dpr-kok-ada-menyiram-tanpa-sengaja
JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Rendahnya tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) terhadap dua oknum polisi penyiram penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan membuat publik kecewa. Anggota Komisi III DPR, Aboebakar Alhabsyi pun ikut jengah dengan hal tersebut.
Aboe mengatakan, motif penyerangan karena adanya unsur ketidaksengajaan sangat mencederai azas keadilan. Seolah-olah, tindakan tersebut tidak terencana.
"Ini sangat mengoyak rasa keadilan masyarakat. Seolah tindakan para penyerang Novel ini dapat dimaklumi dengan alasan ketidaksengajaan," ujar Aboe kepada wartawan, Sabtu (13/6).
Aboe menuturkan, perlu diingat bahwa dalam teori ilmu hukum pidana menyebutkan tiada pidana tanpa kesalahan. Kesalahan tersebut dapat berupa dua dimensi, yakni pidana kesalahan akibat kesengajaan dan pidana kesalahan akibat kelalaian.
Jadi jika dikatakan tindakan penyiraman ini tak sengaja, tuntutan ini seolah ingin menghilangkan unsur kesengajaan tersebut. Seharusnya yang menjadi unsur penentu disini adalah faktor niat batin dari para pelaku.
"Ini kan bahasa sangat sederhana, masa ada istilah menyiram tanpa sengaja. Para pelaku yang membawa air keras, pada suatu subuh dengan mengincar Novel adalah indikasi kuat niat mereka," tambahnya.
Aboe menuturkan, Kejaksaan Agung seharusnya menyiapkan rencana penuntutan yang baik supaya jangan sampai publik melihat persidangan ini sebagai sebuah drama. "Hal ini tidak baik untuk citra penegakan hukum di Indonesia. Jangan sampai nanti menjadi preseden buruk dalam penegakan hukum di Indoensia," pungkasnya.
Sebelumnya, JPU persidangan kasus penyiraman Novel Baswedan menuntut dua oknum polisi yakni Rahmat Kadir Mahulette dan Ronny Bugis dengan pidana satu tahun penjara.
Dalam pertimbangannya, jaksa mengungkapkan bahwa tuntutan tersebut dilayangkan karena kedua pelaku sudah menyadari kesalahan mereka dan sudah meminta maaf meski sudah mencederai Polri.
Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi
Jemaah haji asal Pekanbaru resmi diberangkatkan ke Arab Saudi. Kanwil Haji Riau ingatkan jemaah fokus…
Sebanyak 29 warga Belanda datang ke Desa Koto Kombu, Kuansing, untuk napak tilas sejarah keluarga…
Debit Sungai Kuantan di Kuansing mulai surut usai banjir dua hari. BPBD mencatat 526 rumah…
Riezka Rahmatiana dorong ketahanan pangan di Riau lewat pengelolaan lahan tidur menjadi lahan produktif bersama…
Rahmadani (13), bocah yang tenggelam di Sungai Kampar, ditemukan meninggal dunia setelah pencarian intensif selama…
Ratusan warga Bengkalis menyerbu pasar murah Minyakita dan beras SPHP. Stok cepat habis, pemerintah siapkan…