bau-kaki
Sugeng mendapatkan undangan mengikuti seminar beberapa waktu lalu. Seminar diadakan di dalam ruangan ber-AC.
Saat tiba di lokasi, ternyata panitia seminar meminta peserta seminar diminta melepaskan sepatu.
Mendengar hal tersebut, Sugeng pun terkejut. Bukan tanpa alasan. Ia memiliki penyakit bau kaki.
"Alamaaak…!! Saya punya penyakit bau kaki,” ujarnya dalam hati.
Tapi, mau tak mau Sugeng tetap harus melepaskan sepatunya. Benar saja, usai membuka sepatu dan kaos kakinya, tiba-tiba orang yang berada di sekelilingnya langsung menutup hidung.
"Ya ampun.. bau apa ini? Bau banget,” celetuk seorang peserta yang hadir.
Sugeng pun salah tingkah. Apalaginya bau kakinya menyeruak di dalam ruangan yang ber-AC sehingga membuat suasana seminar menjadi tak nyaman.
Menyadari kalau bau busuk tersebut berasal dari kakinya, Sugeng pun keluar ruangan dan segera pergi ke toilet untuk mencuci kakinya.(dof)
MPP Inhil menambah layanan haji dan umrah. Masyarakat kini bisa mengurus keperluan ibadah secara mudah…
Polisi mengamankan 29 sepeda motor saat patroli balap liar di Simpang Garoga, Duri, guna menjaga…
Unri bersama Tanoto Foundation membangun sistem digital soft skills mahasiswa terintegrasi, terukur, dan menjadi bagian…
Pemprov Riau mewajibkan investor menyimpan dana di BRK Syariah sebagai langkah memperkuat bank daerah dan…
Pedagang mendesak Pasar Bawah Pekanbaru segera dioperasikan sebelum Ramadan setelah dua tahun revitalisasi belum juga…
Pemkab Rohul menggratiskan pendidikan atlet difabel Niken hingga Paket C serta memberi uang pembinaan atas…