Site icon Riau Pos

Inalilahi Wainalilahi Rojiun, Mbah Moen Meninggal di Makkah

Mobil ambulance datang ke lobi kediaman Mbah Moen di Makkah untuk dibawa ke Rumah Sakit An Nur, agar segera dimandikan dan diproses lebih lanjut. (ISTIMEWA)

JAKARTA (Riaupos.co) – Ulama yang dikenal sebagai salah satu tokoh di Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Maimun Zubair telah meninggal dunia. Kiai yang dikenal dengan panggilan Mbah Moen itu meninggal di Tanah Suci Makkah.

“Iya benar meninggal di Makkah. Saya dapat info dari yang mendampingi beliau di sana,” ujar Ketua Wakil Ketua Umum DPP PPP Arwani kepada JawaPos.com, Selasa (6/8).

Arwani mengatakan, dirinya sangat kaget mendengar kabar Mbah Moen meninggal dunia. Pasalnya, dia mendapat kabar bahwa Mbah Moen masih sempat menerima tamu di Makkah.

“Saya kaget, karena saya dengan beliau masih aktif menerima tamu,” katanya.

Lebih lanjut Arwani mengatakan, dirinya belum mengetahui apakah nantinya Mbah Moen akan dimakamkan di Indonesia atau di Arab Saudi. Sebab dia masih belum mendapatkan info dari pihak keluarga.

“Nanti kalau sudah ada info kami infokan lagi,” pungkasnya.

Sementara itu, Menag Lukman Hakim Saifuddin yang kebetulan sedang berada di Makkah langsung meluncur ke RS An Nur, tempat Mbah Moen dilarikan saat kondisi kritis.

Menag selaku Amirul Hajj sekitar pukul 05.30 waktu Arab Saudi bergegas menuju ke RS An Nur, karena informasinya Mbah Moen meninggal pukul 04.17 WIB.

Dalam perjalanan Lukman sempat berkoordinasi dengan petugas prosedur pemulangan jenazah menuju tanah air. Namun sampai saat ini belum bisa dipastikan apakah jenazah Mbah Moen akan dibawa ke tanah air

Sekadar informasi, Maimun Zubair atau Mbah Moen wafat pada usia 90 tahun. Mbah Moen merupakan kiai kelahiran 28 Oktober 1928. Ia merupakan Pimpinan Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang, Rembang, Jawa Tengah, dan menjabat sebagai Ketua Majelis Syariah PPP.

Ia pernah menjadi anggota DPRD kabupaten Rembang selama 7 tahun. Setelah berakhirnya masa tugas, ia mulai berkonsentrasi mengurus pondoknya yang baru berdiri selama sekitar 7 atau 8 tahun. Tapi rupanya tenaga dan pikiran ia masih dibutuhkan oleh negara sehingga ia diangkat menjadi anggota MPR RI utusan Jateng selama tiga periode.

Sumber: Jawapos.com
Editor: Edwir

Exit mobile version