(RIAUPOS.CO) — Sekretaris Daerah (Sekda) Dr H Dianto Mampanini SE MT menghadiri acara Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Istana Negara Jakarta, Selasa (6/8).
Dalam Rakornas tersebut, Sekda menyebutkan, Presiden Joko Widodo meminta Forkopimda di daerah untuk bersinergi dan bekerja sama dengan pemerintah pusat dalam mengatasi karhutla yang terjadi beberapa pekan terakhir.
“Ada empat hal yang ditekankan Pak Jokowi. Pertama, prioritas pencegahan melalui patroli dan deteksi dini. Kedua, penataan ekosistem gambut bagaimana caranya agar tanah gambut tetap basah. Ketiga, segera lakukan pemadaman bilamana ada api dan lakukan pemadaman sebelum api menjadi besar. Keempat, langkah gakkum terus konsisten dan ditingkatkan,” ujar Dianto.
Seperti diketahui, kerugian akibat karhutla pada 2015 silam mencapai Rp221 triluin dan lahan yang terbakar mencapai luas 2,6 juta hektare. Untuk itu, Presiden Jokowi meminta supaya kejadian serupa tidak terulang lagi pada tahun 2019.
Kendati jumlah karhutla pada 2019 sudah berkurang, namun hotspot (titik panas) dibanding 2018 cendrung naik. Karena itu, presiden mengingatkan perlu kewaspadaan semua pihak untuk tetap menjaga dan selalu berkoordinasi dengan pemerintah pusat.
Sementara itu, lanjut Sekda, khusus untuk Kabupaten Kuantansingingi patut disukuri karena sampai sekarang belum ada terjadi kebakaran hutan dan lahan. Meskipun demikian, perlu kehatian-hatian semua pihak agar kondisi tersebut benar-benar tetap terjaga.
“Selepas Rakor ini, nanti kita akan berkoordinasi dengan Forkopimda. Setidaknya kita melakukan upaya-upaya protektif agar kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Kuansing pada tahun 2019 ini tidak ada sama sekali,” kata Sekda.
Selain Sekda juga turut hadir, Dandim 0302 Inhu-Kuansing Letkol Arh Hendra Roza SIP, Kapolres Kuantan Singingi AKBP Muhammad Mustofa SIK MSi, Gubri, bupati/walikota serta Dandim dan Kapolres se-Riau.(adv)

