Categories: Nasional

Sudan Kisruh, Kudeta Militer Tembak Mati 10 Demonstran Pro-Demokrasi

KHARTOUM (RIAUPOS.CO) – Pasukan keamanan Sudan menembak mati 10 orang pengunjuk rasa anti-kudeta dan melukai puluhan lainnya pada Rabu (17/11/2021). Ini adalah hari paling berdarah sejak pengambilalihan militer pada 25 Oktober.

Serikat dokter pro-demokrasi menyebut korban tewas –semuanya di Khartoum, terutama distrik utara — bertambah menjadi 34 orang akibat kerusuhan sejak militer merebut kekuasaan. Sementara ratusan lainnya terluka.

Demonstran turun ke jalan di seluruh ibu kota meskipun saluran telepon dan layanan internet telah terganggu sejak militer mengambil alih.

"Rakyat memilih pemerintahan sipil," teriak para demonstran.

Mereka juga meneriakkan slogan-slogan menentang penguasa Sudan, jenderal Abdel Fattah al-Burhan.

Saksi di lokasi menyampaikan pasukan keamanan menembakkan gas air mata, melukai beberapa pengunjuk rasa. Namun militer membantah menggunakan peluru tajam.

Serikat dokter mengatakan sebagian besar korban menderita luka tembak di kepala, leher maupun dada. Namun, katanya, para demonstran tetap berbaris.

Demonstrasi juga meletus di Port Sudan, kata seorang jurnalis AFP. Mereka menentang kudeta yang menghentikan transisi demokrasi setelah penggulingan diktator lama Omar al-Bashir pada 2019.

"Itu adalah hari yang sangat buruk bagi para pengunjuk rasa," kata Soha, seorang pengunjuk rasa berusia 42 tahun, kepada AFP.

"Saya melihat seseorang dengan luka tembak di belakang saya dan ada banyak penangkapan (di Khartoum, red)," katanya.

Upaya militer membendung protes membuat ratusan orang ditangkap, termasuk aktivis, orang yang lewat dan jurnalis. Kepala biro jaringan  Al Jazeera ditangkap pada Ahad dan dibebaskan Selasa lalu.

Komite Sentral Dokter Sudan mengatakan pasukan keamanan juga telah menangkap orang-orang yang terluka di dalam rumah sakit Khartoum.

Asosiasi Profesional Sudan, payung serikat pekerja yang berperan dalam protes 2019, mengecam kejahatan besar terhadap kemanusiaan. Mereka menuduh pasukan keamanan melakukan pembunuhan terencana.

Sumber: AFP/Al Jazeera/CNN/Berbagai Sumber
Editor: Hary B Koriun

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

Tiga Bulan Belajar di Dunia Media, Mahasiswa Unri Rampungkan Program Magang Berdampak di Riau Pos

Mahasiswa Unri sukses menyelesaikan program Magang Berdampak selama tiga bulan di Riau Pos dengan bekal…

15 jam ago

Tangis dan Bangga Warnai Pelepasan 250 Siswa SMPN 25 Pekanbaru

Pelepasan 250 pelajar kelas IX SMPN 25 Pekanbaru berlangsung khidmat, meriah, dan penuh suasana haru.

15 jam ago

Sewa Lima Hari, Mobil Malah Digelapkan, Pasutri Berakhir Ditangkap

Pasutri di Tapung ditangkap polisi setelah diduga menggelapkan mobil rental yang tak dikembalikan kepada pemiliknya.

15 jam ago

Pantai Solop Diawasi Ketat Saat Iduladha, Maksiat dan Narkoba Jadi Perhatian

Pengawasan di Pantai Solop diperketat selama libur Iduladha untuk mencegah maksiat, miras, narkoba dan perilaku…

15 jam ago

Korupsi Bibit Kopi Liberika di Meranti, Kerugian Negara Rp663 Juta Berhasil Dipulihkan

Kejari Kepulauan Meranti berhasil memulihkan kerugian negara Rp663 juta dari kasus korupsi pengadaan bibit kopi…

16 jam ago

Kursi Kadis PUPR Riau Berganti, SF Hariyanto Tunjuk Zulfahmi Jadi Plt

SF Hariyanto menunjuk Zulfahmi sebagai Plt Kadis PUPR-PKPP Riau untuk penyegaran dan percepatan pembangunan infrastruktur.

16 jam ago