pn-rohil-gelar-sidang-pemeriksaan-terdakwa-dugaan-pemalsuan-surat-tanah
UJUNG TANJUNG (RIAUPOS.CO) – Pengadilan Negeri (PN) Rokan Hilir (Rohil) gelar sidang lanjutan dugaan pemalsuan surat, dengan terdakwa Rudianto alias Rudi Sianturi di ruangan Cakra PN Rohil di Ujung Tanjung, Kamis (2/12) pagi sekitar pukul 09.20 WIB.
Sidang dipimpin ketua Andry Simbolon SH MH, tampak hadir penasehat hukum terdakwa, serta penuntut umum dari Kejari Rohil Shahwir Abdullah SH. Sementara terdakwa mengikuti persidangan via zoom dari Lapas Kelas II A Bagansiapiapi.
Pada kesempatan itu hakim bertanya tentang kondisi kesehatan terdakwa.
"Apakah dalam keadaan sehat?" tanya hakim. Hal itu dijawab terdakwa bahwa dirinya sehat dan siap untuk mengikuti persidangan selanjutnya sidang dengan agenda mendengarkan keterangan terdakwa dan saksi tersebut dilanjutkan.
Dalam persidangan tersebut terungkap bahwa terdakwa awalnya mendapat kompensasi lahan yang melibatkan terpidana sebelumnya, Za oknum mantan Datuk Penghulu Air Hitam, Pujud.
Saat ditanyakan hakim mengenai ikhwal mula terdakwa mendapatkan lahan, Rudi menyebutkan karena sebelumnya telah mengerjakan pembangunan jalan sepanjang lebih kurang tiga meter yang menjadi akses penghubung Desa Air Hitam (Rohil) dengan Desa Kasang Padang (Rohul).
Untuk lahan itu sendiri, yang luasnya lebih kurang 98 hektare dibagi-bagi atas sejumlah nama. Selanjutnya dikerjakan untuk tumbang imas oleh terdakwa pada akhir 2011. Ketika ditanyakan hakim berapa lama waktu yang diperlukan kegiatan tersebut, dijawab terdakwa sekitar empat bulan.
Setelah pemeriksaan atau mendengarkan keterangan terdakwa itu, majelis hakim mempersilahkan dua orang saksi yang hadir untuk masuk ke ruangan sidang untuk didengarkan keterangannya. Sidang selanjutnya ditutup sekitar pukul 12.00 WIB, dan ditetapkan untuk agenda mendengarkan keterangan saksi berikutnya pada pekan depan.
Bergulirnya kasus ini, berdasarkan SIPP.PN-Rokanhilir, berawal pada 2011 saat oknum penghulu Air Hitam, Pujud, Za dengan terdakwa ada kesepakatan bahwa setelah selesai pembuatan jalan selanjutnya terdakwa dijanjikan lahan 98 hektare.
Sejumlah pihak kemudian melakukan pengukuran lahan di lapangan, belakangan ada korban yang merasa tanahnya diambil melapor ke Reskrimum Polda Riau.
Sidang kemarin merupakan rangkaian dari sejumlah sidang yang telah digelar sebelumnya yakni Senin (11/10) merupakan sidang pertama, pembacaan dakwaan, berikutnya pada Senin (25/10) pemeriksaan saksi, Selasa (9/11) pemeriksaan saksi, Selasa (16/11) pemeriksaan saksi, serta kemarin, Kamis (2/12) pemeriksaan saksi dan terdakwa.(fad)
Sebanyak 983 mahasiswa baru mengikuti PKKMB UHTP 2026. Kegiatan membekali mahasiswa dengan karakter, integritas, dan…
Ahmad Diar, warga Tembilahan, ditemukan meninggal di Sungai Indragiri setelah dilaporkan hilang saat memancing di…
Pemko Pekanbaru menggelar Salat Istiska untuk memohon hujan di tengah kabut asap kiriman akibat karhutla…
Kabut asap Pekanbaru makin pekat Rabu pagi dengan jarak pandang 2,5-3 km dan kualitas udara…
Pengguna Ro-Ro Bengkalis mengeluhkan antrean hingga 3 jam akibat pengurangan armada yang masuk docking pada…
Bupati Meranti Asmar menghormati penyidikan dugaan korupsi anggaran kendaraan dinas, BBM, dan pelumas yang ditangani…