warga-laporkan-kades-gunung-bungsu-ke-kejari
BANGKINANG (RIAUPOS.CO) — Sejumlah warga Desa Gunung Bungsu mendatangi Kejaksaan Negeri (Kejari) Kampar pada Rabu (19/2) pagi. Rombongan ini melaporkan Kepala Desa (Kades) Gunung Bungsu Dedi Putra atas dugaan melakukan pengelembungan anggaran dan laporan fiktif.
Menurut para pelapor, Kades Gunung Bungsu Dedi Putra sudah membuat laporan fiktif terkait pembangunan jalan plasma sepanjang 2 km.
Padahal, jalan yang akan memakan anggaran dana desa (ADD) 2019 senilai Rp220 juta itu, tidak pernah terlaksana. Bahkan hingga Februari 2020 ini, jalan itu tidak juga dimulai pelaksanaannya. Sementara dalam laporan LKPJ disebutkan sudah terealisasi.
Selain itu, para pelapor juga memasukkan laporan terkait dugaan penggelembungan sejumlah pembangunan di desa yang berada di Kecamatan XIII Koot Kampar tersebut. Di antaranya pembangunan drainase di Dusun 1 sepanjang 100 meter senilai Rp60 juta, pembangunan tembok TK Al Mujahidin sepanjang 77 meter senilai Rp77 juta. Ada juga pembangunan panggung seni di Dusun IV ukuran 8×6 meter senilai Rp94 juta. Semuanya biayanya, menurut warga, tidak masuk akal alias terlalu mahal.
Aduan masyarakat ini diterima Kasi Intel Kejari Kampar Silfanus Rotua Simanulang. Silfanus menerima beberapa warga di ruangannya dan menerima laporan resmi dari masyarakat Gunung Bungsu itu.
Dirinya menyebutkan, sesuai prosedur, akan menindaklanjuti laporan tersebut. "Ya nanti kita pelajari dulu. Pokoknya dalam waktu sesingkat-singkatnya akan kita tindak lanjuti," sebut Silfanus.
Terpisah, Kades Gunung Bungsu Dedi Putra memberikan penjelasan terkait laporan dan dugaan dari warganya sendiri itu. Soal LKPj, Dedi mengaku memang LKPj itu salah. Dirinya juga membenarkan bahwa jalan sepanjang 2 km senilai Rp220 juta tersebut belum dibangun, namun dilaporkan sudah terealisasi dalam LKPJ tersebut.(end)
Atlet difabel asal Rokan Hulu, Niken, sukses meraih empat medali di ASEAN Para Games 2025…
Pemkab Inhu lakukan tes urine terhadap 29 anggota Satpol PP sebagai langkah deteksi dini narkoba…
Enam pelaku pencurian dengan kekerasan di Jalan Lingkar Pasirpengaraian ditangkap polisi. Aksi mereka sempat meresahkan…
Oknum anggota DPRD Pelalawan jalani pemeriksaan usai ditetapkan tersangka kasus dugaan penggunaan ijazah milik orang…
Dua warga Alam Panjang, Kampar, diamankan usai kepergok mencuri 54 tandan sawit. Pelaku diserahkan warga…
DPUPR Meranti menyusun prioritas peningkatan dan rekonstruksi jalan 2026 pascapergeseran anggaran, sejumlah ruas terpaksa ditunda.