Categories: Nasional

Datuok Ghajo Dubalai: Hentikan Penggalian Sumur di Muara TakusÂ

BANGKINANG (RIAUPOS.CO) – Niniok Datuok Ghajo Dubalai selaku Pucuok Soko Pisoko jo Limbago Kedatuan Muotakui, Nasrul, meminta Balai Pelestarian Cagar Budaya Sumatera Barat (BPCB Sumbar) menghentikan Renovasi pembuatan sumur Komplek Muaratakus.

Datuk pewaris sah Candi Muara Takus ini mengatakan, yang digali itu merupakan zona inti kawasan candi tersebut.  Apalagi saat pada titik penggalian itu ditemukan batu bata yang sudah terlihat secara kasat mata. Menurut Nasrul, jika BPCB Batu Sangkar tetap melanjutkan, pihaknya akan lakukan pemblokiran. ''Bahkan kalau perlu kami akan melakukan penghalauan,'' sebut Nasrul.

Nasrul menyayangkan, pihaknya sebagai pucuk adat di Muara Takus yang diakui oleh pucuk-pucuk adat di Sumatera hanya diberitahu begitu saja. Dirinya khawatir, kalau tidak bersama-bersama tindakan atau program apapun yang di buat BPCB, dinas pariwisata dan dinas kebudayaan tidak akan pernah mampu menjadikan komplek kedatuan Muara Takus ini seperti semula jadi. 

''Ya harus bersama. Jangan Kami selaku pewaris candi ini meminta semua pihak yang terkait mengkomunikasikannya dengan kami. Kami siap bekerjasama. Jangan barang yang sudah diputuskan di bawa ke kami,'' ujar Pucuok Soko Pisoko Jo Limbago Andiko 44 itu.

Ditambahkannya, apalagi kalau yang digali merupakan bagian dalam candi. Maka ekskavasi mesti ada tim dari ahli waris sebagai pendamping. Dirinya mempermasalahkan sejumlah ekskavasi yang telah dilakukan sebelumnya.

 ''Akhirnya artefak kita yg tidak tau kemana saja dibawa. Kami tak mau kecolongan lagi. Di museum mana saja, benda apa saja, ini perlu kejelasan. Makanya Kami minta museum terlebih dahulu didirikan di sana sebelum melakukan ekskavasi dan lainnya,'' terang.

Nasrul juga meminta BPCB Batu Sangkar menghormati lembaga adat di Kampar. Menurutnya Candi Muara Takus itu ada lembaga adat pewarisnya. Di dalamnya ada Manglin, Panglimo dan para Datuk Adat dan Penghulu Selapan. Semua itu berkaitan termasuk seluruh pucuk-pucuk Andiko 44 di Luhak Lima Puluh. 

Laporan: Hendrawan Kariman/Bangkinang
Editor : Edwir
 

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Jalan Pasar Modern Telukkuantan Mulai Diperbaiki, Warga Sambut Gerak Cepat PUPR

PUPR Kuansing mulai memperbaiki Jalan Pasar Modern Telukkuantan yang rusak dan berlubang menjelang Iduladha.

19 jam ago

Sempat Dirawat Hampir Sebulan, JCH Asal Pekanbaru Wafat di Batam Sebelum Berangkat ke Tanah Suci

JCH asal Pekanbaru meninggal dunia di Batam setelah menjalani perawatan hampir sebulan sebelum keberangkatan haji.

3 hari ago

Kecelakaan Maut di Tol Permai, Dua Meninggal dan Enam Luka Berat

Kecelakaan tunggal di Tol Pekanbaru–Dumai diduga akibat microsleep. Dua orang meninggal dunia, enam luka berat.

3 hari ago

Sidang Korupsi Abdul Wahid Kembali Bergulir, Jaksa Soroti CCTV Rusak dan Tas Mewah Hasil Sitaan

Sidang Abdul Wahid kembali digelar. Jaksa KPK menyoroti CCTV rusak dan temuan barang mewah saat…

3 hari ago

Wahana FC Sudah Lolos, PSSI Riau Masih Buka Peluang Tambah Satu Wakil

PSSI Riau masih mengupayakan tambahan kuota Liga 4 nasional agar Energi Bintang Riau berpeluang menyusul…

3 hari ago

Warga Tembilahan Padati Pasar Murah, Harga Bahan Pokok Lebih Bersahabat

Gerakan Pangan Murah di Tembilahan dipadati warga yang berburu kebutuhan pokok terjangkau menjelang Hari Raya…

3 hari ago