Categories: Nasional

Jika Serang Ukraina, Begini Ancaman G7 kepada Rusia

LIVERPOOL (RIAUPOS.CO) – Kelompok tujuh negara dengan perekonomian terbesar (G7) memperingatkan Rusia akan mendapatkan konsekuensi besar jika benar-benar menyerang Ukraina.

Pernyataan itu diungkapkan G7 melalui pernyataan bersama setelah para anggotanya yakni Amerika Serikat, Inggris, Kanada, Prancis, Jerman, Italia, dan Jepang menggelar pertemuan di Liverpool pada Ahad (12/12/2021).

"Rusia seharusnya tak ragu soal konsekuensi besar dan respons lainnya jika ada agresi militer lebih lanjut terhadap Ukraina," bunyi pernyataan G7 tersebut seperti dikutip Reuters.

"Kami menegaskan kembali komitmen teguh kami terhadap kedaulatan dan integritas wilayah Ukraina, serta hak negara berdaulat untuk menentukan masa depannya sendiri."

G7 juga mengecam pengerahan militer Rusia yang terus-menerus di dekat perbatasan Ukraina. Kelompok itu meminta Moskow agar menghentikan seluruh tindakan yang memicu ketegangan lebih lanjut.

"Kami menyerukan Rusia mengurangi ketegangan, menggunakan saluran diplomatik dan mematuhi komitmen internasional mengenai transparansi kegiatan militer," lanjut G7.

Tak hanya itu, kelompok negara maju tersebut, terus menegaskan kembali dukungan atas upaya Prancis dan Jerman dalam Format Normandia. Upaya itu dibentuk demi mencapai implementasi penuh Perjanjian Minsk sebagai solusi konflik di Ukraina timur yang masih bergolak antara pasukan Kiev dan pemberontak pro-Rusia.

Sebelum pernyataan G7 muncul, Kedutaan Besar Rusia di London, mengatakan, penggunaan frasa "agresi Rusia" oleh Inggris selama pertemuan G7 di Liverpool menyesatkan.

Hal tersebut, katanya, sengaja dirancang untuk menciptakan alasan G7 berkumpul dan membuat kesepakatan bersama.

Menurut Kedutaan Rusia, pihaknya telah membuat banyak tawaran kepada Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) tentang cara mengurangi ketegangan.

"Forum G7 bisa menjadi kesempatan untuk membahasnya, tetapi sejauh ini kami tidak mendengar apa-apa selain slogan-slogan agresif," kata pernyataan kedutaan pada Sabtu (11/12) lalu.

Di hari berikutnya, Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan kepada Presiden Amerika Serikat Joe Biden, bahwa pasukan Rusia tak menimbulkan ancaman.

Kepada Biden, Putin justru merasa aneh karena Rusia dibenci hanya karena memindahkan pasukan di wilayahnya sendiri. Biden dan Putin disebut akan mengadakan pembicaraan lebih lanjut berkenaan dengan konflik di Ukraina ini dalam waktu dekat.

Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, mengatakan, ada perbedaan konseptual yang sangat serius antara Rusia dan AS terkait area perbatasan Moskow.

Di sisi lain, Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken, mengatakan, Rusia tak bisa menggunakan pengaruhnya atas Ukraina.

"Itulah yang ingin ditegaskan Rusia dan jika kita membiarkannya pergi dengan impunitas, maka seluruh sistem yang menyediakan stabilitas, mencegah perang, berada dalam bahaya," katanya kepada NBC News dalam wawancara pasca-KTT.

Perselisihan Rusia dengan AS dkk dipicu oleh konflik di perbatasan Ukraina. Negara Barat menuding Rusia terus mengerahkan pasukan di wilayah perbatasan sebagai bagian dari rencana menginvasi Ukraina.

Intelijen AS sebelumnya juga memprediksi Rusia mungkin saja merencanakan serangan multi-pasukan yang melibatkan hingga 175 ribu tentara di Ukraina awal 2022 mendatang.

Namun Kremlin membantah keras rencana penyerangan itu. Mereka malah menuding Barat mengidap Russophobia dan memicu ketegangan di kawasan.

Di sisi lain, Putin justru mengecam perluasan militer NATO di negara-negara Eropa yang berbatasan dengan Rusia. Menurut Moskow hal itu mengancam Rusia dan melanggar jaminan keamanan yang sudah dijanjikan NATO saat Uni Soviet runtuh pada 1991.

Sumber: AFP/Reuters/CNN/Berbagai Sumber
Editor: Hary B Koriun

 

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

HSBL 2026 Pekanbaru Segera Bergulir, 46 Tim Siap Adu Kemampuan

HSBL 2026 Pekanbaru diikuti 46 tim dan menghadirkan kategori Junior khusus pelajar SMP atau sederajat…

13 jam ago

PSPS Pekanbaru Tantang PSIS di Laga Pembuka Championship 2026/2027

PSPS Pekanbaru menghadapi PSIS Semarang di laga pembuka Championship 2026/2027. Askar Bertuah menargetkan poin dari…

16 jam ago

Jembatan Siak I Akan Dipelihara, Arus Kendaraan Dialihkan ke Siak III

Pemprov Riau akan memelihara Jembatan Siak I dan Siak III pada pekan ketiga September dengan…

16 jam ago

Pasokan BBM di Riau Naik 27 Persen, Pertamina Respons Lonjakan Kebutuhan

Pertamina Patra Niaga menaikkan pasokan BBM JBT di Riau hingga 27 persen seiring meningkatnya kebutuhan…

16 jam ago

Komjak RI Cek Kejari Pekanbaru, Seluruh Pengaduan Masyarakat Disebut Sudah Ditindaklanjuti

Komjak RI mengunjungi Kejari Pekanbaru untuk mengecek pengaduan masyarakat dan sarana prasarana serta mengingatkan pentingnya…

16 jam ago

Viral Video MBG di SDN 015 Tambusai Utara, Pihak Sekolah Tegaskan Tak Pernah Menolak

Video pembagian MBG di SDN 015 Tambusai Utara viral dan memunculkan anggapan penolakan. Sekolah menegaskan…

19 jam ago