Categories: Nasional

IDI Usul Naikkan Level PPKM

JAKARTA (RIAUPOS.CO)   – Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Daeng Faqih menyatakan, untuk pencegahan kasus penularan Covid-19, pemerintah perlu memikirkan opsi peningkatan level PPKM. Langkah tersebut diperlukan untuk menekan mobilitas masyarakat yang saat ini sangat tinggi.

"Harus mulai direncanakan untuk membatasi mobilitas. Kalau tidak, meskipun ini (Omicron, red) ringan, kecepatan penularannya tinggi," ujarnya dalam diskusi, Sabtu (15/1).

Berdasar data yang dimiliki satgas, mayoritas yang terpapar Omicron merupakan kelompok usia produktif. Hal itu mengindikasikan bahwa faktor mobilitas sangat berperan dalam peningkatan kasus. "Usia (produktif, red) begitu dari segi daya tahan tubuh tidak lebih jelek dari lansia komorbid. Itu lebih ke arah mobilitasnya yang tinggi," tutur Daeng.

Karena itu, dia menyarankan agar opsi pengetatan level PPKM mulai dikaji. Selain di dalam negeri, Daeng juga mengusulkan agar pintu masuk dari luar negeri lebih diperketat. Sebab, meskipun saat ini sudah ditemukan kasus dengan transmisi lokal, secara keseluruhan keterpaparan Omicron didominasi imported case.

Faktanya, lanjut dia, saat ini 75 persen kasus Omicron berasal dari luar negeri. Karena itu, opsi pengetatan di pintu masuk tidak bisa dihindari. "Kalau enggak, nanti volumenya bertambah lagi. Meski sekarang sudah transmisi lokal, kalau volume yang dari luar lebih banyak, itu bisa lebih masif," ungkapnya.

Kemudian, untuk antisipasi situasi terburuk, IDI merekomendasikan persiapan perluasan tempat isolasi terpadu. Dengan gejala yang relatif ringan, pihaknya memprediksi keperluan tempat isolasi akan jauh lebih besar dari rumah sakit. Terlebih jika muncul kepanikan di masyarakat.

Belajar dari kasus varian Delta sebelumnya, mayoritas yang terpapar menginginkan mendapat perawatan khusus. "Masyarakat diminta di rumah saja, kadang-kadang enggak bisa. Jika dia merasa sakit, kecenderungannya mencari tempat pelayanan," terangnya.

Untuk kesiapan tenaga medis sendiri, sebut Daeng, pihaknya bersama organisasi profesi lainnya sudah memberikan arahan untuk mempersiapkan diri. Dengan memperkuat pelayanan akan potensi peningkatan kasus.

Direktur Pascasarjana Universitas Yarsi Tjandra Yoga Aditama sepakat jika upaya antisipasi dipersiapkan lebih matang. Mapannya persiapan tak hanya bertujuan untuk memastikan korban terpapar bisa ditangani, tapi juga memastikan tidak menularkan ke yang lain.

"Kalau kewalahan, pelayanan maksimal juga sulit dilakukan," ujarnya.

Agar penanganan optimal, pihaknya mengusulkan rumah sakit menjadi lokasi prioritas isolasi. Sedangkan tempat isolasi di luar rumah sakit bisa digunakan jika situasi sudah penuh. Kalaupun harus terpaksa isolasi atau karantina di rumah, Tjandra mengusulkan agar lokasinya dipastikan layak dan memenuhi sejumlah kriteria. Antara lain, ada ruangan khusus karantina, keluarga bisa menangani, ada pengawasan petugas kesehatan, hingga faktor keamanan terjamin.(tau/far/c9/oni/jpg)

 

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

983 Mahasiswa Baru Ikuti PKKMB UHTP, Mendiktisaintek Tekankan Tridarma Perguruan Tinggi

Sebanyak 983 mahasiswa baru mengikuti PKKMB UHTP 2026. Kegiatan membekali mahasiswa dengan karakter, integritas, dan…

17 jam ago

Hilang Saat Memancing di Sungai Indragiri, Ahmad Diar Ditemukan Meninggal

Ahmad Diar, warga Tembilahan, ditemukan meninggal di Sungai Indragiri setelah dilaporkan hilang saat memancing di…

18 jam ago

Pemko Pekanbaru Gelar Salat Istiska di Tengah Kabut Asap Karhutla

Pemko Pekanbaru menggelar Salat Istiska untuk memohon hujan di tengah kabut asap kiriman akibat karhutla…

18 jam ago

Kabut Asap Pekanbaru Menebal, Jarak Pandang Pengendara Terbatas hingga 3 Kilometer

Kabut asap Pekanbaru makin pekat Rabu pagi dengan jarak pandang 2,5-3 km dan kualitas udara…

18 jam ago

Kapal Ro-Ro Masuk Docking, Pelayanan Penyeberangan Bengkalis Dikeluhkan Pengguna

Pengguna Ro-Ro Bengkalis mengeluhkan antrean hingga 3 jam akibat pengurangan armada yang masuk docking pada…

19 jam ago

Usai Penggeledahan Kejari, Bupati Asmar Pastikan Pemerintahan Meranti Tetap Berjalan

Bupati Meranti Asmar menghormati penyidikan dugaan korupsi anggaran kendaraan dinas, BBM, dan pelumas yang ditangani…

19 jam ago