Categories: Nasional

7.448 Berebut 1.319 Kursi Petugas Haji

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Kementerian Agama (Kemenag) sudah menggelar seleksi petugas haji tahap pertama di tingkat kabupaten-kota. Ada 7.448 peserta ujian yang berasal dari 494 kabupaten dan kota. Mereka memperebutkan kuota petugas haji sebanyak 1.319 kursi. Pimpinan Kemenag Pusat mengawasi langsung pelaksanaan seleksi tersebut.

Direktur Bina Haji Kemenag Khoirizi H Dasir menuturkan, secara umum pelaksanaan seleksi petugas haji tahap pertama berjalan lancar. Pelamar yang memenuhi kriteria akan mengikuti seleksi tahap kedua di tingkat Kanwil Kemenag pada 13 Februari. ’’Kami meminta seluruh panitia pelaksana ujian menjalankan proses ini secara akuntabel,’’ katanya, kemarin (8/2).

Khoirizi menegaskan, jangan sampai ada panitia yang coba-coba melakukan korupsi, kolusi, nepotisme, menerima gratifikasi, atau bentuk kecurangan lain. Dia menjelaskan, kuota petugas haji terbagi untuk beberapa pos.

Misalnya, pos ketua kloter sebanyak 507 kursi. Kemudian, petugas pembimbing ibadah kloter juga 507 kursi. Lalu, kuota untuk petugas penyelenggara ibadah haji (PPIH) Arab Saudi 305 kursi. ’’Seleksi tidak hanya menjaring peserta berdasar kompetensi,’’ katanya.

Tetapi, juga aspek akhlak, disiplin, komitmen melayani, serta pemahaman moderasi beragama. Butir-butir ujian yang disajikan secara online melalui aplikasi di ponsel telah disesuaikan dengan aspek-aspek tadi.

Pada kesempatan sebelumnya, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Nizar merasa prihatin karena masih mendengar isu permainan dalam proses rekrutmen petugas haji.

Dia menegaskan, rekrutmen berlangsung transparan dan akuntabel. Ujian tulis berbasis komputer melalui aplikasi ponsel memiliki bobot 60 persen. Kemudian, portofolio peserta memiliki bobot 40 persen. Waktu penyelenggaraan haji semakin dekat. Sesuai dengan jadwal rencana perjalanan haji (RPH) Kemenag 2020, calon jamaah haji mulai masuk asrama haji pada 25 Juni. Keesokan harinya pada 26 Juni, jamaah diterbangkan ke Arab Saudi. Proses pemberangkatan jamaah itu berlangsung hing­ga 25 Juli.
Kemudian, pelaksanaan wukuf di Arafah sebagai puncak proses ibadah haji dijadwalkan pada 30 Juli. Kepastian pelaksanaan wukuf masih menunggu keputusan resmi otoritas pemerintah Arab Saudi.
Setelah itu, jamaah mulai dipulangkan ke Tanah Air pada 6 Agustus. Proses pemulangan jamaah berakhir pada 4 September 2020.(wan/c7/oni/jpg)

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

Satu Lokasi, Banyak Layanan: MPP Inhil Permudah Urusan Haji dan Umrah

MPP Inhil menambah layanan haji dan umrah. Masyarakat kini bisa mengurus keperluan ibadah secara mudah…

5 jam ago

Patroli Malam Polisi Gagalkan Balap Liar, 29 Motor Diamankan

Polisi mengamankan 29 sepeda motor saat patroli balap liar di Simpang Garoga, Duri, guna menjaga…

7 jam ago

Unri Gandeng Tanoto Foundation Kembangkan Digitalisasi Soft Skills Mahasiswa

Unri bersama Tanoto Foundation membangun sistem digital soft skills mahasiswa terintegrasi, terukur, dan menjadi bagian…

10 jam ago

Dukung BRK Syariah, Pemprov Riau Terapkan Aturan Wajib bagi Investor

Pemprov Riau mewajibkan investor menyimpan dana di BRK Syariah sebagai langkah memperkuat bank daerah dan…

10 jam ago

Revitalisasi Lamban, Pedagang Harap Pasar Bawah Beroperasi Jelang Ramadan

Pedagang mendesak Pasar Bawah Pekanbaru segera dioperasikan sebelum Ramadan setelah dua tahun revitalisasi belum juga…

10 jam ago

Sumbang 4 Medali ASEAN Para Games, Pendidikan Atlet Difabel Digratiskan Pemkab Rohul

Pemkab Rohul menggratiskan pendidikan atlet difabel Niken hingga Paket C serta memberi uang pembinaan atas…

10 jam ago