Categories: Nasional

Tragis, Tiga Dokter Meninggal Tertular Copid-19

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Kabar duka datang dari tenaga medis dan dokter. Mereka yang berjuang di garda terdepan harus gugur karena tertular COVID-19. Dikabarkan tiga orang dokter spesialis meninggal dunia karena virus corona COVID-19.

Mereka adalah Dokter Spesialis THT dr Adi Mirsa putra SpTHTKL, dokter spesialis bedah dr Joko Yudoyoko SpB KBD, dan dokter spesialis saraf dr Hadio. Dua dokter di antaranya meninggal di RSUP Persahabatan dan satu dokter lainnya di RSPAD Gatot Subroto.

Juru bicara penanganan virus Corona RSUP Persahabatan dr Erlina Burhan membenarkan dua rekan sejawat dokter meninggal di RSUP Persahabatan. “Benar (meninggal di RSUP Persahabatan),” katanya singkat kepada wartawan, Ahad (22/3).

Dikonfirmasi terpisah, Dirut RSUP Persahabatan Rita Rogayah mengungkapkan, status 2 dokter meninggal di rumah sakit tersebut belum bisa dipastikan. Apakah negatif atau positiv virus corona COVID-19.

“Pasien ini masuk RS Persahabatan malam hari, besoknya meninggal. Jadi belum ada hasil negatif atau positif,” kata Rita.

Sedangkan JawaPos.com juga berusaha mengkonfirmasi RSPAD Gatot Subroto terkait satu dokter yang dikabarkan meninggal di sana. Namun belum ada jawaban.

Sebelum meninggal, Dokter Spesialis THT dr. Adi Mirsa putra berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) COVID-19. Praktik di salah satu rumah sakit daerah Bekasi.

Sedangkan Dokter Spesialis Bedah dr. Joko Yudoyoko, SpB KBD, sebelum meninggal praktek di Cianjur dan Sukabumi. Terakhir, Dokter Spesialis Saraf dr. Hadio bertugas di salah satu RS di Bintaro, Tangerang.

Harus diketahui, para dokter dan perawat di tanah air yang berjuang di garda terdepan melawan virus gangguan pernapasan itu benar-benar mulia. Di tengah minimnya atau terbatasnya Alat Pelindung Diri (APD) seperti baju hazmat dan lainnya membuat potret buram di berbagai daerah. Bahka sebelumnya ada tenaga medis yang justru mengenakan jas hujan.

Sebelumnya, Pandu Riono, salah satu kerabat dokter yang meninggal menyatakan keprihatinannya atas minimnya APD bagi para dokter lewat unggahan Twitter. Dia mengucapkan selamat jalan kepada kerabatnya itu

“Selamat jalan mas Koko, maafkan saya belum berhasil mendorong agar pemerintah @jokowi serius mengatasi pandemi covid19. Mas terinfeksi karena aktif beri layanan. Banyak petugas kesehatan yang terinfeksi dan pergi, minimnya APD sulit dimaafkan. Tidak cukup bicara, kita semua berbuat,” kata Pandu Riono lewat kicauannya.

 

Sumber: Jawapos.com

Editor: E Sulaiman

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Wanita Asal Kuansing Ditemukan Tewas di Hotel Dharmasraya, Polisi Amankan Terduga Pelaku

Wanita asal Kuansing ditemukan meninggal di hotel di Dharmasraya. Polisi menduga korban dibunuh, sementara terduga…

7 jam ago

Promo Luxury July! Menginap di Mutiara Merdeka Pekanbaru Mulai Rp499 Ribu per Malam

Hotel Mutiara Merdeka Pekanbaru menghadirkan promo Luxury July. Menginap mulai Rp499 ribu nett lengkap dengan…

7 jam ago

Asyik Mendulang Emas, Remaja di Kuansing Tertimbun Longsoran Tebing hingga Meninggal

Remaja 15 tahun di Kuansing meninggal dunia setelah tertimbun longsoran tebing saat mendulang emas. Polisi…

7 jam ago

Antar Jemput Pelajar Gratis Dimulai, Bus Sekolah Pekanbaru Layani 7 Sekolah

Bus sekolah gratis resmi beroperasi di Pekanbaru mulai 13 Juli. Layanan tahap awal melayani tujuh…

7 jam ago

Bantuan CSR Rp65 Juta Disalurkan untuk 140 Nelayan Terdampak Dugaan Pencemaran Sungai Tapung

Sebanyak 140 nelayan Desa Kota Garo menerima bantuan CSR senilai Rp65 juta untuk memulihkan usaha…

11 jam ago

Agung Toyota Buka Program Trade In New Hilux, Mobil Lama Bisa Ditukar

Agung Toyota membuka program trade in New Hilux di Riau. Konsumen dapat menukar mobil lama…

1 hari ago