Categories: Nasional

Sejumlah Pohon Ditebang

Selalu saja ada yang berbeda di Kabupaten Siak. Di ujung Jembatan Tengku Agung Sultanah Latifah (TASL) ada 24 lampu jalan yang dililit dengan lampu LED, sehingga terlihat begitu meriah dan terasa indah.

Laporan MONANG LUBIS, Siak

Warna-warni lampu jalan itu sudah terlihat sejak awal 2022 lalu, dan hal itu sempat menjadi pembicaraan di Kota Siak.

Sebagian warga sangat senang melihat warna warni tiang lampu jalan saat melintasi jalan tersebut. Terutama ketika melintas bersama putra putri mereka. Lampu warna-warni itu menjadi hiburan tersendiri bagi anak-anak. Sebab memang relatif menarik.

Cokro misalnya, hampir setiap malam dia membawa anaknya yang balita melintasi jalan tersebut. Sebab putranya begitu senang sambil menunjuk-nunjuk tiang listrik yang warna-warni. “Saya menjadi terharu, dan berterima kasih kepada OPD yang selalu punya inspirasi untuk membuat kota ini menjadi lebih indah,” ucap Cokro.

Berbeda dengan Cokro, seorang ayah yang sangat mencintai lingkungan bernama Deny, mengaku heran atas pemandangan yang terlihat di siang hari pada lokasi dan jalan yang sama.

Deny menghitung sedikitnya ada 35 pohon angsana dikorbankan untuk menjadikan Jembatan TASL dapat dilihat dari kejauhan dengan lebih estetik.

Sakat ditanam di ujung batang kayu yang ditebang. Bahkan untuk memaksimalkan, sejumlah batang kayu lainnya dijajarkan agar sakat dapat ditempelkan berdekatan. “Saya heran, kenapa harus ditebang pohon di median jalan itu, bukannya hal itu jauh dari keinginan menjadikan kabupaten ini menjadi Siak Hijau,” ungkapnya.

Bahkan di depan salah satu ritel di depan Puskesmas Siak, ada pohon yang berusia puluhan tahun ditebang, tanpa ada yang berkomentar. Padahal, orang tetap bisa melihat ritel itu tanpa harus menebang pohon.

Terkait pohon yang ditebang, Kabid Taman dan Pemakaman Dinas PU Tarukim Siak Kaspul menjelaskan, pihaknya menebang pohon di median jalan mengantisipasi kecelakaan, sekaligus memastikan Jembatan TASL terlihat jelas dari kejauhan. “Dan pohon juga tidak langsung kami porong sampai ke akarnya, hanya setinggi orang dewasa. Sebab di atas batang pohon itu kami letakkan sakat,” jelasnya.

Sakat ini merupakan tumbuhan hutan. Saat pertemuannya dengan salah seorang menteri, berpesan agar di sejumlah taman ada tanaman hutan yang dibudidayakan, sehingga terlihat lebih eksotik. “Kami mendapatkannya dari sejumlah kecamatan di antaranya Kecamatan Sungai Mandau,” terangnya.Tidak hanya sakat, pihaknya juga membudidayakan anggrek hutan.(esi)

 

 

Edwir Sulaiman

Share
Published by
Edwir Sulaiman

Recent Posts

LAM Riau Gelar Tepuk Tepung Tawar Sambut Kedatangan Kapolda Riau Irjen Arman Achdiat

Kapolda Riau Irjen Pol Arman Achdiat resmi tiba di Pekanbaru dan disambut dengan jajar hormat,…

15 jam ago

Momentum HUT ke-27 Kuansing, Tokoh Masyarakat Marwan Yohanis Minta Putus Mata Rantai Persoalan Hukum

Mantan Ketua DPRD Kuansing Marwan Yohanis memberikan catatan kritis pada momentum HUT ke-27 Kabupaten Kuansing…

15 jam ago

Nurul Angely Juara Pertama Bintang Radio Kabupaten Kuansing 2026

Nurul Angely dari Kecamatan Kuantan Mudik berhasil keluar sebagai juara pertama ajang Bintang Radio Kabupaten…

2 hari ago

Penerbangan di Bandara SSK II Pekanbaru Berjalan Normal di Tengah Kabut Asap

Aktivitas penerbangan di Bandara Internasional SSK II Pekanbaru berjalan aman dan normal meski Kota Pekanbaru…

2 hari ago

Opening Party Honda DBL 2026 Riau Bergulir Hari Ini di Gelanggang Remaja Pekanbaru

Kompetisi basket pelajar bergengsi Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Riau resmi bergulir mulai…

3 hari ago

Sidang Korupsi Kuansing: Sopir Zulkarnain dan Istri Suhardiman Amby Bersaksi

Persidangan kasus suap mantan Sekda Kuansing Zulkarnain mengungkap alur pembayaran angsuran Pajero Sport dan penguasaan…

3 hari ago