Categories: Nasional

Hentikan Pencemaran Lingkungan Akibat Limbah PKS

(RIAUPOS.CO) — POLEMIK sungai Belutu Kecamatan Kandis yang diduga tercemar limbah PKS sampai saat ini belum menemukan titik terang. Pasalnya, Pemerintah Daerah Kabupaten Siak melalui Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Siak belum menemukan siapa pelaku yang sengaja membuang limbah ke sungai sehingga ban-yak ikan mati di sepanjang Sungai Belutu Kecamatan Kandis, bulan lalu tersebut.

Atas persoalan ini, DPRD Siak yang mengagendakan rapat dengar pendapat dengan pihak perusahaan yang diduga membuang limbah belum terwujud. Anggota DPRD Siak dari Komisi III, Zulfi Mursal beberapa waktu lalu meminta peran aktif pemerintah daerah yaitu Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk menjemput bola.

Dengan demikian maka dihara-pkan dapat secepatnya mengungkapkan perusahaan mana yang membuang limbah itu. “Memang ada dugaan salah satu perusahaan membuang limbah ke Sungai Belutu, tapi  kami tidak ada bukti. Kendala dilapangan, Kabupaten Siak belum mempunyai laboratorium untuk mengecek sampel air dan alat memadai. Untuk itu, kami minta pihak DLH agar dapat lebih proaktif atas masalah lingkungan ini," katanya melalui website resmi DPRD Siak.

Dijelaskannya saat pengecekan sampel air, memang diakuinya DLH terbatas anggaran. Namun begitu pengajuan dan pembahasan anggaran, dinas dimaksud lebih cenderung usulkan anggaran perjalanan dinas saja. Makanya, Zulfi mengingatkan agar hal serupa tidak terulang kembali.

Anggota dewan tiga periode itu memaparkan pihaknya akan terus mengawasi langkah strategis dalam penyelamatan lingkungan di Siak. Zulfi Mursal juga meminta peran masyarakat bekerjasama dengan pemerintah daerah untuk membantu menggungkap fakta sebenarnya di lapangan perihal Sungai Belutu yang tercemar itu.

“Kalau perlu masyarakat tunjukkan bukti, kapan pihak perusahaan tersebut membuang limbah,” tegasnya.

Dari website resmi DPRD diketahui bahwa pihak Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Siak melalui Kabid Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup Ardayani membenarkan, bahwa Sungai Belutu Kecamatan Kandis diduga dicemari oleh limbah PKS. “Iya, hitam pekat air sungai. Itu jelas limbah PKS. Hanya kami tidak ada bukti menguatkan. Wak-tu sidak tidak ditemukan apa-apa,” sebutnya.(adv)

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

Menginap di Kamar Deluxe Cuma Rp455 Ribu, Hotel Mutiara Merdeka Hadirkan Paket “Koper”

Hotel Mutiara Merdeka Pekanbaru menghadirkan promo bulanan bertajuk Paket "Koper" dengan tarif Rp455 ribu per…

22 jam ago

Tingkatkan Kualitas Pembelajaran, Mahasiswa Pascasarjana UNRI Dampingi Guru MTsN 1 Kampar Kembangkan AI

Mahasiswa Magister Pendidikan Matematika FKIP UNRI mendampingi 45 guru MTsN 1 Kampar dalam memanfaatkan ChatGPT…

22 jam ago

Sekda Inhu Zulfahmi Adrian Koordinasi dengan BKN Atasi Polemik SK 247 Kepala Sekolah

Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu belum menerbitkan Surat Keputusan (SK) pengangkatan bagi 247 kepala sekolah yang…

1 hari ago

Satu Tim dengan Sang Putra, Kebahagiaan Coach Suryo Dampingi Debut Alif di Firstman

Kepala pelatih MAN 1 Pekanbaru Suryo Pranoto merasakan kebahagiaan tersendiri saat mendampingi putra kandungnya, Muhammad…

1 hari ago

WNA Asal India Ditemukan Tak Bernyawa di Kamar Hotel Jalan Hang Tuah Duri

Seorang WNA asal India berinisial SR (61) ditemukan tidak bernyawa di kamar hotel kawasan Jalan…

2 hari ago

Polda Riau Libatkan Bhabinkamtibmas dalam Program Rehabilitasi Mangrove M4CR

Direktur Pembinaan Masyarakat Polda Riau Kombes Pol Eko Budhi Purwono memperkuat komitmen menjaga ekosistem pesisir…

2 hari ago