Categories: Nasional

Teka-teki Sumber Uang dan Pengejaran Hasto

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Nama Hasto Kristiyanto muncul dalam perkara suap Komisioner KPU Wahyu Setiawan. Duit yang diberikan untuk Wahyu diduga bersumber dari Sekjen PDIP itu. Hal tersebut berdasar pengakuan Saeful, salah seorang tersangka yang terjaring OTT pada Rabu (8/1).

Saeful memang tidak secara langsung menyebut nama Hasto. Namun, dia mengiyakan saat disebut sumber dana itu. ”Iya,” ujarnya singkat saat digiring menuju mobil tahanan setelah menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK kemarin dini hari (10/1).

Berdasar penyidikan awal, KPK menyebutkan bahwa Saeful telah menjadi perantara uang suap dari caleg PDIP dari dapil Sumatera Selatan (Sumsel) I Harun Masiku untuk Wahyu Setiawan dan Agustiani Tio Fidelina, orang kepercayaan Wahyu yang juga mantan anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

Saat pelaksanaan OTT pada Rabu lalu, KPK mengamankan Saeful dan Doni. KPK kemudian menetapkan Saeful sebagai tersangka pemberi suap, sedangkan Doni dilepas.

KPK belum merinci relasi antara Doni dan Saeful yang dikabarkan merupakan staf kesetjenan DPP PDIP yang dikomandoi Hasto. ”Nggak tergambar (relasi keduanya, Red),” kata Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar kemarin. ”Tapi, soal sudah ada BB (barang bukti), kemudian tinggal mau menyerahkan, tapi memang dia (Saeful, Red) tahan dulu duit itu karena dia tidak bawa tas (ketika ditangkap),” lanjutnya.

Lili meluruskan kabar bahwa ada upaya pengejaran yang gagal terhadap Hasto pada Rabu lalu. Menurut dia, saat itu memang ada petugas KPK yang datang ke kompleks Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) dan tertahan di sana sampai Kamis (9/1) pagi. Namun itu bukan untuk mengejar seseorang.

”Di PTIK itu ternyata tidak diketahui teman-teman (kepolisian) bahwa ini adalah petugas KPK. Kami kebetulan juga ada acara di sana,” jelasnya.

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri menambahkan, memang ada pemeriksaan mendetail yang dilakukan petugas KPK selama di sana. ”Saat itu petugas kami sedang di sana untuk melaksanakan salat. Kemudian, ada pengamanan dan sterilisasi. Oleh petugas sana sempat dicegah dan diminta identitasnya,” katanya.

Terkait pemeriksaan itu, Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Argo Yuwono menuturkan bahwa sudah menjadi standard operating procedure (SOP) untuk menjaga keamanan. ”Jangan sampai ada orang tidak bertanggung jawab masuk ke PTIK,” tuturnya.

Secara terpisah, Hasto Kristiyanto mengatakan, pihaknya menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus suap PAW tersebut kepada KPK. ”Kami serahkan sepenuhnya tanpa intervensi,” terang dia saat ditemui di sela-sela acara Rakernas dan HUT Ke-47 PDIP di Jakarta International Expo, Kemayoran, kemarin.

Menurut dia, banyak kepentingan yang bermain dalam kasus OTT yang menyeret komisioner KPU itu. Ada pihak yang membuat framing. Misalnya, ada yang mem-framing bahwa Doni yang ditangkap KPK adalah stafnya. Padahal bukan. Doni yang ditangkap KPK adalah pengacara. Kemarin Hasto mengajak stafnya yang bernama Doni. ”Ini yang namanya Doni,” ucap dia.

Soal dugaan keterlibatan DPP PDIP dalam proses PAW anggota DPR, Hasto kembali menegaskan bahwa tidak pernah ada proses negosiasi. Aturan soal PAW sudah sangat jelas dan diatur berdasar ketentuan suara. Apalagi, pada 7 Januari, KPU sudah mengeluarkan surat bahwa apa yang diputuskan dan diusulkan PDIP tidak diterima KPU. ”Maka, buat apa melakukan upaya-upaya tersebut,” tegas dia. Namun, Hasto tidak menjawab saat ditanya apakah dia akan kooperatif ketika dipanggil KPK.

Editor : Deslina
Sumber: Jawapos.com

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

Tiga Bulan Belajar di Dunia Media, Mahasiswa Unri Rampungkan Program Magang Berdampak di Riau Pos

Mahasiswa Unri sukses menyelesaikan program Magang Berdampak selama tiga bulan di Riau Pos dengan bekal…

16 jam ago

Tangis dan Bangga Warnai Pelepasan 250 Siswa SMPN 25 Pekanbaru

Pelepasan 250 pelajar kelas IX SMPN 25 Pekanbaru berlangsung khidmat, meriah, dan penuh suasana haru.

16 jam ago

Sewa Lima Hari, Mobil Malah Digelapkan, Pasutri Berakhir Ditangkap

Pasutri di Tapung ditangkap polisi setelah diduga menggelapkan mobil rental yang tak dikembalikan kepada pemiliknya.

16 jam ago

Pantai Solop Diawasi Ketat Saat Iduladha, Maksiat dan Narkoba Jadi Perhatian

Pengawasan di Pantai Solop diperketat selama libur Iduladha untuk mencegah maksiat, miras, narkoba dan perilaku…

16 jam ago

Korupsi Bibit Kopi Liberika di Meranti, Kerugian Negara Rp663 Juta Berhasil Dipulihkan

Kejari Kepulauan Meranti berhasil memulihkan kerugian negara Rp663 juta dari kasus korupsi pengadaan bibit kopi…

17 jam ago

Kursi Kadis PUPR Riau Berganti, SF Hariyanto Tunjuk Zulfahmi Jadi Plt

SF Hariyanto menunjuk Zulfahmi sebagai Plt Kadis PUPR-PKPP Riau untuk penyegaran dan percepatan pembangunan infrastruktur.

17 jam ago