Categories: Nasional

Keras, Ini yang Dikatakan Alissa soal Pemecatan 75 Pegawai KPK

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Peralihan status pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadi aparatur sipil negara (ASN) dinilai buah dari berlakunya Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2019 tentang KPK. Terlebih, dari dari 1.351 pegawai KPK yang mengikuti tes wawasan kebangsaan (TWK) 75 orang dinyatakan gagal.

Koordinator Jaringan Gusdurian, Alissa Wahid, menilai, pertanyaan dalam TWK banyak yang tidak terkait dengan komitmen pemberantasan korupsi. Seperti pertanyaan kapan nikah,  kesediaan dipoligami, melepas jilbab, hingga doa qunut.  

“Pertanyaan-pertanyaan tersebut sarat dengan diskriminasi, pelecehan terhadap perempuan, dan pelanggaran terhadap hak asasi manusia,” kata Alissa dalam keterangannya, Selasa (11/5/2021).

Sebagian besar pegawai KPK, lanjut Alissa, memang dinyatakan lolos, namun hal itu tetap menimbulkan pertanyaan besar di kalangan masyarakat. Apalagi dalam daftar yang gagal, terdapat beberapa pegawai KPK yang berintegritas dalam mengungkap berbagai kasus besar.

Gusdurian mengecam adanya sejumlah pertanyaan dalam TWK yang bermuatan diskriminasi, pelecehan terhadap perempuan, dan pelanggaran terhadap HAM. 
“Komitmen berbangsa dan bernegara berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 tidak boleh diukur melalui serangkaian pertanyaan yang diskriminatif, rasis, dan melanggar Hak Asasi Manusia,” cetus Alissa.

Alissa meminta Presiden Joko Widodo untuk melakukan evaluasi total dan tidak menggunakan hasil penyelenggaraan TWK yang cacat moral tersebut untuk menyeleksi pegawai KPK. 

Dia juga meminta kepada pemerintah agar tidak menjadikan TWK sebagai alat untuk menyingkirkan orang-orang yang mempunyai komitmen dan integritas dalam pemberantasan korupsi.

“Pemerintah harus bersikap transparan agar tidak menimbulkan kecurigaan adanya penyingkiran terhadap orang-orang yang berintegritas dalam tubuh KPK,” tegas Alissa.

Alissa meminta Presiden Jokowi dan DPR RI untuk mengembalikan independensi KPK karena UU KPK hasil revisi menimbulkan pelemahan yang sangat nyata di tubuh KPK. Menurutnya, sejak berdiri KPK terbukti mampu menjadi lembaga yang berintegritas dalam memberantas korupsi.

Alissa menegaskan, pelemahan terhadap KPK menjadi indikasi berkurangnya komitmen pemberantasan korupsi yang membahayakan masa depan bangsa dan negara. 

“Saya mengajak seluruh masyarakat untuk terus mengawal upaya pemberantasan korupsi dan mengawal independensi KPK dari upaya pelemahan berupa narasi dan stigma negatif yang memecah-belah bangsa," imbuh putri Gus Dur tersebut.

Karena, kata Alissa, KPK didirikan dengan proses yang panjang, dimulai di era BJ Habibie, dibangun pondasi oleh KH Abdurrahman Wahid, dan diresmikan di era Megawati Soekarno Putri. 

Sumber: Jawa Pos/News/Berbagai Sumber
Editor: Hary B Koriun

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

Polisi Temukan 8 Paket Sabu, Residivis Narkoba Kabur dengan Tangan Terborgol

Pria di Siak yang kedapatan membawa 8 paket sabu kabur ke semak dan kebun sawit…

31 menit ago

Waspada DBD! Kasus di Kuansing Melonjak, 100 Warga Terserang pada Mei

Sebanyak 251 kasus DBD tercatat di Kuansing dalam enam bulan 2026. Warga diminta waspada dan…

43 menit ago

Riau Pos-HSBL 2026 Series Dumai Dimulai, 12 Tim Pelajar Berebut Jadi yang Terbaik

Riau Pos-HSBL 2026 memasuki series Dumai pada 29 Juli-1 Agustus. Sebanyak 12 tim putra dan…

2 jam ago

Pedagang Pasar Kodim Pekanbaru Kembali Dapat Surat Peringatan, Diminta Segera Pindah

Ratusan pedagang Pasar Kodim Pekanbaru mendapat surat peringatan kedua dan diminta pindah ke Pasar Higienis…

3 jam ago

Polisi Gerebek Rumah di Jalan Durian, Pria 35 Tahun Ditangkap Bawa 5 Paket Sabu

Polisi menangkap pria 35 tahun di Sukajadi, Pekanbaru, dengan lima paket sabu seberat 24,23 gram.…

3 jam ago

Wanita Dibegal di Jalan Teropong Pekanbaru, Motor dan HP Raib

Seorang wanita diduga dibegal tiga pelaku di Jalan Teropong Pekanbaru. Korban terluka setelah jatuh ke…

7 jam ago