Categories: Nasional

Olah Serasah Membawa Berkah

(RIAUPOS.CO) – POHON memberikan manfaat bagi alam dan lingkungan. Bahkan helaian daun yang jatuh pun masih bisa bermanfaat, juga bernilai lebih jika dimanfaatkan dengan baik oleh orang-orang yang tepat.  Itulah yang dilakukan Kesatuan Pengelola Hutan (KPH) Minas Tahura. Mereka memanfaatkan sampah organik yang bersumber dari Serasah, yakni bahan organik mati berupa ranting dan daun bekas di kawasan konservasi Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Syarif Hasyim (SSH), menjadi kompos. Dengan pemanfaatan Serasah tersebut bisa membawa berkah menjadi bermanfaat secara ekonomi dan lingkungan.

Ketua KPH Minas Tahura Setio Widodo menjelaskan, Tahura SSH adalah kawasan hutan yang terbagi dalam zona-zona, salah satunya adalah zona pemanfaatan yang dibolehkan digunakan sebagai wisata alam.

“Wisata hutan adalah lokasi yang menarik. Ada pepohonan, fauna, dan lain-lain. Kita juga harus memikirkan terkait keindahan, kebersihan, dan keselamatan. Salah satu yang harus diperhatikan adalah masalah kebersihan. Di hutan serasah itu banyak, tiap hari ada daun yang gugur, dan tertumpuk di lantai hutan,” kata Setio, akhir pekan lalu.

Dikatakannya, pihaknya membersihkan zona pemanfaatan agar aman dan nyaman saat dikunjungi masyarakat. Selain itu, juga sebagai antisipasi terhadap munculnya satwa berbahaya yang bisa menganggu pengunjung seperti ular dan lainnya.

Menurut Setio, ular adalah satwa yang saat musim panas mencari tempat-tempat seperti di balik Serasah, sehingga diperlukan pembersihan serasah di lantai hutan zona pemanfaatan. Oleh karena itu, Serasah tersebut kemudian dimanfaatkan lagi menjadi suatu hak yang berguna dan bernilai ekonomi. Terlebih Setio menuturkan, pihaknya juga memiliki alat untuk pengolahan kompos. “Ketika Serasah ini dibersihkan, terus mau dikemanakan. Maka dari itu, kami jadikan Serasah ini kompos, jadi tidak dibuang cuma-cuma. Kami juga memiliki koperasi supaya bisa fokus pengelolaan dari sisi menejerial dan pemasaran, yaitu Koperasi Tahura Sejahtera,” ujarnya.

Selain itu, Setio menambahkan, pihaknya sengaja memanfaatkan Serasah agar menjadi lebih berguna. Namun ia mengakui pengolahan kompos tersebut tidak mengejar target khusus, tapi meningkatkan pemanfaatan Serasah. “Hutan memang ada potensi, kami lebih meningkatkan nilai tambah dari pada dibuang,” pparnya.

Setio menuturkan, kegiatan ini juga menjadi edukasi bagi masyarakat. Pihaknya juga terbuka untuk berbagi ilmu untuk masyarakat. Baik untuk dimanfaatkan keperluan sehari-hari, atau lainnya. “Kami siap mengedukasi, yang mau belajar, kami siap berbagi. Baik umum atau sekolah atau pendidikan,” ujarnya.

Dengan pemanfaatan kompos dari Serasah ini diharapkan bisa menjadi nilai tambah, tak hanya serasah dari hutan, masyarakat juga bisa memanfaatkan sampah organik dari rumah tangga. “Sampah ini ada nilainya, kami kembalikan lagi ke lingkungan yang bermanfaat untuk tanaman,” pungkas Setio.(ali)

 

Laporan MUJAWAROH ANNAFI, Pekanbaru

 

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

Aksi Curanmor Terbongkar, Pelaku 18 Tahun Ditangkap di Kediaman Mertua

Polisi menangkap pemuda 18 tahun terduga pelaku curanmor di Inhu. Motor korban dicuri saat dini…

18 jam ago

Monyet Liar Kembali Menggigit Warga, Korban di Tembilahan Bertambah Jadi 11 Orang

Teror monyet liar di Tembilahan Hilir, Inhil, semakin meresahkan. Hingga kini 11 warga menjadi korban…

19 jam ago

Tragedi Bocah 9 Tahun Meninggal di Jalan Sontang-Duri, Himarohu Riau: Jangan Tunggu Korban Berikutnya

Meninggalnya bocah 9 tahun setelah terjebak di Jalan Sontang-Duri memicu sorotan. Himarohu Riau mendesak Pemprov…

2 hari ago

Monyet Liar Terus Teror Warga Tembilahan Hilir, 10 Orang Jadi Korban

Korban gigitan monyet liar di Tembilahan Hilir bertambah menjadi 10 orang. Tim gabungan mengintensifkan pencarian…

2 hari ago

Polres Kuansing Gencarkan Pemberantasan PETI, 48 Rakit Dimusnahkan dalam 7 Hari

Polres Kuansing bersama Polda Riau menindak 16 lokasi PETI dan memusnahkan 48 rakit dalam sepekan.…

2 hari ago

Indonesia Juara Umum Piala Dunia Woodball 2026, Raih 4 Emas di Malaysia

Tim woodball Indonesia menjadi juara umum Piala Dunia Woodball 2026 di Malaysia dengan raihan 4…

3 hari ago