Categories: Nasional

KLHK Raih WTP Dua Tahun Berturut-turut

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Kementerian Lungkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) kembali meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Raihan WTP tahun 2018 ini merupakan yang kedua berturut-turut setelah predikat WTP atas Laporan Keuangan KLHK Tahun 2017. Penyampaian Hasil Pemeriksaan BPK-RI pada Kementerian LHK ini dilakukan langsung oleh Anggota IV BPK-RI, Rijal Jalil kepada Menteri LHK, Siti Nurbaya di Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta, (11/6).

“Berbagai hal sangat berat bisa kita selesaikan atas konsultasi kami dengan BPK- RI, karena bagaimanapun ajudikasi kita perlukan dari pihak yang memahami. Terimakasih sudah banyak dibina oleh BPK-RI,” ujar Menteri Siti saat memberikan sambutan atas capaian WTP kedua berturut-turut dimasa kepemimpinannya.

Menteri Siti menambahkan jika capaian WTP bagi jajaran birokrasi itu sangat prinsip, karena itu menandakan tidak adanya pelanggaran hukum, tidak adanya transaksi tersembunyi, dan terciptanya tertib anggaran.

“Ini adalah cara-cara kita untuk mencegah masuk pada cara-cara kerja koruptif, karena korupsi itu fatal bagi birokrat,” imbuh Siti.

Menanggapi capaian KLHK atas predikat WTP, Rijal menekankan jika predikat WTP ini tidak menjamin tidak terjadinya korupsi. WTP menurut Prof Rijal adalah semua persoalan yg terkait dengan keuangan sudah diungkapkan, dan tidak ada pelanggan terhadap peraturan perundangan undangan.

Opini WTP tersebut tidak diperoleh dengan mudah, diperlukan sistem akuntansi yang baik, komitmen pimpinan yang solid dan insan-insan pengelola keuangan yang mumpuni dan berintegritas.

Pelaporan keuangan pemerintah merupakan ujung dari pengelolaan keuangan negara yang memiliki posisi penting dalam menilai transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan negara. KLHK sebagai salah satu Kementerian/Lembaga Negara yang mengelola keuangan negara, mempunyai kewajiban untuk menyusun laporan keuangannya secara tepat waktu sesuai dengan Undang-Undang untuk kemudian disampaikan kepada Kementerian Keuangan.

Laporan dari masing-masing kementerian/ lembaga negara tersebut selanjutnya akan dikonsolidasi oleh Kementerian Keuangan, untuk kemudian diserahkan kepada DPR-RI sebagai bentuk pertanggungjawaban pemerintah dengan terlebih dahulu diaudit dan mendapatkan opini pemeriksaan oleh BPK-RI.(ADV)

 

 

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

Nurul Angely Juara Pertama Bintang Radio Kabupaten Kuansing 2026

Nurul Angely dari Kecamatan Kuantan Mudik berhasil keluar sebagai juara pertama ajang Bintang Radio Kabupaten…

10 jam ago

Penerbangan di Bandara SSK II Pekanbaru Berjalan Normal di Tengah Kabut Asap

Aktivitas penerbangan di Bandara Internasional SSK II Pekanbaru berjalan aman dan normal meski Kota Pekanbaru…

1 hari ago

Opening Party Honda DBL 2026 Riau Bergulir Hari Ini di Gelanggang Remaja Pekanbaru

Kompetisi basket pelajar bergengsi Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Riau resmi bergulir mulai…

1 hari ago

Sidang Korupsi Kuansing: Sopir Zulkarnain dan Istri Suhardiman Amby Bersaksi

Persidangan kasus suap mantan Sekda Kuansing Zulkarnain mengungkap alur pembayaran angsuran Pajero Sport dan penguasaan…

2 hari ago

Kabut Asap Makin Tebal, Disdikbud Pelalawan Liburkan Tatap Muka di 8 Kecamatan

Disdikbud Kabupaten Pelalawan memberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di 8 kecamatan akibat memburuknya kualitas udara…

2 hari ago

Tabrakan Beruntun 10 Mobil di Lampung Akibat Asap Tebal, 2 Orang Meninggal

Kecelakaan beruntun melibatkan 10 kendaraan terjadi di Jalan Lintas Pantai Timur Sumatera, Tulang Bawang, Lampung…

2 hari ago