Categories: Nasional

Jaga Inflasi Tidak Terlalu Rendah

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Pemerintah jungkir balik untuk menjaga daya beli masyarakat dan sasaran inflasi. Sebab, pascapandemi Covid-19, konsumsi masyarakat tertekan dan membuat inflasi berada di tren yang sangat rendah. Presiden Joko Widodo mengimbau agar inflasi tidak terlalu rendah. "Kali ini kita dituntut mampu mempertahankan tingkat inflasi agar tidak terlalu rendah," ujarnya pada Rakornas Pengendalian Inflasi, kemarin (22/10). 

Hal itu tentu berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya di mana inflasi tidak serendah seperti saat ini. Dengan menjaga inflasi agar tetap ada di titik keseimbangan, Jokowi yakin hal itu bisa menjadi stimulus agar produsen tetap melakukan produksi. Dengan target itu, maka keseimbangan pasokan dan permintaan menjadi sangat penting. 

"Agar saat perekonomian mulai pulih dan daya beli masyarakat telah kembali normal tidak terjadi tekanan signifikan pada harga-harga," imbuh mantan Wali Kota Solo itu. 

Jokowi melanjutkan, dengan kondisi saat ini, pengendalian inflasi tidak melulu soal mengendalikan harga saja. Tetapi juga menjaga daya beli masyarakat dengan berbagai kebijakan. 

Kebijakan-kebijakan itu berupa penyaluran berbagai stimulus dan bansos yang sifatnya transfer tunai. Di antaranya yakni Program Keluarga Harapan, BLT Tunai, BLT dana desa, kartu prakerja, subsidi gaji, serta bansos produktif untuk bantuan modal UMKM.

Dengan adanya pencairan berbagai stimulus itu, diharapkan masyarakat bisa memiliki alokasi anggaran yang bisa dibelanjakan. Dengan begitu, daya beli pun perlahan pulih dan pasokan bisa bertumbuh. 

Dia juga mendorong agar seluruh kementerian/lembaga (K/L) maupun pemerintah daerah (pemda) bisa segera mengakselerasi anggaran belanjanya. Jokowi ingin, belanja K/L dan pemda bisa mengutamakan penerapan produk dalam negeri, baik produk pertanian maupun UMKM.  "Terutama melalui belanja bantuan sosial dan belanja modal yang mendukung pemulihan ekonomi terutama sektor UMKM," kata dia. 

Pada kesempatan yang sama, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengingatkan agar pemda bisa lebih giat mengakselerasi belanja APBD-nya. Dia menyoroti kinerja pemda dalam serapan anggaran PEN di daerah yang masih rendah.

"Saya ingin garisbawahi bahwa saat pemerintah pusat melakukan dan terus menerus mencoba melihat alokasi dan distribusi serta penyerapan dari program-program PEN, kita lihat di tingkat daerah penyerapan masih perlu ditingkatkan," jelasnya. (dee/jpg)

Rindra

Share
Published by
Rindra

Recent Posts

Sunat Massal dan Cek Kesehatan Gratis Disambut Antusias, Warga Rohul Ucapkan Terima Kasih

Program sunat massal dan pemeriksaan kesehatan gratis di Rohul mendapat apresiasi warga karena membantu meringankan…

2 hari ago

Lolos Fase Gugur untuk Pertama Kali, Afrika Selatan Siap Hadapi Kanada

Afrika Selatan mencetak sejarah dengan lolos ke fase gugur Piala Dunia untuk pertama kalinya dan…

2 hari ago

Dukung Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan, BRK Syariah Siap Sukseskan SE2026

BRK Syariah mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dan mengajak masyarakat berpartisipasi demi terwujudnya data ekonomi…

2 hari ago

Mahasiswa Umri Jadi Korban Pemukulan Saat Demo di DPRD Riau, IMM Desak Investigasi Transparan

Mahasiswa Umri menjadi korban pemukulan saat aksi di DPRD Riau. IMM Pekanbaru mendesak aparat mengusut…

2 hari ago

Longsor Terjang Lembah Anai, Jalan Utama Padang–Bukittinggi Tak Bisa Dilalui

Longsor menutup jalur Padang–Bukittinggi di Lembah Anai. Akses dua arah ditutup total sementara demi keselamatan…

2 hari ago

Pendaftaran SMP Negeri Pekanbaru Segera Ditutup, Ribuan Calon Siswa Berebut Kursi

Pendaftaran SPMB SMP negeri Pekanbaru hampir berakhir. Jalur domisili mencapai 98 persen, sementara kuota sekolah…

3 hari ago