Peserta senam sehat foto bersama usai mengikuti beragam kegiatan di Hari Diabetes Sedunia yang ditaja oleh RS Awal Bros Pekanbaru, Sabtu (16/11/2019). (RS AWAL BROS FOR RIAU POS)
PEKANBARU (rIAUPOS.CO) — Untuk mengedukasi masyarakat sekaligus memperingati Hari Diabetes Sedunia yang jatuh setiap 14 November, RS Awal Bros Pekanbaru melaksanakan berbagai kegiatan menarik, Sabtu (16/11). Kegiatan tersebut di antaranya senam diabetes, pemeriksaan kesehatan gratis dan seminar awam.
Direktur RS Awal Bros Pekanbaru, dr Jimmy Kurniawan MKK menjelaskan, selain senam diabetes juga digelar senam zumba, healthy cooking serta edukasi kesehatan bersama dua narasumber yakni dr Irma Wahyuni SpPD dan dr Eka Maya Sari Sp GK.
"Kegiatan ini juga dilaksanakan serentak di berbagai cabang RS Awal Bros Grup lainnya di seluruh Indonesia. Kami berharap dengan adanya edukasi kesehatan ini masyarakat lebih paham apa itu penyakit diabetes dan bagaimana cara penanganan tepatnya," ucapnya.
Sementara itu, dr Irma Wahyuni SpPD mengatakan, gejala-gejala penyakit diabetes di antaranya sering buang air kecil, sering lapar, mudah halus, tambahan lainnya seperti ada gatal-gatal yang tidak hilang-hilang, penurunan berat badan drastis tanpa sebab yang jelas, disfungsi seksual potensi terus yang tidak sembuh-sembuh yang makin hancur rontok.
Bahkan, akibat kurangnya pengetahuan terhadap gejala-gejala tersebut membuat masyarakat enggan untuk mendeteksi secara dini dirinya punya risiko diabetes atau tidak. “Sebenarnya semua faktor risiko itu bisa deteksi lebih dini dengan mulai menjalankan gaya hidup sehat,’’ ujarnya.
"Pasalnya ke depan, risiko diabetes itu akan meningkat pada usia muda. Jadinya kalau saya bilang di usia 45 tahun baru risiko diabetes, tapi saat ini penyakit diabetes datang dan muncul pada umur 20 tahunan. Dan banyak sekali yang sudah dengan komplikasi benda sehingga ada pergeseran prevalensi penyakit," tambahnya.
Pengetahuan keluarga dalam hal penyakit diabetes ini sangat penting agar dapat meminimalisir faktor risiko anggota keluarganya terkena penyakit yang banyak merenggut jiwa.
"Empat dari lima keluarga di Indonesia tidak tahu kalau anggota keluarganya memiliki risiko terkena diabetes. Itu sebabnya pentingnya pengecekan kesehatan secara berkala, dan memperbaiki pola hidup sehat agar dapat mencegah diri dari penyakit diabetes," terangnya.(das)
Laporan: PRAPTI DWI LESTARI
Sebanyak 983 mahasiswa baru mengikuti PKKMB UHTP 2026. Kegiatan membekali mahasiswa dengan karakter, integritas, dan…
Ahmad Diar, warga Tembilahan, ditemukan meninggal di Sungai Indragiri setelah dilaporkan hilang saat memancing di…
Pemko Pekanbaru menggelar Salat Istiska untuk memohon hujan di tengah kabut asap kiriman akibat karhutla…
Kabut asap Pekanbaru makin pekat Rabu pagi dengan jarak pandang 2,5-3 km dan kualitas udara…
Pengguna Ro-Ro Bengkalis mengeluhkan antrean hingga 3 jam akibat pengurangan armada yang masuk docking pada…
Bupati Meranti Asmar menghormati penyidikan dugaan korupsi anggaran kendaraan dinas, BBM, dan pelumas yang ditangani…