Categories: Nasional

Siak Masuk Kategori Nominasi Adipura Kencana

SIAK (RIAUPOS.CO) — Bupati Siak Alfedri mengekspos Kabupaten Siak di bidang lingkungan di depan dewan pertimbangan Adipura. Kegiatan tersebut dalam rangka pelaksanaan program Adipura tahun 2019 di Jakarta, Rabu (15/1).

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI mengundang Kabupaten Siak untuk mempresentasikan berbagai program terkait dengan lingkungan. Karena Siak masuk sebagai salah satu nominasi untuk meraih anugerah Adipura Kencana.

Di awal persentasinya, Bupati Siak Alfedri terlebih dahulu memperkenalkan Kabupaten Siak yang merupakan salah satu kabupaten yang ada di Provinsi Riau dengan luas 8.556.09 km2, dengan jumlah penduduk 427.000 jiwa, dengan 14 kecamatan, 131 desa/kelurahan, serta 8 kampung adat.

"Terkait dengan lingkungan, tertera di dalam salah satu misi Kabupaten Siak 2016-2021, yakni mewujudkan pembangunan infrastruktur daerah yang merata dan berwawasan lingkungan," ujar Alfedri.

Oleh karena itu lanjutnya, Kabupaten Siak sudah ditetapkan sebagai Kabupaten Hijau oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Siti Nurbaya pada hari Lingkungan Hidup Sedunia di Siak pada 2016 lalu dan ditambah dengan adanya Perbup Nomor 22/2018 tentang Siak Kabupaten Hijau.

Kabupaten Siak merupakan satu satunya kabupaten di Sumatera yang masuk dalam nominasi untuk meraih anugerah Adipura Kencana 2019.

"Terkait dengan kebersihan lingkungan dalam pengelolaan sampah rumah tangga dan sampah jenis rumah tangga, juga sudah tertuang pada Perbup Nomor 136/2018 tentang Jakstrada," katanya.

Alfedri mengatakan, salah satu kebijakan dalam mengurangi sampah yakni Perbup Nomor 103/2019 tentang imbauan tidak menggunakan sampah plastik sekali pakai. Dan adanya kebijakan untuk anak sekolah membawa tumbler hingga sampai akhir 2019.

Sudah 87.000 orang anak SD dan SMP sederajat sudah membawa tumbler dari rumah masing-masing. Serta sudah adanya bank sampah induk dan sudah bekerja sama dengan perusahaan yang mengelola sampah plastik.

"Selain itu, sampah plastik juga akan diolah menjadi kerajinan tangan seperti tas belanja dan pengolahan sampah untuk dijadikan pupuk. Kami juga rutin melaksanakan gotong royong massal setiap hari Kamis untuk membersihkan lingkungan," ungkapnya.

Untuk mengurangi sampah lanjutnya, Pemkab Siak juga membuat kebijakan yakni penyusunan norma, prosedur dan kriteria, serta penguatan koordinasi antara pemerintah, pusat, provinsi, kabupaten, kecamatan untuk mengurangi sampah rumah tangga. Serta penguatan keterlibatan masyarakat melalui komunikasi, informasi dan edukasi.

Kemudian, Alfedri juga mempresentasikan terkait dengan kebijakan dan strategi dalam pencegahan dan penanggulangan karhutla. Seperti membentuk 6 cluster dan pos penanggulangan bencana kebakaran.(kom)

Laporan WIWIK WIDANINGSIH, Siak

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Bau Menyengat Sampah dan Bangkai, Jalan Pelajar Bagan Batu Dikeluhkan Warga

Jalan Pelajar Bagan Batu dipenuhi sampah dan bangkai hingga menimbulkan bau menyengat. Warga mendesak pemerintah…

6 jam ago

Aryaduta Pekanbaru Hadirkan Pengalaman Iftar Khas Arab dengan 101 Menu

Aryaduta Hotel Pekanbaru menghadirkan paket Iftar Arabic Delight dengan 101 menu Nusantara dan Arab, lengkap…

7 jam ago

Dukung Green City, Pemko Pekanbaru Genjot Pembersihan 900 Km Drainase

Pemko Pekanbaru menargetkan pembersihan 900 km drainase dan saluran air tahun ini untuk mendukung program…

7 jam ago

Bupati Rohul Tebar 3.000 Bibit Ikan di Lubuk Larangan Kabun, Dukung Ekonomi dan Ketahanan Pangan

Bupati Rohul menebar 3.000 bibit ikan di Lubuk Larangan Desa Kabun untuk mendukung ketahanan pangan,…

7 jam ago

Pengelolaan Aset Dinilai Produktif, UIN Suska Riau Sabet Penghargaan KPKNL

UIN Suska Riau meraih penghargaan Terbaik III Produktivitas BMN 2025 dari KPKNL Pekanbaru atas komitmen…

8 jam ago

Kasus Penembakan Gajah di Pelalawan Jadi Atensi Khusus Kapolda Riau

Polda Riau memburu pelaku penembakan gajah Sumatera di Ukui. Polisi menemukan proyektil peluru dan memeriksa…

10 jam ago