Categories: Nasional

Dua BPBD Usulkan Siaga Darurat Karhutla

PEKANBARU, (RIAUPOS.CO) – Dua Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di Riau, sudah mengusulkan untuk penetapan status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Usulan tersebut disampaikan kepada kepala daerahnya masing-masing.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, Edy Afrizal me­ngatakan, dua BPBD tersebut yakni BPBD Kabupaten Bengkalis dan Kepulauan Meranti. Masing-masing usulan tersebut diajukan ke kepala daerah masing-masing melibatkan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

"Namun ini baru usulan. Nanti setelah diajukan kepada kepala daerah masing-masing bersama Forkopimda, dibahas baru ditetapkan menjadi kebijakan daerah, dengan status siaga karhutla," katanya.

Edy Afrizal berharap, status siaga karhutla di dua daerah tersebut cepat segera ditetapkan. Hal ini guna mengantisipasi lebih awal meluasnya karhutla. Selain itu, hal tersebut juga akan menjadi pertimbangan bagi BPBD Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau untuk mengusulkan status yang sama kepada Gubernur Riau.

"Dengan begitu, ketika terjadinya karhutla, baik BPBD Riau mau pun kabupaten/kota sudah bisa menangani karhutla bersama," sebutnya.

Tidak hanya soal anggaran, demikian Edy Afrizal, personel dan peralatan dari pemerintah pusat bisa langsung membantu penanganan karhutla di Riau. Termasuk juga helikopter untuk water bombing.

"Jika sudah ditetapkan, akan menjadi dasar bagi Pemprov mengusulkan dan menetapkan status yang sama. Prosesnya sama, nanti kita usulkan kepada Gubernur Riau, melibatkan BMKG serta Forkopimda. Kalau sudah ditetapkan, pusat juga membantu. Sehingga penangannya pun lebih maksimal," jelas Edy.

Untuk diketahui, hingga saat ini  berdasarkan data dari BPBD Riau, luas lahan yang terbakar di Riau sejak 1 Januari 2022 hingga pekan kedua Februari sudah mencapai lebih kurang 135,71 hektare (Ha).

Karhutla paling luas di­temukan di Kabupaten Bengkalis dengan luas lahan 64 hektare. Kemudian Pelalawan 22,2 hektare, Inhil 22 hektare, Meranti dan Kampar masing-masing 6 hektar, Dumai 4,6 hektare, Siak 4,28 hektare, Pekanbaru 2,13 hektare, serta di Inhu 0,5 hektare.(sol)

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

Jerman Hadapi Paraguay, Nagelsmann Sebut Sistem 32 Besar Merugikan Juara Grup

Pelatih Jerman Julian Nagelsmann mengkritik format babak 32 besar Piala Dunia 2026 karena hanya memiliki…

18 jam ago

Calon Manajer Koperasi Merah Putih Meninggal, Koalisi Sipil Desak Investigasi Independen

Kematian lima calon manajer Koperasi Merah Putih saat latsarmil menuai sorotan. Koalisi sipil mendesak investigasi,…

18 jam ago

Kebakaran Hebat Hanguskan 300 Kios di Tembilahan, Pemkab Pastikan Pedagang Tetap Berjualan

Pemkab Inhil menyiapkan relokasi sementara usai sekitar 300 kios Pasar Rakyat dan Pasar Terapung Tembilahan…

18 jam ago

Duel Panas Brasil vs Jepang, Ancelotti Usung Misi Revans di Piala Dunia 2026

Brasil mengusung misi balas dendam saat menghadapi Jepang di babak 32 besar Piala Dunia 2026…

18 jam ago

Naik Bus TMP Cuma Rp242, Promo HUT Pekanbaru Berlaku hingga 30 Juni

Pemko Pekanbaru menghadirkan promo tarif Bus Trans Metro Pekanbaru hanya Rp242 hingga 30 Juni dalam…

18 jam ago

10 Jalur Lolos ke Hari Ketiga, Pacu Jalur Rayon II Disaksikan Ribuan Penonton

Hari pertama Pacu Jalur Rayon II di Tepian Narosa berlangsung meriah. Sebanyak 10 jalur berhasil…

2 hari ago