Categories: Nasional

Pinjam Buku ke Kawan, Berselancar ke Dunia Maya

Pandemi Covid-19 meruntuhkan hampir semua sisi kehidupan. Ekonomi, kesehatan, aktivitas masyarakat sampai kepada mahasiswa yang akan menyusun skripsi atau pun tesis terhambat. Walau demikian, seribu cara bisa dilakukan, asal akal dan pikiran digunakan.

Laporan: GEMA SETARA, Pekanbaru

Awal Covid-19 "datang" ke Riau cukup merisaukan bagi Araf, mahasiswa pascasarjana Universitas Islam Riau (UIR). Betapa tidak, dia yang seharusnya rutin berkonsultasi dengan dosen pembimbing untuk menyelesaikan tesis S2-nya sedikit banyak terganggu. Persoalan semakin rumit, ketika akses untuk mendapatkan data-data seperti perpustakaan membatasi jumlah kunjungan bahkan sampai tidak menerima kunjungan dan peminjaman buku. Ini semua dilakukan oleh pihak terkait agar tidak terjadi penularan virus tersebut ke tengah masyarakat.

"Kita maklumi sajalah kalau soal itu. Memang kondisinya demikian. Kan tidak hanya pustaka yang harus tutup. Semua tempat yang biasanya ramai dikunjungi orang harus tutup. Ini kan untuk keselamatan dan kesehatan kita juga," ujarnya.

Soal bagaimana mendapatkan bahan-bahan tesis S2-nya, dia menyebut tak mesti harus ke perpustakaan untuk mendapatkannya. Terlebih zaman teknologi serba canggih saat ini, semuanya bisa didapat dalam sekejap mata, dan dalam waktu seketika juga apa yang dicari sudah ada.

"Ini asal kita mau saja. Zaman sudah canggih, Bang. Untuk mendapatkan bahan-bahan kita tinggal buka handphone dan tinggal ketik apa yang kita cari. Tapi, konsultasi dengan dosen pembimbing harus tetap dilakukan. Walaupun zaman canggih, kekurangannya pun banyak," ujarnya.

Menjawab bagaimana dia mengakses perpustakaan saat ini, dia menyebut karena kondisinya memang tidak memungkinkan, dia lebih memilih membeli buku atau meminjam buku kepada kawan-kawannya sebagai bahan membuat tesisnya.

Sebenarnya, dia agak khawatir juga mau keluar-keluar sekarang. Sebab, virus itu tidak tampak. Kalau tampak, tentu bisalah dielak.

"Saya lebih menghindari tempat ramai. Untuk mendapatkan bahan-bahan tesis, saya beli buku atau pinjam buku dan mencari di Google," ujarnya.

Yang jelas, ada suka dan ada duka menyusun tesis saat pandemi ini. Dukanya ya itu tadi, terpaksa mengeluarkan biaya yang lebih besar untuk membeli buku dan membeli paket internet. Sebab kalau tak ada paket internet, tak bisa berselancar di dunia maya.

 

Rindra

Share
Published by
Rindra

Recent Posts

Dari Koto Gasib ke Pekanbaru, SeSuKa Bike Siap Gowes di Fun Bike Riau Pos 2026

Komunitas SeSuKa Bike Koto Gasib-Siak memastikan ikut Riau Pos Fun Bike 2026 sebagai ajang silaturahmi…

18 jam ago

DPRD Minta Satpol PP Pekanbaru Lebih Tegas Tertibkan Usaha dan Bangunan Liar

Komisi I DPRD Pekanbaru menyoroti lemahnya pengawasan Satpol PP dan mendesak penegakan perda terhadap usaha…

18 jam ago

Vandalisme, Geng Motor, hingga Curanmor Lintas Provinsi Diungkap Polresta Pekanbaru

Polresta Pekanbaru mengungkap berbagai kasus viral, mulai vandalisme TMP, geng motor, curanmor lintas provinsi hingga…

19 jam ago

Pemko Pekanbaru Targetkan Perbaiki Jalan Rusak Lebih dari 42 Kilometer

Pemko Pekanbaru menargetkan perbaikan jalan rusak lebih dari 42 kilometer tahun ini, menyasar pusat kota…

2 hari ago

Konsisten Sejak 2019, DBC Kembali Kirim 15 Peserta Meriahkan Riau Pos Fun Bike 2026

Duri Bike Community memastikan ikut Riau Pos Fun Bike 2026 dengan menurunkan 15 peserta dan…

2 hari ago

Butuh Pegawai Tangguh, BPR Indra Arta Perpanjang Pendaftaran Rekrutmen

BPR Indra Arta Indragiri Hulu memperpanjang pendaftaran rekrutmen pegawai baru hingga 26 Januari untuk menjaring…

2 hari ago