satu-terdakwa-korupsi-asabri-dituntut-hukuman-mati
JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Jaksa penuntut umum telah membacakan tuntutan terhadap tujuh terdakwa dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi di PT ASABRI. Dalam sidang yang berlangsung sampai Senin malam (6/12), jaksa menuntut salah seorang terdakwa dengan pidana mati. Tuntutan itu ditujukan kepada Heru Hidayat, Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera itu dituntut hukuman mati lantaran telah merugikan keuangan negara Rp22,7 triliun.
Sebelumnya, yang bersangkutan sudah divonis hukuman seumur hidup dalam perkara korupsi di PT Jiwasraya. Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta Ashari Syam menyampaikan bahwa tuntutan pidana mati terhadap Heru Hidayat tertulis jelas dalam amar tuntutan. "Menghukum terdakwa dengan pidana mati," ungkap dia menirukan ucapan jaksa penuntut umum dalam sidang.
Ashari menyebut, sidang dengan agenda pembacaan tuntutan terhadap tujuh terdakwa dalam perkara ASABRI memang berlangsung cukup lama. Mulai sekitar pukul 13.30, sidang tersebut baru selesai pada pukul 22.45. Khusus Heru Hidayat, dia menjelaskan bahwa yang bersangkutan dituntut bersalah melanggar Undang-Undang (UU) Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) dan UU Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).
Atas tindakan yang telah dilakukan oleh Heru Hidayat, jaksa tidak hanya menuntut pidana mati terhadap yang bersangkutan. Dalam sidang yang sama, Heru Hidayat juga dituntut membayar uang pengganti Rp 12.643.400.946.226.(syn/jpg)
Harry Kane menolak dibandingkan dengan Erling Haaland jelang laga Inggris vs Norwegia dan optimistis The…
Polsek Mandau menangkap pria berinisial MR dalam kasus dugaan peredaran sabu. Polisi menyita 32 paket…
Persaingan Audisi Umum PB Djarum 2026 di Pekanbaru makin ketat. Sebanyak 120 atlet muda masih…
Pembangunan Sekolah Rakyat di Kuansing telah mencapai 82 persen. Plt Bupati Muklisin meminta kontraktor menjaga…
Ketua DPRD Kuansing Juprizal diperiksa KPK selama 12 jam terkait pelepasan kawasan hutan. Kuasa hukum…
Jaksa KPK menuntut Abdul Wahid 8 tahun 6 bulan penjara dan mengungkap lima dasar tuntutan…