Categories: Nasional

Kabalai P2P Sumatera III: Jangan Ada Pungli yang Merugikan Penerima BSPS Provinsi Riau

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (BP2P) Sumatera III melalui Satuan Kerja Penyediaan Perumahan Provinsi Riau menyelenggarakan Rapat Evaluasi Kinerja Fasilitator Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Pekanbaru awal Agustus kemarin. Tertib administrasi tanpa pungli menjadi penekanan yang disampaikan Kepala Balai Zubaidi ST MT daam pertemuan tersebut.

Rapat evaluasi kinerja fasilitator ini ditujukan untuk menyamakan pemahaman para pelaksana program BSPS terkait pokok uraian penyebab masalah, akar masalah, disertai penyepakatan solusi terhadap kendala-kendala penyaluran program BSPS untuk Tahun Anggaran 2020. 

“Melalui evaluasi kinerja ini, diharapkan fasilitator dapat mengambil langkah-langkah dalam mengantisipasi setiap permasalahan yang ada dan mungkin terjadi di lokasi pendampingan BSPS khususnya di tengah pandemi COVID-19 ini,” ujar Kepala Balai P2P Sumatera III Zubaidi.

Sebagai pemberi arahan, Zubaidi meneruskan arahan Dirjen Perumahan Kementerian PUPR terkait pelaksanaan kegiatan BSPS di Provinsi Riau di mana masyarakat harus berperan sebagai pelaku utama dalam program BSPS. 

“Barang bangunan harus legal menurut ketentuan yang berlaku dan yang paling penting adalah tertib dalam administrasi dan tidak ada pungli dalam hal apapun yang merugikan penerima bantuan,” tegasnya.

Acara dibuka langsung Kabalai P2P Sumatera III Zubaidi, ST MT, dihadiri Kepala Satuan Kerja Penyediaan Perumahan Provinsi Riau Aldino Herupriawan, ST, MT, PPK Rumah Swadaya Edison KS, ST, MSi, Konsultan Manajemen Provinsi Riau serta tim teknis kabupaten/kota dan para koordinator fasilitator lapangan di Provinsi Riau. Kegiatan berlangsung selama dua hari di Ballroom Hotel New Hollywood Pekanbaru.

Tahun 2020, dijelaskannya Provinsi Riau mendapat alokasi BSPS sejumlah 2.000 unit yang tersebar di 4 kabupaten, yakni Kuantan Singingi sejumlah 310 unit (tersebar di 15 desa dari 7 kecamatan), Kepulauan Meranti sejumlah 200 unit (tersebar di 10 desa dari 5 kecamatan), Siak sejumlah 100 unit (tersebar di 5 desa dari 3 kecamatan), serta Kampar yang mendapatkan 1.390 unit (tersebar di 64 desa dari 15 kecamatan).

Saat ini, progress fisik BSPS di Provinsi Riau telah mencapai progress 95,32 persen di Kuantan Singingi, 87,35 persen di Kepulauan Meranti, 86,43 di Siak, dan 66,28 persen Kampar.

Laporan: Eka G Putra

Editor: Eko Faizin

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

Kuota Haji Bengkalis 2027 Capai 399 Jemaah, Biovisa dan Cek Kesehatan Belum Dibuka

Bengkalis mendapat kuota sementara 399 jemaah haji 2027. Persiapan terkendala biovisa, cek kesehatan, dan kepastian…

7 jam ago

Seragam Gratis untuk Siswa Pekanbaru Segera Dibagikan, SMP Swasta Ikut Dapat

Program seragam gratis Pekanbaru diperluas untuk siswa SMP swasta mitra pemko. Bantuan ditargetkan mulai dibagikan…

8 jam ago

Bukan Sekadar Perayaan, HUT ke-28 RS Awal Bros Diisi Aksi Sosial dan Olahraga

RS Awal Bros Group merayakan HUT ke-28 bertema “Quality of Life” dengan kegiatan sosial, medis,…

8 jam ago

Jembatan Panglima Sampul Dibangun Bertahap, Selat Akar Dikebut Tahun Ini

Dua jembatan strategis di Kepulauan Meranti tetap menjadi prioritas. Selat Akar ditargetkan rampung 2026, Panglima…

8 jam ago

Pertalite Bakal Dibatasi untuk Orang Kaya? Pemerintah Siapkan Skema Baru

Pemerintah mengkaji pembatasan Pertalite bagi kelompok desil 9-10. Sepeda motor masih diperbolehkan membeli BBM bersubsidi.

10 jam ago

Dua Lahan di Kampar Terbakar, Tiga Hotspot Terdeteksi dalam Sehari

Dua kebakaran lahan terjadi di Kampar, sementara tiga hotspot terdeteksi. BPBD mencatat ISPU 94 dan…

10 jam ago