Categories: Nasional

Kemendag Fokus Amankan Stok Bahan Kebutuhan Pokok

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Curah hujan tinggi di beberapa daerah menjadi salah satu penyebab kenaikan sejumlah harga pangan. Hal itu dinilai mengganggu suplai dan distribusi beberapa komoditas bahan pokok. Kementerian Perdagangan pun mengutamakan untuk mengamankan stok bahan pokok.

"Diharapkan, harga segera turun seiring panen yang diperkirakan dilaksanakan dalam beberapa pekan ke depan. Pemerintah terus memastikan kecukupan stok barang kebutuhan pokok agar masyarakat mendapat harga yang terjangkau," ujar Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi , Kamis (9/6).

Kemarin, Mendag kembali meninjau implementasi sistem distribusi closed loop program minyak goreng curah rakyat. Distribusi dilakukan pelaku usaha jasa logistik dan eceran (PUJLE) dengan menggunakan aplikasi. Lutfi melihat pelaksanaan program tersebut di Pasar Ciputat, Tangerang Selatan.

"Melalui aplikasi teknologi digital, pemerintah memastikan distribusi minyak goreng curah dapat dikontrol. Konsumen yang akan membeli minyak goreng harus menunjukkan KTP dengan pembelian maksimal 2 liter per hari. Ini bertujuan memastikan program minyak goreng curah tepat sasaran," ujar Lutfi.

Mendag menyebutkan, di Indonesia terdapat 17 ribu pasar rakyat. Artinya, dengan jumlah penjualan sebanyak 10 ribu titik, sistem closed loop sudah dapat menjangkau 65 persen pasar.

"Sasarannya, pasar dengan jumlah penduduk yang padat. Sehingga diharapkan konsumen akan mendapatkan minyak goreng curah sesuai harga eceran tertinggi (HET) di jarak kurang lebih 2–5 km. Proses distribusi diawasi dan dijaga melalui aplikasi teknologi untuk memastikan rakyat yang membutuhkan mendapat minyak goreng curah dengan harga terjangkau," bebernya.

Lutfi juga mengecek harga dan pasokan barang kebutuhan pokok. Harga sebagian barang kebutuhan pokok sudah berangsur turun jika dibandingkan pada Lebaran. Kecuali produk hortikultura.

Ketua Umum Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) Abdullah Mansuri berpendapat bahwa kenaikan harga bahan pokok dua pekan terakhir memang diawali cabai.

"Kemudian, merembet ke harga komoditas pangan lainnya, salah satunya adalah telur ayam ras," ujarnya.

Sementara itu, Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) tak menampik bahwa fluktuasi harga pangan akan memberikan sentimen negatif pada pertumbuhan industri ritel pada kuartal II. Aprindo menargetkan pertumbuhan bisa mencapai 5 persen pada kuartal II 2022.(agf/c12/dio/esi)

Laporan JPG, Jakarta

Edwir Sulaiman

Share
Published by
Edwir Sulaiman

Recent Posts

Unri Gandeng Tanoto Foundation Kembangkan Digitalisasi Soft Skills Mahasiswa

Unri bersama Tanoto Foundation membangun sistem digital soft skills mahasiswa terintegrasi, terukur, dan menjadi bagian…

2 jam ago

Dukung BRK Syariah, Pemprov Riau Terapkan Aturan Wajib bagi Investor

Pemprov Riau mewajibkan investor menyimpan dana di BRK Syariah sebagai langkah memperkuat bank daerah dan…

3 jam ago

Revitalisasi Lamban, Pedagang Harap Pasar Bawah Beroperasi Jelang Ramadan

Pedagang mendesak Pasar Bawah Pekanbaru segera dioperasikan sebelum Ramadan setelah dua tahun revitalisasi belum juga…

3 jam ago

Sumbang 4 Medali ASEAN Para Games, Pendidikan Atlet Difabel Digratiskan Pemkab Rohul

Pemkab Rohul menggratiskan pendidikan atlet difabel Niken hingga Paket C serta memberi uang pembinaan atas…

3 jam ago

Cegah Abrasi Sungai Indragiri, Mahasiswa ITB-I Tanam 100 Pohon

Mahasiswa ITB-I bersama Forkopimda Inhu menanam 100 pohon di bantaran Sungai Indragiri sebagai upaya mencegah…

1 hari ago

Generasi Terbaru Honda Vario 125 Hadir di Pekanbaru dengan Varian Street

PT CDN meluncurkan All New Honda Vario 125 di Pekanbaru dengan desain baru dan varian…

1 hari ago