Categories: Nasional

Kemenag Minta PPIU Tidak Membuka dan Menerima Paket Umrah

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Hingga saat ini belum ada kejelasan kapan penerbangan umrah dibuka kembali oleh Arab Saudi. Kementerian Agama (Kemenag) pun meminta penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU) untuk tidak membuka dan menerima pendaftaran paket umrah.

Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Kemenag Arfi Hatim mengatakan, ada sejumlah pertimbangan sehingga PPIU disarankan tidak membuka dan menerima dulu pendaftaran paket umrah. Salah satunya, belum ada kepastian penerbangan umrah dibuka kembali. ”PPIU juga harus mengatur ulang terlebih dahulu dan fokus keberangkatan jamaah yang terdampak kebijakan Saudi,’’ katanya di Jakarta kemarin.

Dia berharap travel umrah menyiapkan skema penjadwalan ulang keberangkatan umrah sembari menunggu kepastian pembukaan penerbangan umrah. Kemenag mendorong PPIU untuk melakukan penjadwalan ulang.

Sementara itu, proses refund hanya berlaku untuk visa umrah sebagaimana kebijakan dari pemerintah Saudi. ”Selain visa, komponen biaya umrah itu kan, antara lain, mencakup transportasi udara dan darat, akomodasi, konsumsi, manasik, dan perlengkapan,” jelasnya.

Jamaah diminta bersabar menunggu update informasi dari Saudi. Penjadwalan ulang, kata dia, baru bisa dilakukan setelah keluar kepastian pencabutan larangan penerbangan umrah.

Sementara itu, salah satu PPIU yang sudah mempunyai jadwal keberangkatan umrah pada Maret ini adalah Patuna. Direktur Utama Patuna Syam Resfiadi mengatakan, ada sekitar 600 jamaah yang sudah dibayarkan uang paket umrahnya kepada pihak-pihak terkait. Mulai penerbangan, hotel, transportasi darat di Saudi, hingga katering.

Dari jumlah tersebut, dia mengatakan, 17 orang dipastikan meminta pembatalan atau refund. ’’Karena terkait izin cuti,’’ katanya.

Syam mengungkapkan, akibat pembatalan itu, sangat mungkin biaya umrah tidak kembali 100 persen. Pada brosur pendaftaran ada ketentuan biaya pembatalan USD 500 per jamaah.

Secara umum, lanjut Syam, jamaah yang sudah memiliki jadwal umrah memilih penjadwalan ulang. Di sisi lain, jika jamaah meminta pengembalian uang, cash flow perusahaan bisa terpengaruh. Menurut Syam, dalam kondisi tertentu, Patuna tidak punya kendala dengan cash flow tersebut. Namun, belum tentu perusahaan travel umrah lainnya memiliki kemampuan cash flow yang kuat.

 

Sumber: Jawapos.com

Editor: E Sulaiman

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Remisi Lebaran Dibagikan, 760 Warga Binaan Lapas Tembilahan Tersenyum Bahagia

Sebanyak 760 warga binaan Lapas Tembilahan menerima remisi Idulfitri 1447 H, dua di antaranya langsung…

2 hari ago

Diguyur Hujan, Warga Tetap Antusias Salat Id Bersama Wako Pekanbaru

Hujan deras tak surutkan antusias warga Pekanbaru Salat Idulfitri bersama wali kota. Lokasi dipindah ke…

2 hari ago

Hilal Syawal Belum Terlihat Rabu Malam, Pemerintah Arab Saudi Tetapkan Idulfitri Jumat 20 Maret

Hilal belum terlihat, Arab Saudi tetapkan Syawal Jumat 20 April 2026

4 hari ago

Viral! Penjambret di Pekanbaru Rampas Uang Santunan Anak Yatim

Aksi penjambretan uang santunan anak yatim di Pekanbaru viral. Pelaku berpura-pura bertanya sebelum merampas amplop…

5 hari ago

Jelang Lebaran, Jalan Teluk Leok Mulai Diperbaiki, Warga Bisa Segera Melintas

Pemko Pekanbaru mempercepat perbaikan jalan rusak jelang Idulfitri. Jalan Teluk Leok ditargetkan bisa dilalui aman…

5 hari ago

Jelang Idulfitri, 2.401 Guru di Pekanbaru Dapat Insentif Ramadan

Pemko Pekanbaru salurkan insentif Ramadan kepada 2.401 guru. Guru honor komite dapat tambahan hingga Rp600…

5 hari ago