Categories: Nasional

“Penjual Bendera” dan Negara dalam Negara Tampil di Taman Budaya Sumbar

PADANG (RIAUPOS.CO) – Kolaborasi Lembaga Teater Selembayung (Pekanbaru) dan Teater Rumah Mata (Medan) terbilang menarik. Konsep yang diboyong sang sutradara Fedli Azis sangat minimalis dalam segala unsur dalam karya teater. Paling tidak, teks Wisran Hadi berjudul, "Penjual Bendera" dimainkan dengan komikal. 

Karya tersebut akan disuguhkan di depan publik Kota Padang (Sumbar) pada Rabu (10/11/2021) pukul 16.00 WIB di Taman Budaya Sumbar. Helat tajaan Lembaga Bumi Kebudayaan dan UPT Taman Budaya Sumbar itupun berlangsung, 3-10 November secara daring dan luring. Artinya, karya-karya yang ditampilkan bisa dinikmati secara langsung dan virtual (online).

"Kami mendapat kehormatan dan merupakan satu-satunya peserta di luar Sumbar pada helat bertajuk, 'Gelar Karya Budaya 2021' tersebut. Kali ini, kami menggarap teks Wisran Hadi berjudul, 'Penjual Bendera' dengan konsep minimalis," ulas Fedli Azis disela-sela latihan. 

Dijelaskannya, teks "Penjual Bendera" itu menjadi pilihan yang dirasa cukup mewakil kondisi Indonesia zaman berzaman, dulu, kini, mungkin juga nanti. Almarhum Wisran Hadi sangat memahami persoalan Indonesia dari pucuk hingga ke akar-akarnya. Dan dalam teks-nya beliau bermain-main dengan simbol suatu bangsa yakni Bendera dan kapas. 

Untuk karya pemanggungannya sendiri, Fedli Azis memilih empat aktor seperti Agus Susilo asal Teater Rumah Mata-Medan, Aditiya Hariyadi, Elviana dan Fuad Fadillah dari Lembaga Teater Selembayung (Pekanbaru). Keempat aktor telah menjalani proses latihan, secara daring dan offline. 

Kali ini, Fedli Azis benar-benar menggarap segala unsur dalam teater secara minimalis. Maka audiens nantinya tidak akan menemukan properti seperti mesin jahit, bendera merah-putih, plastik-plastik, lampu-lampu dan semacamnya. Audiens juga tidak akan melihat para aktor memakai kostum yang sesuai dengan cerita. Tak ada makeup sesuai karakter dan lainnya.

"Kami hanya memainkan semuanya secara imajinatif dan para aktor lah yang memainkan semuanya, baik karakter maupun jadi properti-properti yang hendak dihadirkan di atas panggung," ujar Fedli dalam keterangan resmi yang diterima Riaupos.co, Selasa (9/11/2021).

Menurut Agus Susilo, apa yang diinginkan sutradara membuatnya tertarik. Apalagi karya yang berdurasi 60-an menit hanya dimainkan di atas panggung berukuran 2X1,5 meter saja. Sesuai dengan Indonesia yang luas namun pada kenyataannya sudah dikavling-kavling untuk para cukong. Ya, di Indonesia sering disaksikan banyak negara dalam satu negara.

"Panggung menjadi lebih padat dan dinamis. Makanya saya sangat ingin terlibat aktif. Apa yang kami pikir dan diskusikan tentang Indonesia selama proses rasanya masih relevan hingga saat ini, bahkan saya kira juga nanti," aku Agus Susilo.

Gelar Karya Budaya 2021 yang berlangsung, 7-10 November tersebut melibatkan delapan (8) komunitas antara lain; Ganto Gaung, Tanah Ombak, Teater Gumala, Teater Balai, Komunitas Teater Binggo, Teater Kuflet, Teater Selembayung, Batuang Sarumpun. Semua komunitas memainkan teks-teks karya Wisran Hadi sebagai penghormatan atas jasa-jasa beliau, salah satunya dalam dunia teater Indonesia.

Editor: Eka G Putra

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

Nurul Angely Juara Pertama Bintang Radio Kabupaten Kuansing 2026

Nurul Angely dari Kecamatan Kuantan Mudik berhasil keluar sebagai juara pertama ajang Bintang Radio Kabupaten…

13 jam ago

Penerbangan di Bandara SSK II Pekanbaru Berjalan Normal di Tengah Kabut Asap

Aktivitas penerbangan di Bandara Internasional SSK II Pekanbaru berjalan aman dan normal meski Kota Pekanbaru…

2 hari ago

Opening Party Honda DBL 2026 Riau Bergulir Hari Ini di Gelanggang Remaja Pekanbaru

Kompetisi basket pelajar bergengsi Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Riau resmi bergulir mulai…

2 hari ago

Sidang Korupsi Kuansing: Sopir Zulkarnain dan Istri Suhardiman Amby Bersaksi

Persidangan kasus suap mantan Sekda Kuansing Zulkarnain mengungkap alur pembayaran angsuran Pajero Sport dan penguasaan…

2 hari ago

Kabut Asap Makin Tebal, Disdikbud Pelalawan Liburkan Tatap Muka di 8 Kecamatan

Disdikbud Kabupaten Pelalawan memberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di 8 kecamatan akibat memburuknya kualitas udara…

2 hari ago

Tabrakan Beruntun 10 Mobil di Lampung Akibat Asap Tebal, 2 Orang Meninggal

Kecelakaan beruntun melibatkan 10 kendaraan terjadi di Jalan Lintas Pantai Timur Sumatera, Tulang Bawang, Lampung…

2 hari ago