Categories: Nasional

Ternyata, 68 Juta Orang Indonesia Obesitas

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Angka obesitas atau kelebihan berat badan di Indonesia masih tinggi. Untuk kelompok dewasa saja, sekitar 68 juta jiwa alami obesitas. Pemerintah memasukkan penanganan obesitas dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.

Program penanganan obesitas tersebut disampaikan Direktur Kesehatan dan Gizi Masyarakat Bappenas Pungkas Bahjuri Ali. “Obesitas adalah isu krusial,” katanya Sabtu (13/11). Untuk itu perlu penanganan serius dan melibatkan banyak pihak. Apalagi penanganan obesitas terkait dengan perilaku dan kebiasaan masyarakat.

Dia menegaskan obesitas harus ditangani. Sebab data dari pemerintah, 70 persen kasus penyakit tidak menular (PTM) dipicu obesitas. Obesitas kebanyakan karena masalah nutrisi. Diantaranya kebanyakan konsumsi gula, garam, serta minyak atau lemak.

Untuk itu Pungkas mengatakan pemerintah memasukkan program penanganan obesitas dalam RPJMN 2020-2024. “Targetnya tidak muluk-muluk,” tegasnya. Targetnya adalah yang penting angka obesitas di Indonesia tidak mengalami kenaikan pada 2024 nanti.

Dia mengungkapkan target yang dipatok Indonesia tersebut sama dengan target global. Menurutnya dunia juga tidak muluk-muluk, yaitu menargetkan tidak adanya penambahan obesitas. “Dari seluruh masalah gizi, obesitas menjadi tantangan paling sulit. Tapi tetap harus ditangani,” paparnya.

Sebelumnya persoalan obesitas dikupas dalam Scaling Up Nutrition (SUN) Annual Meeting pada Jumat (12/11) kemarin. Dalam forum ini, Plt Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kemenkes Elvieda Sariwati menyampaikan data soal obesitas di Indonesia. ’’Sekitar satu dari tiga orang dewasa mempunya obesitas,’’ katanya. Angka tersebut sebanding dengan 35,4 persen populasi orang dewasa atau setara dengan 68 juta jiwa.

Selain itu angka obesitas di kategori anak-anak (usia 5-12 tahun) juga tidak kalah tinggi. Elvieda mengatakan sekitar satu dari lima anak-anak mempunyai kelebihan berat badan atau obesitas. Angka tersebut setara dengan 20 persen populasi anak-anak di Indonesia.

Menurut dia obesitas harus ditangani. Sebab menjadi faktor pemicu munculnya penyakit tidak menular seperti hipertensi dan diabetes. Dia menuturkan penyebab obesitas adalah pola makan. Makanan dan minuman olahan siap saji saat ini menjadi jenis konsumsi terbesar mencapai 32,7 persen. Obesitas juga dipicu konsumsi gula, garam, serta minyak atau lemak yang berlebihan.

 

Sumber: Jawapos.com

Editor: E Sulaiman

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Sempat Dirawat Hampir Sebulan, JCH Asal Pekanbaru Wafat di Batam Sebelum Berangkat ke Tanah Suci

JCH asal Pekanbaru meninggal dunia di Batam setelah menjalani perawatan hampir sebulan sebelum keberangkatan haji.

2 hari ago

Kecelakaan Maut di Tol Permai, Dua Meninggal dan Enam Luka Berat

Kecelakaan tunggal di Tol Pekanbaru–Dumai diduga akibat microsleep. Dua orang meninggal dunia, enam luka berat.

2 hari ago

Sidang Korupsi Abdul Wahid Kembali Bergulir, Jaksa Soroti CCTV Rusak dan Tas Mewah Hasil Sitaan

Sidang Abdul Wahid kembali digelar. Jaksa KPK menyoroti CCTV rusak dan temuan barang mewah saat…

2 hari ago

Wahana FC Sudah Lolos, PSSI Riau Masih Buka Peluang Tambah Satu Wakil

PSSI Riau masih mengupayakan tambahan kuota Liga 4 nasional agar Energi Bintang Riau berpeluang menyusul…

2 hari ago

Warga Tembilahan Padati Pasar Murah, Harga Bahan Pokok Lebih Bersahabat

Gerakan Pangan Murah di Tembilahan dipadati warga yang berburu kebutuhan pokok terjangkau menjelang Hari Raya…

2 hari ago

Jembatan Merah Putih Presisi di Logas Rampung, Akses Warga Kini Lebih Mudah

Jembatan Merah Putih Presisi di Desa Logas selesai dibangun dan diharapkan mempermudah mobilitas serta aktivitas…

2 hari ago