dan pesan elektonik whatsapp belum merespon.
Begitu juga pihak humas kampus UIN Suska Pekanbaru yang dikonfirmasi perihal kebenaran surat ini, pihak humas kampus tidak merespon. Bahkan ada informasi, yang bersangkutan dikabarkan tengah terbaring di rumah sakit.
Pihak Kanwil Kemenag Provinsi Riau yang juga dikonfirmasi Riaupos.co terkait kebenaran SK pemberhentian juga belum bisa memberikan penjelasan resmi.
Laporan: Dofi Iskandar (Pekanbaru)
Editor: E Sulaiman
Agung Toyota membuka program trade in New Hilux di Riau. Konsumen dapat menukar mobil lama…
Pawai Gebyar Scooter Lancang Kuning ke-16 di Bengkalis berlangsung meriah dengan peserta dari berbagai provinsi…
SSB PTPN IV Regional III juara Liga TOPSkor Pekanbaru 2026 dan berhak mewakili Riau pada…
Galeri24 Pegadaian menghadirkan Promo Kicau dengan diskon 1,5 persen untuk pembelian emas batangan selected item…
ICW menyoroti pengadaan 80 ribu pikap Kopdes Merah Putih yang diduga memiliki potensi rente hingga…
Sekitar 48 ribu warga Kota Padang masih menganggur. Pemko memperkuat pelatihan berbasis kebutuhan industri untuk…