Categories: Nasional

Covid-19 Delta, Sembuh Lebih Cepat, tapi Bisa Lebih Parah

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Saat seseorang melakukan tes Polymerase Chain Reaction (PCR) umumnya terlihat hasil CT Value dari laboratorium. CT Value adalah Cycle Treshold. Hasil CT Value ternyata bisa menentukan seseorang sudah tertular varian Delta.

Ternyata jika CT Value Anda semakin rendah, patut dicurigai sudah tertular varian Delta. Ciri lainnya, angka kesembuhan lebih cepat namun bisa saja tiba-tiba parah.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan, pihaknya menentukan data epidemiologis varian Delta dengan cara mengukur rata-rata CT Value pasien Covid-19 di daerah. Varian Delta, kata dia, saat ini memang menjadi nomor satu varian dominan sesuai penelitian di Inggris. Jika CT lebih rendah, masa aktifnya lebih cepat.

“Keparahan CT Delta lebih rendah, kemudian masa aktifnya lebih cepat. Jadi jika terkena varian Delta sembuhnya lebih cepat, tapi meningkat keparahannya juga lebih cepat. Maka intervensi di RS berbeda,” kata Menkes Budi baru-baru ini.

Ia memberikan contoh simulasi di Sumatera Barat. “Angka CT Value pasien rata-rata lebih kecil yakni sebanyak 8,22 persen CT Value di bawah 10,” jelas Menkes Budi.

Lalu di Jakarta, Kudus, dan Bangkalan, profil varian Delta juga menunjukkan CT Value di bawah 10. Maka menurutnya, dengan melihat rata-rata CT pasien saja, sudah bisa ditebak suatu wilayah tertular varian Delta.

“Dengan komparasi begini, menduga bahwa daerah-daerah yang CT-nya rendah sudah dimasukkin Delta,” jelasnya.

“Varian Delta ini lebih cepat penularannya. Cara perawatan di RS juga berbeda,” katanya.

Lalu untuk mengatasinya tingkat testing harus lebih agresif. Di Sumatera Barat 63 persen pasien Covid-19 rata-rata CT-nya di bawah 20.

“Kita sudah ambil keputusan, arahkan agar setiap uji PCR sudah dimasukkan ke sistem. Agar bisa antisipasi, di mana daerah-daerah yang terkena varian Delta,” katanya.

Maka menurutnya, untuk bisa mengantisipasi varian delta penting untuk melakukan testing agresif. Sehingga konversi tempat tidur RS, isolasi, dan oksigen bisa lebih diantisipasi lagi.

 

Sumber: Jawapos.com

Editor: E Sulaiman

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Agung Toyota Buka Program Trade In New Hilux, Mobil Lama Bisa Ditukar

Agung Toyota membuka program trade in New Hilux di Riau. Konsumen dapat menukar mobil lama…

3 jam ago

Ribuan Pecinta Vespa Meriahkan Pawai Gebyar Scooter Lancang Kuning ke-16 di Bengkalis

Pawai Gebyar Scooter Lancang Kuning ke-16 di Bengkalis berlangsung meriah dengan peserta dari berbagai provinsi…

5 jam ago

SSB PTPN IV Regional III Juara Liga TOPSkor Riau, Siap Harumkan Nama Riau di Nasional

SSB PTPN IV Regional III juara Liga TOPSkor Pekanbaru 2026 dan berhak mewakili Riau pada…

5 jam ago

Galeri24 Pegadaian Tebar Promo Kicau, Diskon Emas Batangan hingga 19 Juli

Galeri24 Pegadaian menghadirkan Promo Kicau dengan diskon 1,5 persen untuk pembelian emas batangan selected item…

5 jam ago

ICW Temukan Dugaan Potensi Rente Triliunan dalam Proyek 80 Ribu Pikap Kopdes

ICW menyoroti pengadaan 80 ribu pikap Kopdes Merah Putih yang diduga memiliki potensi rente hingga…

6 jam ago

48 Ribu Warga Kota Padang Masih Menganggur, Lapangan Kerja Belum Seimbang

Sekitar 48 ribu warga Kota Padang masih menganggur. Pemko memperkuat pelatihan berbasis kebutuhan industri untuk…

6 jam ago